[Oneshoot] Mianhae Chagiya

Author : Ettaeminho

Title : Mianhae Chagiya

Main Cast : Cho Kyuhyun (Super Junior) and Choi Sooyoung (SNSD)

Other Cast : Sungmin, Yesung, Ryeowook (Suju), Hyoyeon, Seohyun (SNSD)

Ratting : PG-13

Genre : Romance, Angst, Sad

Length : Oneshoot

Nb : Annyeonghaseyo… perkenalkan, joneun Eka imnida… Aku author baru di sini ^^

Sebetulnya FF ini udah pernah aku post di blog pribadiku. Tapi, ga apa2kan kalo aku ngepost lagi disini?? Hehe 😀

FF ini bisa dibilang adalah FF Kyuyoung pertama yang aku buat. jadi mianhae, kalo bahasanya masih acak-acakan trus ceritanya ga jelas dll. Tapi biarpun jelek, FF ini murni hasil pemikiranku.Tapi biar bagaimanapun aku harap readers suka ya ^^

Oke, selamat membaca.. Jangan lupa kasih komentarnya ya ~~ 😀

*******************

Kau akan merasakan seseorang itu berharga jika kau telah kehilangannya…..

Seorang yeoja berdiri sambil bersandar di dinding belakang  sekolahnya. Kaki kanannya menghentak-hentak pelan mengiringi irama lagu yang terdengar pelan dari headset yang tengah ia kenakan. Yeoja  itu memang sedang menunggu seseorang. Raut penat di wajahnya menunjukkan bahwa ia telah cukup lama menunggu. Suara derap langkah kaki terdengar mendekat. Sooyoung yang tadinya bersandar di tembok pun menegakkan berdirinya. Kepalanya refleks menoleh ke arah datangnya suara tadi. Berharap seseorang yang sedang ia tunggulah yang melangkah mendekat. Sebuah senyuman kecil terukir di bibirnya begitu melihat siapa yang datang dan lantas menghampirinya.

“ Mianhae telah membuatmu lama menunggu, Soo”

“ Sudah selesai rapatnya?” tanya Sooyoung. Namja itu, yang tak lain adalah kekasihnya mengangguk.

“ Itu artinya kita jadi makan siang kan, Kyu ?” tanya Sooyoung lagi. Raut penyesalan terlihat di wajah Kyuhyun. Ia lalu meraih kedua tangan Sooyoung. Matanya menatap mata Sooyoung dengan penuh rasa bersalah.

“ Mian Sooyoungie. Tetapi tadi umma Seohyun menelponku. Ia mengatakan bahwa Seohyun mencariku” Sooyoung tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Lagi-lagi Seohyun.

“ Jadi, kau lebih memilih  Seohyun, Kyu?”

“ Bukan begitu. Kau tahu kan kalau saat ini Seohyun sedang sakit parah ?”

“ Aku tahu Kyuhyun. Bagiku itu sama saja kau lebih memilih menemani Seohyun daripada pulang bersamaku”

“ Soo, jebal”

“ Aku tahu Seohyun itu mantan kekasihmu. Tetapi sekarang aku ini yeojachingumu”

“ Soo …”

“ Kita sudah hampir satu tahun berpacaran, dan delapan bulannya kita pacaran sembunyi-sembunyi. Bahkan aku tidak mengerti, kita bersembunyi dari siapa”

“Soo , aku harus menjaga perasaan Seohyun. Dia sedang sakit dan dia membutuhkanku”

Tapi kau tak pernah menjaga perasaanku, Kyuhyun’ Batin Sooyoung seraya menghela nafas berat. Dia memang tak pernah menang dari Seohyun, mantan kekasih Kyuhyun sebelum ia bersama Sooyoung. Dulu, sebelum terdengar kabar kalau Seohyun sering sekali keluar masuk rumah sakit, hubungan Sooyoung dengan Kyuhyun masih baik-baik saja. Tetapi semenjak saat itu, Kyuhyun lebih sering memilih untuk menemani Seohyun daripada bersamanya. Bahkan, demi menjaga perasaan Seohyun, Kyuhyun dan Sooyoung berpura-pura mengakhiri hubungan mereka di depan teman-temannya, dan menjalani hubungan sembunyi-sembunyi seperti ini.

Kyuhyun ikut menghela nafas berat. Semua ini juga berat untuknya. Tetapi Kyuhyun tahu bahwa Seohyun membutuhkan dirinya. Bahkan umma Seohyun sendiri yang meminta kepada Kyuhyun agar ia bersedia menjaga Seohyun.

“Soo, Seohyun memintaku untuk kembali padanya”  Sooyoung terbelalak mendengar perkataan Kyuhyun.

“ Kau menerimanya ?” Nada suara Sooyoung terdengar bergetar. Hati kecilnya berharap bila Kyuhyun tidak menerima Seohyun kembali. Tapi sayangnya, Kyuhyun mengangguk. Meski perasaan bersalah terlihat sangat jelas diwajahnya, tetapi yeoja mana yang tidak sakit hati saat orang yang dicintainya menerima cinta yeoja lain?

“ Tapi aku berjanji, Sooyoungie. Aku akan menyelesaikan semua ini begitu Seohyun sembuh.” Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sooyoung erat.

“Terserah kau saja, Kyu. Apapun yang kau lakukan, yang penting itu baik untukmu. Aku akan mendukungmu. Oh ya, kau bilang mau menemui Seohyun? Sudah pergi sana”

“ Kau tidak apa–apa, Sooyoungie ?” Sooyoung tersenyum, senyum yang dipaksakan sambil mengangguk. Kyuhyun tersenyum lega. kemudian mengecup kening Sooyoung.

“ Semua ini tidak akan lama, Sooyoung . Aku janji” Setelah mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun melangkah pergi. Sooyoung pun melangkah pergi beberapa saat setelah Kyuhyun meninggalkannya. Hatinya kacau. Ia berjalan menunduk ke arah gerbang sekolah. Mengapa harus seperti ini ?

CKIIITTTT…

Sebuah motor berhenti tepat di samping Sooyoung. Sooyoung menoleh dan mendapati seorang namja yang sedang duduk di atas motornya tengah menatapnya bingung. Dia Sungmin, sahabat Sooyoung.

“ Sooyoung ? Kau belum pulang? Tadi aku melihat Kyuhyun langsung keluar ruang rapat dengan terburu-buru. Ku kira dia menemuimu.” tanya Sungmin. Dua orang di sekolah ini yang mengetahui hubungan Sooyoung dengan Kyuhyun adalah Sungmin dan Hyoyeon, teman sebangku Sooyoung.

“ Dia menemuiku, tapi hanya sebentar”

“ Lalu ?” tanya Sungmin. Dalam hatinya ia menebak apa yang akan dikatakan Sooyoung.

“ Kau mengetahuinya sendiri kan? Err, Sungmin bolehkah aku pulang bersamamu ?”

Sungmin mengangguk. “ Ayo naik”

*****

 “ Sooyoung, kau melamun saja daritadi” Hyoyeon menegur  Sooyoung saat Lee seonsaengnim yang sedang mengajar kelas mereka saat itu keluar untuk mengangkat telepon. Sooyoung yang sejak tadi meletakkan dagunya di meja sambil menulis entah apa di bukunya (yang pasti bukan catatan pelajaran) pun langsung bangkit dan menutup bukunya.

“ Tidak, aku hanya sedang mengantuk.” ucap Sooyoung berbohong.

“ Ngg Sooyoung, hari ini genap setahun kau dengan Kyuhyun kan ?” tanya Hyoyeon setengah berbisik. Sooyoung mengangguk pelan.

“ Kau tidak menginginkan sesuatu ?”

“ Tidak sama sekali. Kau ini seperti tidak tahu kondisinya seperti apa. Tetapi aku sudah menyiapkan sesuatu untuknya”

“ apa?”

“ Rahasia”

“ ah kau ini” Hyoyeon ingin mencari tahu lebih banyak andai saja Lee seonsaengnim tidak memasuki kelasnya.

*****

Sooyoung menyembulkan kepalanya ke kelas Kyuhyun. Kelas itu sepi. Tetapi ia beruntung karena menemukan sosok Kyuhyun tengah duduk di bangku paling depan sambil menyalin catatan yang ada di papan kelas. Setelah memeriksa keadaan sekitar, Sooyoung lalu masuk.

“ Kyuhyun” sapa Sooyoung lalu melangkah mendekat.

“ Soo, mengapa kau kesini ? Bagaimana kalau ada yang melihat ?” ucap Kyuhyun sambil  memastikan keadaan sekitar.

“ Kau tak perlu khawatir, Kyu” kata Sooyoung langsung duduk di sebelah Kyuhyun.

“ Kau masih mencatat Kyu? Rajin sekali kau”

” Tentu saja, Cho Kyuhyun”

“ Ah ya, Kyu kau kan pintar, ingat tidak hari ini hari apa?” tanya Sooyoung. Kyuhyun menghentikan kegiatan menulisnya sejenak, lalu menoleh ke arah Sooyoung.

“Hari Rabu bukan?”

“ Kalau itu aku tahu. Ayolah masa kau lupa, Kyu” rajuk Sooyoung. Sayangnya, dering ponsel Kyuhyun mengalihkan perhatiannya. Ia memperhatikan nama yang tertera di layar ponselnya.Seohyun.

“ Sebentar” sahut Kyuhyun sambil melangkah keluar kelas. Sooyoung bingung. Begitu Kyuhyun keluar kelas, Sooyoung teringat sesuatu. Ia membuka tasnya lalu mengambil kotak kecil berwarna merah muda dengan pita biru di atasnya. Sooyoung segera memasukkannya ke dalam tas Kyuhyun. Tak lama kemudian, Kyuhyun masuk kelas kembali. Lagi-lagi raut bersalah terukir jelas di wajahnya. Perasaan Sooyoung langsung tak enak begitu melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti itu.

“ Mianhae, Sooyoung. Seohyun membutuhku sekarang” Sooyoung menghela nafas kesal.

“ Seohyun lagi, Kyu? Jujur, aku lelah seperti ini terus. Selalu saja Seohyun yang kau pikirkan. Sebenarnya, kau anggap apa aku ini?”

“ Sooyoung mengertilah. Seohyun itu…..” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Sooyoung sudah berbicara.

“ Sakit. Apa aku harus sakit seperti Seohyun dulu agar kau bisa memperhatikanku, Kyu?”

“ Bukan seperti itu. Tetapi Seohyun bisa kehilangan nyawanya kapan saja”

“ Kau pikir aku tidak, Kyu? Aku juga akan mati pada akhirnya kan? Semua orang pasti akan seperti itu”

“Sooyoung aku mohon. Jangan seperti anak kecil. Setidaknya kau tidak akan mati secepat Seohyun. Aku hanya ingin membahagiakannya disisa hidupnya”

“ Kau bilang aku ini anak kecil, Kyu? Dengarkan aku baik-baik Cho Kyuhyun. Aku rasa aku sudah cukup bersabar dan rela kalau aku harus berbagi hati dengan gadis lain. Apa kau sadar Kyu? Secara tak langsung kau telah menyakitiku. Dan cukup kau tahu saja, rasa sakit yang kurasakan jauh lebih sakit dengan yang dirasakan Seohyun” jelas Sooyoung. Hatinya panas. Cukup sudah, Kyuhyun harus mengerti perasaannya sekarang. Setidaknya ia tahu perasaan Sooyoung. Tetapi…

PLAAKKK…

Kyuhyun menampar Sooyoung. Sedetik kemudian Kyuhyun langsung merasa bersalah.

“ mi..mian  Soo. Aku tak ada maksud untuk menamparmu, aku hanya sedang emosi”

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Kyuhyun menapmparnya. Tangannya refleks memegang pipinya yang terasa panas. Sooyoung tak sanggup lagi menahan air matanya.

“ka… kau…” Sooyoung terisak, tangannya masih memegangi pipinya. Kyuhyun melangkah mendekat, tangannya memegang kedua bahu Sooyoung, tetapi Sooyoung langsung menepisnya.

“ Kau pikir aku senang dengan keadaan ini? Kau pikir aku tidak selalu merasa bersalah jika aku harus meninggalkanmu untuk Seohyun? Kau harus mengerti. Ini semua tidak mudah untukku” lirih Kyuhyun. Tetapi Sooyoung tak menghiraukannya. Ia lebih memilih untuk meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun ingin mengejar, tapi percuma. Mereka berdua sama-sama emosi, yang ada semua akan memperburuk keadaan. Kyuhyun menatap tangan kanannya yang tadi tak sengaja menampar Sooyoung.

BRAKKKKK… Kyuhyun memukul meja di depannya dengan keras.

*****

Menangis itu melelahkan. Itulah yang dirasakan Sooyoung. Sejak pulang sekolah tadi, ia terus mengunci diri dan menangis. Sekarang waktu menunjukkan pukul sembilan kurang sepuluh menit. Sooyoung masih tak habis pikir. Kyuhyun tidak mengingat sama sekali hari jadi mereka yang pertama, dan malah memilih untuk menemani Seohyun. Apalagi begitu mengingat Kyuhyun menamparnya tadi siang. Sakit di pipinya memang sudah tak terasa. Tapi sakit hatinya?

Dan yang membuat Sooyoung jengkel adalah kenyataan bahwa ia masih sangat menyayangi Kyuhyun dan belum siap untuk meninggalkannya. Bahkan setelah kejadian tadi siang. Sooyoung bingung, bingung… sekali. Kenapa rasa sayangnya pada Kyuhyun harus sebesar ini? Kenapa? Sooyoung me-nonaktifkan ponselnya sejak tadi siang. Karena dia benar-benar tak ingin ada yang mengganggu dirinya.

Sooyoung memutuskan untuk pergi keluar sebentar, setidaknya untuk menghilangkan sejenak penat di hatinya akan semua ini. Sooyoung menyambar kunci mobil di mejanya lalu melangkah keluar. Di ruang tengah, appa dan ummanya menegur.

“ Kau mau kemana , Soo ?”

“ Keluar sebentar, bolehkan appa?”

“ Ya sudah. Tapi ingat, jangan pulang terlalu larut”

“ Baik umma”

*****

Kyuhyun memarkirkan motornya. Dia nyaris terlambat hari ini. Tidak biasanya. Semalam pikirannya melayang ke arah Sooyoung. Dia menemukan sebuah kotak berwarna merah muda dengan pita biru di atasnya. Itu hadiah dari Sooyoung. Dan ia sangat merasa bersalah begitu membaca kartu ucapan yang ada di dalam kotak itu. Dia melupakan hari jadinya dengan Sooyoung.

Pikrannya langsung melayang pada kejadian siang hari itu. Kyuhyun langsung tak bisa tidur mengingat betapa dia sangat keterlaluan. Apalagi Sooyoung sama sekali tak dapat dihubungi. Ponselnya mati. Dan akhirnya, Kyuhyun bertekad. Dia akan memutuskan hubungannya dengan Seohyun. Selama ini memang Kyuhyun yang salah karena ia tak mampu untuk memilih. Tetapi akhirnya Kyuhyun sadar. Sooyounglah yang sesungguhnya ia sayangi. Dan ia berencana akan mengajak Sooyoung ke rumah Seohyun untuk berbicara pada Seohyun. Rumah Seohyun? ya. Keadaan Seohyun memang sudah lama membaik dan bahkan dia sudah diperbolehkan untuk pulang.

Tetapi Kyuhyun dikejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa terlihat begitu dia memasuki area sekolah. Halaman sekolah penuh dengan seluruh siswa yang Kyuhyun tak tahu mereka sedang apa. Dengan penuh rasa penasaran, Kyuhyun menanyakan hal itu pada orang yang berada di dekatnya.

“ Yesung hyung, ada apa ini ?”

“ kau tak tahu ?” Kyuhyun menggeleng.

“ Sooyoung meninggal” kata Yesung. Kyuhyun terbelak kaget tak percaya.

“ Sooyoung?”

“ Iya, Choi Sooyoung mantanmu itu…” Kyuhyun masih tak percaya, dan berharap Yesung hanya  bercanda, atau minimal dirinya salah dengar.

“ kau serius?”

“ Apa hal ini bagus untuk bahan lelucon, Kyuhyun? Semalam Sooyoung kecelakaan. Dan sekarang semua berkumpul disini untuk mendoakannya”  wajah Kyuhyun memucat. ia masih berusaha untuk mencerna kata-kata Yesung barusan. sampai seseorang memanggilnya.

“ Kyuhyun” Kyuhyun pun menoleh dan mendapati Ryeowook, teman sekelasnya sedang berlari ke arahnya.

“ Waeyo?”

“ Kau dicari oleh Sungmin dan Hyoyeon. Mereka menunggumu di aula atas.”

Sungmin? Hyoyeon? Untuk apa mereka mencari Kyuhyun ? Kyuhyun tahu bahwa dua orang itu sangat dekat dengan Sooyoung. Tetapi Kyuhyun tidak mengetahui kalau mereka berdua tahu hubungannya dengan Sooyoung.

*****

“ kalian berdua mencariku ?” tanya Kyuhyun dengan nada suara yang di ia pasang sedatar mungkin. Kyuhyun melihat Sungmin yang biasanya suka bercanda kini terlihat diam. Hyoyeon yang berdiri di sebelah Sungmin terlihat jelas habis menangis. Pipinya merah dan basah, begitupun dengan matanya. Sungmin berjalan menghampiri Kyuhyun dan langsung mencengkram kerah seragamnya.

BRUKKK…

Sungmin langsung meninju pipi Kyuhyun. Sekali. Tapi cukup untuk membuat Kyuhyun jatuh, ujung bibir Kyuhyun mengeluarkan darah segar, begitu pun hidungnya.

“ Kau mempunyai dosa besar terhadap Sooyoung, Kyuhyun-ah” kata Sungmin seraya kembali mencengkram kerah Kyuhyun dan membawanya ke sisi tembok. Sungmin kembali memukul Kyuhyun. Beberapa kali di perut. Kyuhyun tak melawan, karena ia tahu ia salah. Untung saja Hyoyeon segera menghentikan Sungmin. Kyuhyun langsung jatuh bersandar di tembok dengan penuh luka lebam.

“ Apa kau tahu, kyu? aku berusaha menerima kenyataan bahwa Sooyoung lebih milih kau dibandingkan denganku yang sudah lama dekat dengannya. Dengan bodohnya dia selalu menyayangimu bahkan setiap kali kau menyakitinya. Aku mengaku banwa aku iri padamu. Tapi apa kyu? Aku selalu berusaha menahan amarahku setiap kali Sooyoung bercerita tentang kau yang sudah menyakitinya. Kau tidak pantas untuknya. Andai aku tahu akan seperti ini jadinya, aku sudah membunuhmu dari dulu  Kyuhyun”

“ mi..mianhae. Kau boleh memukulku sepuasmu. Aku tidak akan melawan”  sahut Kyuhyun sambil menahan rasa sakit.

“ kau pikir itu cukup? Seharusnya kau meminta maaf pada Sooyoung, Bukan aku!” Sungmin lalu berjalan ke arah Hyoyeon yang lagi-lagi menangis. Sungmin mengambil gumpalan kertas yang sejak tadi di genggam Hyoyeon.

“Hyoyeon menemukan itu di laci Sooyoung. aku rasa itu untukmu!” Sungmin melemparkan gumpalan kertas itu ke wajah Kyuhyun. Lalu ia menarik tangan Hyoyeon meninggalkan Kyuhyun sendiri, tapi sebelum mereka keluar Hyoyeon berkata pada Kyuhyun.

“ kau tahu? Kau namja terbodoh yang pernah kutemui” Hyoyeon berkata di sela-sela isaka tangisnya. Mereka berdua pun keluar sambil membanting pintu.

Kyuhyun masih bersandar di tembok.  Tiba tiba, matanya mengeluarkan buliran bening. Ia menangis. Sebentar. Kemudian ia teringat pada gumpalan kertas yang tadi dilempar Sungmin. Kyuhyun pun mengambilnya, lalu membuka gumpalan itu. Ada tulisan Sooyoung yang sangat ia kenali di kertas itu.

Kyuhyun… apa harus aku seperti Seohyun dulu untuk mendapatkan perhatian darimu?

Apa aku harus sakit parah dulu untuk membuatmu mengerti?

Aku menyayangimu. Hanya kau yang aku sayangi.

Kalau memang itu yang bisa membuatmu mengerti, aku rela.  Aku bersedia kalau harus sakit parah seperti Seohyun. Asal kau mengerti perasaanku. Asal kau tahu , aku merasa begitu bodoh, masih tetap sangat menyayangimu. Meskipun kau sudah menghancurkan perasaanku seperti ini. Kalau aku boleh memilih, aku akan memilih untuk tidak pernah bertemu denganmi, Kyuhyun…

Tuhan, tolong kirimkan aku penyakit seperti Seohyun atau bahkan lebih parah, untuk membuat Kyuhyun mengerti. Bahkan, aku bersedia bila Kau ingin mengambil nyawaku saat ini, detik ini juga. Aku bersedia.

Air mata Kyuhyun kembali mengalir. Perasaan menyesal begitu menyesak dadanya, tetapi semua sudah terlambat, Kyuhyun hanya bisa berbisik pelan, entah kepada siapa di aula yang kosong itu.

“ Mianhae Sooyoung, aku benar-benar bodoh karena terlambat menyadari perasaanmu itu. Tapi kau harus tahu, aku menyayangimu melebihi apapun. Sooyoung, mengapa Tuhan terlalu cepat mengabulkan doamu itu? Sooyoung-ah Saranghaeyo”

_THE END_

Iklan

25 thoughts on “[Oneshoot] Mianhae Chagiya

  1. First??
    Huuaa.. Nyesek banget baca nih FF.. ToT
    Penyesalan memang selalu datang terakhir. u,u
    Keren FFnya! Keep Writing ya.. 😀
    Selamat bergabung bersama Author lain di blog ini..
    Ditunggu karya lainnya ya.. Hwaiting!

    • wahh.. chukkae jg yg pertama ^.^
      ne, aku stuju, penyesalan emang selalu dtg blakangan ..

      hehe, iya nih aku bru gbung di sini .. :3
      makasih buat komentarnya >__<
      salam kenal ya..
      eka imnida ^.~

  2. yya aku gak rido soo eon meninggal!! huaa author jahatttt:(:(:( bkin sequel pkoknya & soo eon hidup kembali. #eh??

    • ummaaa… aku di katain jahat.. aku g jahat kok.. aku baik hti dan tdak sombong #dugh #dihajarkyu
      sekuel?? ga jnji ya.. soalnya blom ada ide lgi nih..
      wahh, aku ga bisa ngidupin orang mati chingu >___<

  3. Soo mninggal dan hanya kata mnyesal lh yg ad pda kyu …
    Btul tuh kta soo smua manusia itu akn mninggal bkan krena dy punya pnyakit atw tidak yg dpt mnperpndek umurnya

    • ne,, setujuu..
      pda akhirnya stiap insan di dunia ini jga akan meninggal…
      btw, makasih buat komennya ^.~

    • tau nih si abang kyu.. jdi nyesel kan tuh dia.. makanya bang, jgan sia2in soo eonni napa .. dasar epil #plak #ditabokkyu

      makasih udah baca + komen ..
      salam kenal ya~~

    • soo eon aku bkin mninggal disini buat ngasih plajaran sama si epil kyu krena dia udah nyia2in soo eon. nah, jdi nyesel kan tuh evil.. hahahahaha #digeplakkyu

      makasih >__<

  4. Nyesek 😥
    Dapet bgt feelnya sampai nangis 😥
    Makanya kyu , soo itu cuma minta perhatian gak lebih .

    Keep writing ne 😀

  5. jag nyangka kalau soo eonnni bklan mninggal
    huuuaaa author knp gak dibikn sakit aja sih klau gni kan kyuyoung couple gak bsabersatu

  6. eh, sooyoungnya beneran meninggal? aku kira itu cuma bohongan aja loh ternyata pas lihat endingnya beneran -.-” ah, kurang seru di bagian endingnya dan gak dijelasin juga sooyoungnya meninggal karena apa -.-

  7. Wah saya mewek, ember dong ember ..

    Rasain tuh si kyu, emang enak! Egois sih #plakk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s