Love You My Cho Kyuhyun (Part 4)

lOVE yOU mY cHO kYUHYUN (cOVER)

Tittle: Love You My Cho Kyuhyun part 4

Author: Hwang Soo Eun a.k.a Eyinzz

Main Cast: KyuYoung

Other Cast: Seo Joo Hyun

Shin Changmin

Kwon Yuri

New Cast: Choi Siwon

Genre: Romantic, Sad, Mistery,

Disclaimer: Cast yang berada di sini adalah milik Tuhan dan orangtua-nya masing-masing. Tapi jalan cerita ini asli punya Author. Ide cerita ini juga fresh dari otak author! JANGAN JADI PLAGIATOR  DI FF KU! BECAUSE I HATE PLAGIATOR! PLAGIATOR  GO AWAY!

A/N: Anneyeong Readers!! Author bawa lanjutannya fanfic ‘Love You My Cho Kyuhyun’ nih! Ada yang nunggu ga ini?? #readers: gaaa…. #author nangis dipojokan (LeBay) gimana author ngilangnya lama ga?? Author kan jin yang menjelma jadi manusia (?) jadi sering banget ngilang.. hehehe.. *abaikan

Oke, daripada di demo readers kita langsung aja! Cekidot!

^8^ Happy Reading ^8^

+===========———————–============———————============

“AAAAAAHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!”

WUSSHH……….. *apa’an nich?! Jin kali? #ngaco*

Mata Sooyoung tetap terpejam dengan erat, ia terlalu takut membuka matanya dan melihat banyak darah yang keluar dari tubuhnya, bayangan itu membuatnya ngeri sendiri. Anehnya Sooyoung sama sekali tak merasakan sakit atau tubuhnya terhempas ke aspal jalan tapi ia merasa lututnya nyeri walaupun sedikit, Sooyoung yang tak pernah merasakan ditabrak truk *siapa juga yg mau nyoba?* dia pikir mungkin rasanya ditabrak truk hanya berdampak nyeri dilutut *Author sarap*, ataukah mungkin Sooyoung sudah berada disurga? Sooyoung mengumpulkan segenap keberaniannya hanya untuk sekedar membuka kedua matanya yang masih setia untuk terpejam. Perlahan tapi pasti Sooyoung membuka kedua matanya, beberapa kali Sooyoung mengedipkan kedua matanya berusaha untuk menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke matanya. Pandangannya masih sedikit gelap namun tak berapa lama ia dapat melihat seorang namja yang sedang memeluknya dengan erat dan itu menunjukan bahwa ia selamat dari kecelakaan ini! “YA! Yeoja pabo! Bagaimana bisa kau hanya diam saja? Padahal truknya kan masih belum terlalu dekat! Kau bisa berlari ke pinggir jalan!” bentak namja itu begitu melihat Sooyoung membuka kedua matanya. Sooyoung yang awalnya senang dan memutuskan untuk berterimakasih pada namja itu dikurungkan niatnya.

“YA! Aku baru sadar! Kau langsung membentakku??!! Aku hampir saja tertabrak dan sekarang selamat malah kau marahi??!! Aku masih trauma tau!! Kau tau betapa shock-nya aku saat mengetahui aku akan ditabrak?? Apa kau tak pernah merasakan rasanya diposisi ku??” balas Sooyoung yang tentu saja dengan bentakan yang tak kalah keras dibanding namja tadi yang membentaknya. “aku tentu saja pernah merasakan diposisimu! Malah aku tertabrak beneran dan sempat mendapatkan koma selama 3 bulan, arra? Mianhe sudah membentakmu. Aku hanya tak ingin jika kau bernasib sama sepertiku. Kau tau seberapa tak enaknya tertabrak dan koma? Apalagi kau harus menjalani operasi.” Balas namja itu halus, entah bagaimana nada bicaranya yang awalnya keras, dan hampir seperti kasar, melembut begitu saja. “Sooyoung-ssi gwenchana?” tambah namja tak dikenal itu. Sooyoung kagetnya minta ampun melihat namja itu mengetahui namanya.”neo? bagaimana bisa kau mengetahui namaku?” tanya Sooyoung tergagap. “apa kau lupa padaku? Aku adalah temanmu semasa SD. Siwon, Choi Siwon.” Kata Siwon sambil tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipitnya yang sangat manis. “Siwon??” gumam Sooyung pelan, pikiran Sooyoung terus melayang pada masa- masa SD mencoba mengingat- ngingat temannya bernama Siwon. Tapi hasilnya nihil! Ia sama sekali tak mengingat dan mengenal Siwon. “mianhe aku lupa.” Sesal Sooyoung menunjukan raut bersalahnya. “gwenchana.” Balas Siwon mengacak rambut Sooyoung pelan.

Tanpa mereka sadari –Sooyoung dan Siwon- sudah berdirilah di belakang Siwon yaitu Yuri dan Kyuhyun yang sangat khawatir dengan keadaan Sooyoung setelah melihat kejadian tadi. Darah Kyuhyun serasa berdesir melihat namja tak dikenal itu mengacak- ngacak pelan rambut Sooyoung tangannya sudah mengepal erat melihat itu tapi ditahannya ketika mengingat namja itu adalah namja yang tadi menolong Sooyoung bahkan dirinya saja tak berani mengorbankan nyawanya demi menolong Sooyoung ‘Cho Kyuhyun namja pabo!’ rutuk Kyuhyun pada dirinya sendiri yang begitu bodoh tak mau menolong Sooyoung. “Sooyoung-ah, Gwenchana?” tanya Yuri khawatir membuat kedua insan itu menoleh bebarengan dan mendapati Kyuhyun dan Yuri berdiri di belakang mereka. “Yuri-ah! nan gwenchana.” Jawab Sooyoung mengeluarkan senyum manisnya membuat Yuri dan Kyuhyun bisa bernafas lega. “eoh? Yuri-ah! kau ingat aku? Aku adalah Siwon!” kata Siwon bersemangat, Yuri memalingkan wajahnya dari Sooyoung lalu menatap lekat ke arah Siwon, berfikir sebentar lalu berteriak, “OMO!! Kau Siwon?? Jeongmalyo?? Owah!!! Sudah lama tak bertemu! Bagaimana kabarmu??” Sooyoung dan Kyuhyun hanya bisa terbengong- bengong melihat kedekatan Yuri dan namja bernama Siwon itu. “aku baik- baik saja. Bagaimana dengan mu? Aish.. tak enak berbicara disini! Lebih baik kita berbicara di cafe dekat sini saja!” ajak Siwon yang diikuti dengan anggukan Yuri. Mau tak mau Sooyoung dan Kyuhyun memilih untuk mengikuti mereka selain untuk menghindari mereka berjalan berdua ke sekolah juga untuk menuntaskan keheranan Sooyoung dengan munculnya namja aneh bernama Siwon.

—–______———________———–_______———-________——————___________———–

Terlihat 2 orang yeoja dan 1 orang namja yang memakai seragam yang sama, sedangkan yang satunya memakai baju bebas. Mereka sedang duduk berdampingan disebuah cafe yang suasananya tak terlalu ramai karna memang ini masih pagi dan kebanyakan orang lebih memilih kerja atau sekolah daripada nongkrong di cafe yang biasanya mereka lakukan pulang sekolah. “bagaimana keadaan Paris itu??” tanya Yuri kepada Siwon yang duduk di sampingnya karna Siwon mengatur ia akan duduk dengan Yuri sedangkan Sooyoung dengan Kyuhyun. “disana sangat indah Yul! Kamu kapan-kapan harus kesana! Dan menurutku juga disana adalah kota yang romantis!” jelas Siwon bersemangat sambil menerawang jauh ke masa- masa ia di berada di Paris. “huwaa.. jinjja?! Omo! Kurasa kata dari ‘kota romantis’ mempunyai makna tersendiri?” selidik Yuri menyipitkan matanya memaksa Siwon agar mengaku. BLUSH.. muka Siwon memerah seketika mendengar tebakan Yuri yang ada benarnya. “eoh?? Ehhmm… Aniyeo!” elak Siwon membuang mukanya takut Yuri mengetahuinya tapi sayang Yuri sudah melihatnya dan terkikik sendiri, “aigo.. memangnya kau menembak sapa disana?” tanya Yuri menopangkan dagunya menghadap Siwon. “ehm.. aku menembak yeoja keturunan Korea-Amerika ia bernama Stephanie, eh salah! Tiffany Hwang. Ia sangat tak suka jika dipanggil Stephanie.” Jelas Siwon sama sekali tak menghilangkan senyum yang setia menghiasi wajah manisnya. “omo! namanya bagus sekali! Apakah ia masih menjadi yeojachingu-mu sampai sekarang?” Tanya Yuri detail seperti detektif saja, bodohnya lagi Siwon mau saja menjawabnya dengan sabar tanpa menghilangkan senyumannya. Sooyoung hanya dapat memutar bola matanya sesekali mendengus kesal memerhatikan tingkah laku Yuri yang seperti polisi meng-interogasi seorang terdakwa. Tak jauh beda halnya dengan Sooyoung, Kyuhyun yang tak kenal sama sekali dengan namja di depannya –Siwon- dan parahnya ia juga tak mengenal yeoja seksi yang duduk di serong kanannya.

Kyuhyun melihat jam yang tergantung di dinding cafe tersebut yang mengatakan bahwa waktu sudah menunjukan pukul 07.00 bel tanda masuk pasti sudah berbunyi kira- kira 15 menit yang lalu. Kyuhyun ingin sekali pergi dar tempat ini tapi itu sama sekali tak sopan, dan juga jika ia pergi ia mau kemana? Mau kembali ke sekolah? Jam segini? Lebih baik tak usah kembali alias bolos sekolah saja daripada masuk setelah 15 menit bel berbunyi apalagi tasnya sudah ada di dalam. Bisa gawat! bisa- bisa diseret ke kantor KepSek dan disana ia akan dihujani dengan berbagai pertanyaan yang sifatnya menjembak dan dapat membuat kepala pecah seketika. Akhirnya Kyuhyun memutuskan menyeruput Americano Coffe-nya yang sudah di sajikan sejak tadi oleh pelayan. Entah kenapa kepala Kyuhyun yang sedari tadi hanya fokus ke kopinya bergerak ke kiri yang mendapati Sooyoung sedang dengan santainya memakan cheese cake pesanannnya. Mata Kyuhyun tak bosan- bosannya memandangi Sooyoung yang sedang asik makan, otak Kyuhyun sedari tadi sudah memberikan titah pada organ tubuhnya terutama mata agar tak melihat ke sebelah kiri. Biasanya jika yang disebelahnya Seohyun ia akan lebih memilih memainkan PSP-nya daripada memandangi Seohyun makan seperti seorang anjing yang minta dikasihani majikannya saja. Tapi pemikirannya tak bisa mempengaruhinya jika yang disebelahnya adalah Choi Sooyoung. Entah kenapa walaupun otaknya sudah membunyikan alarm sekeras- kerasnya karena perbuatannya yang dapat menurunkan harga dirinya tapi tak bisa dipungkiri hati dan semua anggota tubuhnya sangat nyaman dan ingin bersama Sooyoung. Mata Kyuhyun ingin sekali terus melihat wajah cantik nan mempesona Sooyoung, hidungnya ingin sekali terus merasakan wangi parfum elegan yang selalu dipakai Sooyoung, telinganya juga kecanduan ingin terus mendengarkan suara seksi Sooyoung, kulitnya pun juga ikut kecanduan dengan sentuhan lembut dan hangat dari tangan seorang Sooyoung. Sooyoung bagaikan candu dunia bagi Kyuhyun.

Sooyoung meraa risih di perhatikan terus, terpaksa ia menebarkan pandangannya ke sebalah kirinya untuk mendapati siapa yang melihatinya terus. Sooyoung membalikan kepalanya ke depan dan hanya mendapati Siwon dan Yuri yang sedang berbincang- bincang ria, Sooyoung sama sekali tak berani untuk menolehkan kepalanya ke sebelah kanan karna disana ia akan menemukan namja yang sangat ia cintai dan juga ia inginkan. Duduk disebelahnya saja cukup membuat jantungnya tak bisa tenang sedari tadi apalagi jika ia menoleh dan tatapannya bertemu dengan Kyuhyun? Bisa- bisa ia mati duduk di tempat ini juga! Tapi Sooyoung tak mau ke-GR-an dengan menyimpulkan bahwa ia dilihati oleh Kyuhyun. Akhirnya pun Sooyoung hanya bisa menundukan kepalanya sambil menyendokan cheese cake dikit- dikit ke mulutnya. Kyuhyun yang dari tadi tetap tak mengalihkan pandangannya ingin tertawa namun ditahannya saat melihat remahan cheese cake yang menempel pada bibir bagian atas Sooyoung. Ingin sekali ia menjulurkan tangannya hanya untuk menghilangkan remahan itu tapi ia tak punya cukup nyali disini, lagi pula ada Siwon namja tak dikenal apalagi ada Yuri yang notebene aslinya adalah hobae Kyuhyun disekolah dan dapat dipastikan ia tau bahwa Kyuhyun berpacaran dengan Seohyun anak kelas IPS-XI. Sooyoung meraih cangkir didepannya dan menyeruput sedikit Coffe Latte nya, tanpa sengaja tangan Sooyoung terpeleset menimbulkan tumpahan pada bajunya sendiri yang membuat tiga orang yang bergabung di mejanya ikut terkaget dengan kecerobohan dan ketidak hati- hatiannya Sooyoung.

“aigo.. Sooyoung-ah! mwohaneungoya??” tanya Yuri sedikit aneh melihat Sooyoung dari tadi ia perhatikan terus saja salah tingkah, sedangkan Siwon dan Kyuhyun hanya memutuskan untuk melihat kejadian ini dalam diam tanpa berkomentar apapun. “eoh? Mianhada.” Kata Sooyoung buru- buru mengambil beberapa tissue untuk segera ia usapkan pada bajunya agar nodanya tak terlalu membekas di seragam putih sekolahnya. Tapi apa yang terjadi? Alhasil, noda itu malah semakin melebar tak karuan karena perbuatan Sooyoung. “omo! eotteohkae? Eotteohkaji??” bingung Sooyoung sambil memegangi kepalanya. Saking bingungnya ia sama sekali tak bisa berfikir jernih tapi sedetik kemudian Sooyoung langsung nyelonong pergi menuju toilet tanpa berpamitan, melihat itu sekali lagi Yuri hanya bisa menggelengkan kepalanya heran melihat chingunya kenapa bisa jadi seceroboh ini? Padahal biasanya ia selalu sebisa mungkin menutupi kelemahan masa kecilnya ini. Yuri menghadap depan menangkap wajah Kyuhyun yang terus melihat setiap langkah Sooyoung kemana perginya, dari situlah ia tau kenapa Sooyoung selalu ceroboh dan menunjukan sikap aslinya lalu tersenyum sekilas dan kembali pada Siwon untuk melanjutkan perbincangan mereka yang sempat terputus karna Sooyoung.

Sudah 10 menit lebih Sooyoung sama sekali tak memunculkan batang hidungnya dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh ke arah pintu toilet wanita yang tertutup dengan rapat sama sekali tak ada tanda- tanda akan terbuka, wajahnya sudah menampakan kegusaran yang amat sangat. Kyuhyun memang sedang gusar dengan ketidak munculan Sooyoung yang sudah 10 menit menghilang di balik pintu kamar mandi wanita dan tak pernah kembali sampai sekarang. Yuri yang menyeruput minumannya pun tersenyum sekilas lalu berkata, “omo! Sooyoung kenapa belum kembali? Apa yang terjadi padanya? Jangan- jangan ia mengalami kesusahan di dalam sana? Aish.. ini sudah 10 menit ia tak kembali! Aigo, aku harus menyusulnya” Yuri sedikit ber-akting khawatir, sebenarnya ia sama sekali tak khawatir karna Sooyoung kan yeoja yang tak takut apapun tapi ia berakting seperti itu hanya untuk memanasi Kyuhyun tapi hasilnya Kyuhyun sama sekali tak menampakan respon apapun, ia malah mengatakan, “geurae! Kasian chingu-mu itu nanti jika ia kesusahan di dalam, apalagi hanphone-nya ia tinggal di tasnya.” Ucap Kyuhyun melirik sekilas ke arah tas Sooyoung yang terbuka dan menampakan segala isi di dalamnya, termasuk Hpnya. Yuri hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil membuang nafas berat untuk membuang kekesalannya pad kyuhyun yang sama sekali tak merespon. Dengan malas Yuri bangkit dari tempat duduknya dan berjalan sangat lambat menuju pintu kamar mandi wanita, jalannya sangat- sangat lambat mungkin setiap langkah jika dihitung hanya melangkah kira- kira 5cm. Itu semua membuat Kyuhyun tak sabar sebenarnya ia ingin sekali berkata agar menggantikan Yuri menyusul Sooyoung namun gengsi haruslah diutamakan, ani harga diri tepatnya.

Tapi jujur saja hatinya sama sekali tak sabaran untuk melihat lagi wajah Sooyoung. Saking tak sabarnya ia berjalan cepat menyusul Yuri yang mungkin hanya 5 langkah dari tempat duduknya lalu menahan tangannya dan berkata, “biarkan aku saja yang menyusulnya.” Kata Kyuhyun singkat, padat, dan jelas lalu segera berjalan mendahului Yuri yang sedang tersenyum sumringah tak ada salahnya ia berjalan sepelan itu. Ia tau bahwa sebenarnya Kyuhyun sudah memiliki rasa pada Sooyoung tapi selalu ia tutupi atau mungkin si Kyuhyun tak menyadarinya? Setelah memastikan Kyuhyun benar- benar berjalan ke arah toilet ia kembali ke mejanya dan melanjutkan obrolannya bersama Siwon, “ehm.. mereka itu sepasang kekasih?” tanya Siwon membuka pembicaraan, ia heran sikap mereka begitu kaku tetapi kenapa ia selalu menangkap rasa perhatian yang selalu dikeluarkan Kyuhyun pada Sooyoung. “ani, namja itu sudah mempunyai yeojachingu namanya Seo Joo Hyun sekaligus namja itu adalah cinta pertama Sooyoung. Tetapi Sooyoung masih menunggunya sampai sekarang.” Jelas Yuri santai. Yang di beri penjelasannya hanya ber ‘oh’ ria mendengar jawaban Yuri sebelum mereka kembali hanyut pada percakapan seru mereka berdua.

“ishh.. eotteohkae?? Eotteohkaji??” Kyuhyun mendengai desisan seorang yeoja samar-samar. Kyuhyun mendekatkan lagi telinganya agar lebih jelas suara yeoja itu. “eotteohkae?? Eotteohkaji?? Pabo Sooyoung!” rutuk yeoja di dalam kamar mandi, Kyuhyun hanya tersenyum geli mendengar Sooyoung merutuki dirinya sendiri. Ia yakin yang ada di dalam kamar mandi hanyalah Sooyoung karena sejak tadi ia terus memandangi pintu toilet. Kyuhyun memegang ganggang pintu tetapi sebemu itu ia memilih menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tak ada orang yang melihatnya nanti ia dicurigai mau mengintip yeoja. Untung saja cafe itu benar- benar sepi hanya ada Yuri dan Siwon yang ada di dalam, pelayan cafe itu juga tak melihat ke arah toilet mereka malah asyik mengobrol sendiri temannya dan itu membuat Kyuhyun untung. Dengan mantap Kyuhyun membuka pintu toilet perempuan perlahan setelah memastikan tak ada yang melihat ke arah toilet yang tempatnya ada di pojok ruangan. “Sooyoung-ah.” panggil Sooyoung pada yeoja yang menghadap ke arah tembok membelakinganya. Sooyoung terlonjak kaget menoleh sekilas lalu segera membalikan kepalanya lagi bahunya bergetar ia sangat takut dan malu pipinya sudah seperti kepiting rebus. “omo! Kyuhyun-ah! waeyo? Kenapa bisa kau ada disini?” tanya Sooyoung tergagap tanpa membalikan badannya. Kyuhyun menatap heran punggung Sooyoung. ‘apa yang salah dengan gadis ini? Kenapa ia tak mau melihatku? Apa yang sebenarnya terjadi?’

“Gwenchanasaeyo?” tanya Kyuhyun sekali lagi ia benar- benar heran dengan sikap yeoja yang berubah drastis padahal tadi ia tak seperti ini. “na– na—naega? Nan Gwen-cha-na.” Jawab Sooyoung masih terdengar gagap dan takut, tanda tanya besar berada di benak Kyuhyun, sangat- sangat besar. Kesabarannya sudah diambang batas apalagi tadi kesabarannya sudah di pakainya untuk menghadapi kelambatan Yuri. “Sooyoung! Berbaliklah! Menatapku, dan katakan semuanya dengan jelas!” titah Kyuhyun suaranya sudah sedikit meninggi membuat Sooyoung sedikit ketakutan tetapi ia tak berani menuruti perintah Kyuhyun dan memilih untuk diam saja. Kyuhyun mencengkram bahu Sooyoung kencang membuat sang empunya meringis kesakitan lalu memutarnya. Mata Kyuhyun melebar secara sempurna melihat keadaan Sooyoung. Seragam Sooyoung yang awalnya bewarna kecoklatan karena tumpahan kopi menjadi bersih namun yang membuat Kyuhyun kaget setengah mati bukan karena noda itu, tetapi karena seragam Sooyoung bagian depan basah semua membuatnya menjadi transparan dan melembek memberi cetakan pada bagian lekukan Sooyoung dengan sempurna. Kyuhyun tak dapat berkata apa- apa pikirannya buntu untuk saat ini ludahnya serasa sangat sulit untuk di telan melihat pemandangan indah di depannya. Ia melihat semua yang dimiliki Sooyoung, ia tau bahwa tak seharusnya ia melihat itu tetapi bagaimana lagi? Ini semua adalah kesalahannya.

Seragam Sooyoung yang lembek membentuk badan Sooyoung yang begitu seksi dengan pinggul yang kecil, Kyuhyun dapat melihat perut rata Sooyoung karena seragam Sooyoung sudah transparan tentu saja mau tak mau Kyuhyun melihat dada Sooyoung yang ukurannya tak terlalu besar tapi juga tak terlalu kecil bagi Kyuhyun pas! terbalut rapi dengan bra bewarna hitam. Sooyoung sesungguhnya merasa risih, takut, dan malu menjadi satu dipandangi sedemikian rupa oleh Kyuhyun tapi bagaimana lagi? Tangannya begitu kaku untuk ia letakkan di depan dada untk menutupi ke-privasi-annya. Tetapi ia hanya bisa menunduk pasrah badannya lemas ia sangat- sangat pasrah dengan apa yang akan dilakukan Kyuhyun stelah melihat keadaannya walaupun jauh dalam lubuk hatinya ia begitu takut Kyuhyun akan melakukan macam- macam, tetapi di dalam hati Sooyoung yang paling dalam Kyuhyun bukanlah namja seperti itu. Ia tak mungkin melukai Sooyoung. Kyuhyun kembali ke alam sadarnya, ia tau keimanannya sudah mulai goyah dengan semua cobaan ini tapi ia harus tahan, ia tak mau menyakiti Sooyoung. Dengan gerakan yang sangat cepat Kyuhyun menarik Sooyoung kedalam pelukannya, memeluknya erat sambil sesekali mengelus pelan rambut dan punggung Sooyoung secara bergantian. Sooyoung yang menerima perlakuan lembut dari Kyuhyun menangis tersedu-sedu menumpahkan ketakutan yang sedari tadi telah menyelimutinya, ketakutan yang tak akan pernah terjadi. Kyuhyun sudah lupa akan kejadia semenit yang lalu, sekarang ia cemas melihat Sooyoung menangis tersedu- sedu di pelukannya. “uljima Sooyoung-ah, jebal..” mohon Kyuhyun berulang- ulang kali diselingi  dengan ciuman di dahi mulus Sooyoung yang ia lakukan juga berulang kali, pikirannya kalut memikirkan Sooyoung yang tak berhenti- berhentinya menangis.

‘Sooyoung-ha, jebal uljima.. apa aku melakukan kesalahan?? Tolohn jangan menangis, jika kau menangis entah mengapa hatiku ikut teriris melihat mu? Apa kau benci denganku setelah aku melihat semua yang ada padamu? Hatiku sakit Sooyoung melihatmu seperti ini..’ kata Kyuhyun yang pasti hanya tertahan sampai pada hatinya saja.

Sooyoung sudah tak menangis sekeras tadi sekarang hanyalah tersisa isakan-isakan kecil dari efek dari menangisnya tadi. ia tak mau melepaskan pelukan Kyuhyun, ia sangat nyaman berada di sisi Kyuhyun, hangat dari tubuh Kyuhyun menjalar ke tubuh Sooyoung membuatnya lebih merasa terlindungi. Tak biasanya ia begini, ia sama sekali tak merasa marah ataupun dilecehkan ketika mengingat kejadian beberapa menit yang lalu itu malah menyebabkan kecanggungan tersendiri bagi Sooyung jika dekat dengan Kyuhyun. Kyuhyun melepas pelukannya dari Sooyoung menjauhkannya beberapa senti darinya, tak tau kenapa terasa jauh di dalam hati Sooyoung maupun Kyuhyun terasa berat melepaskan pelukan hangat ini. “berhentilah menangis, kau leboh cantik jika tersenyum.” Hibur Kyuhyun memegang pipi chubby Sooyoung dengan kedua tangannya, mengusapkan kedua ibu jarinya lembut untuk membersihkan sisa- sisa air mata yang telah mengering di pipi Sooyoung. Sooyoung merasa pipinya memanas mendapat perlakuan dari Kyuhyun. Ia yakin bahwa pipinya sekarang sudah memerah seperti kepiting rebus, “aigo.. kyeopta!” gemas Kyuhyun mencubit pelan kedua pipi chubby Sooyoung dan menggoyang- nggoyangkannya. Sooyoung tak protes dengan perlakuan Kyuhyun, ini serasa mimpi baginya untuk dekat dengan Kyuhyun. “aishh.. sudahlah! Apa kau mau memamerkan tubuh seksimu itu padaku?? Ini pakau jaketku!” kata Kyuhyun pura- pura risih dengan pemandangan di depannya padahal ia sangat menikmatinya sembari melepaskan jaketnya dan menyodorkannya pada Sooyoung.

Sooyoung sadar bahwa dengan keadaannya segera menyilangkan tangannya di depan dadanya, lalu mengambir jaket Kyuhyun dan memakainya, menarik resleting jaketnya dengan sangat rapat. Jaket ini terlalu besar untuk badan mungil Sooyung, ani mana mungkin Sooyoung mungil? Bukankah Sooyoung tuh tinggi? Tetapi jaket Kyuhyun terlalu besar hingga menutupi roknya sehingga menurut Sooyoung penampilannya mirip pinguin sekarang. Ia tak yakin akan keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian aneh seperti ini, ia pasti akan menahan malu yang amat sangat. “kau yakin aku akan keluar dengan pakaian seperti ini?” tanya Sooyoung merentangkan kedua tangannya menilai penampilanyya yang benar- benar mirip penguin dengan lengan jaket yang kebesaran dan tentu jaketnya juga kebesaran apalagi jaket kulit Kyuhyun bewarna hitam. “gwenchana, kau tetap cantik walau berpakaian apapun.” Sanggah Kyuhyun memegang bahu Sooyoung lembut lalu mendorongnya pelan keluar dari kamar mandi.

B.L.U.S.H   (mianhe telat BLUSHnya)

Lagi- lagi wajah Sooyoung bersemu merah dengan perlakuan Kyuhyun dan juga kata- kata Kyuhyun barusan. Apakah ia salah dengar? Tapi ia yakin bahwa pendengarannya tak salah mendengar Kyuhyun memujinya cantik. Yuri dan Siwon menatap heran melihat penampilan Sooyoung dan juga Kyuhyun, terutama penampilan Sooyoung yang sangat aneh menurutnya. “Sooyoung-ah! Wae irae?” tanya Yuri ia heran melihat Sooyoung berpenampilan seperti penguin dan lebih herannya lagi Kyuhyun tak memakai jaket berarti tentu saja jaket yang dipakai Sooyoung adalah jaket Kyuhyun. “an-“ Sooyoung mau saja mengatakan tak ada yang terjadi tapi itu semua tak jadi ia katakan ketika Kyuhyun menyela pembicaraannya. “tadi baju Sooyoung basah, jadi terpaksa memakai jaketku.” Jelas Kyuhyun pura- pura tak peduli sembari mengangkat cangkir kopinya dan menyeruput kembali Americano-nya. Yuri kaget mendengar penjelasan Kyuhyun, basah? Bagaimana bisa? Bukannya tadi Sooyoung tak bermain air? Yuri membelalakan matanya ketika pikiran kotor atau bahasa sehari- harinya adalah Yadong menghampirinya. Ia telah berpikiran aneh- aneh dan terlalu jauh tentang Sooyoung dan Kyuhyun, ia segera menggeleng- nggelengkan kepalanya cepat membuang jauh- jauh pikiran yang aneh- aneh tentang Kyuhyun. *ga usah dijelaskan pikiran kotor apa, pasti readers tau sendirikan?? Hehehe #timpuk sandal sama readers*

“apa kau tak bosan begini terus? Mari kita jalan-jalan ke mall!” ajak Siwon semangat lalu bangkit berdiri pergi menggandeng tangan Yuri untuk pergi duluan. Sedangkan Sooyoung dan Kyuhyun hanya shock melihat mereka di tinggalkan begitu saja, “Mwoya! Ish! Jeongmalyo! Apa ia benar- benar akan mengajakku ke mall dengan pakaian seperti ini??!” stress Sooyoung mengacak- acak rambutnya frustasi. Kyuhyun sama halnya dengan Sooyoung. Ia juga terlihat shock dengan ajakan Siwon. Baru saja ia mendudukan pantatnya dikursi ini tak sampai satu menit, sudah di ajak pergi lagi?? Aigoo….

(***************************************************************************)

Entah sudah berapa kali Sooyoung menguap dan menyenderkan kepalanya ke jendela. Ia sekarang duduk di sebelah si pengemudi yang pastinya adalah Kyuhyun karena Siwon beralasan ia sudah lupa jalan-jalan Korea. Sedangkan Yuri dan Siwon sedang asyik melanjutkan obrolannya di jok belakang. Kyuhyun mendengus sebal ketika Siwon memintanya untuk menuju mall di daerah pinggiran kota Seoul yang terkenal mall baru. Kyuhyun tau jika mall di pinggiran kota Seoul itu adalah mall baru tetapi tak bisakah mereka pergi ke mall yang dekat-dekat saja? Lagipula mall di pusat kota Seoul malah lebih besar dan pastinya lebih lengkap. Benar-benar menyusahkan! Tak terlalu jauh tetapi berbeda (?) Sooyoung aslinya juga kesal dengan permintaan Siwon yang terlalu menyusahkan, apa ia tak tau jika Sooyoung kedinginan sekarang? Bajunya dan badannya basah terkena air lalu terkena AC mobil apalagi ia duduk di depan, ingin sekali Sooyoung merobek-robek muka Siwon tetapi ia juga bersyukur Siwon memilih mall yang agak jauh karna seragamnya sudah mlai mengering seiring dimakannya waktu. Butuh 2 jam perjalanan untuk sampai ke mall di daerah pinggiran kota Seoul itu. Mall itu terlihat sangat asing dimata Kyuhyun, Sooyoung, Yuri, dan Siwon. Berpulu-puluh pujian terlontarkan dari bibir Siwon dan yuri sedangkan Kyuhyun dan Sooyoung sama sekali tak bersemangat menatap mall yang menurutnya bentuknya itu terlalu abstrak (?) dan aneh. Mereka menginjakan kakinya di mall itu untuk pertama kalinya, mall itu sangat luas dengan berbagai stand yang menawarkan berbagai macam barang dagangan yang berbeda-beda. Sooyoung lebih memilih untuk mendengarkan musik dari MP3-nya dan mengamati setiap sudut mall ini, tak terlalu buruk. Tiba-tiba saja Sooyoung merasa kebelet kencing mungkin terlalu banyak minum saat di cafe tadi. sedangkan Kyuhyun berjalan menuju ke arah toilet dengan langkah yang sangat tergesa-gesa perutnya terasa melilit saat ditengah perjalanan tadi dan ia tahan sampai sekarang. Saat di depan pintu toilet Kyuhyun berpapasan dengan Sooyoung yang juga mau ke toilet, tanpa saling menyapa mereka masuk ke dalam toilet yang kosong untuk menyelesaikan urusannya sendiri- sendiri.

Sooyoung menggerak-gerakan kakinya dengan tidak sabaran. Ia sudah menunggu di depan toilet lelaki selama 15 menit tetapi Kyuhyun juga tak memperlihatkan batang hidungnya #namanya juga setan pasti ga kelihatan #PLLAAKK *digampar Kyuhyun… # Selain merasa kesal Sooyoung juga merasa malu dilihat orang. Mana ada yeoja mondar-mandir di depan toilet namja?? Sooyoung merutuki kebodohannya dengan menuruti Siwon dan Yuri. Yap! Ia disuruh menunggu Kyuhyun sedangkan mereka berdua berpamitan akan membeli minum terlebih dahulu dan mereka sampai sekarang juga tak kembali-kembali. Apa membeli minuman harus ke monas?? Kyuhyun terlonjakk kaget melihat Sooyoung yang berdiri membelakanginya dan menggerak-nggerakan kakinya tak sabaran. “Sooyoung-ah?” panggil Kyuhyun ia sangat takut jika salah orang akan lebih memalukan bukan? Sooyoung membalikan badannya menghadap Kyuhyun, mukanya merah karena marah bercampur dengan kesal, “YA! Kenapa kau lama sekali di dalam??!!” sembur Sooyoung keras, iasangat tak peduli jika ia sekarang menjadi pusat perhatian yang ia tau hanyalah ia berdiri seperti orang bodoh hanya untuk menunggu namja ini keluar. “Mianhe, tadi perutku melilit. Mungkin kebanyakan minum Kopi tadi.” jelas Kyuhyun halus, sangat halus. Kyuhyun kaget dengan perkataan yang baru saja ia lontarkan, sejak kapan ia menjadi halus begini? Bahkan dengan SeoHyun ia juga jarang sekali berbicara halus seperti ini. Sooyoung memutuskan untuk diam dan tak melanjutkan omelannya, ia juga sama kagetnya mendengar jawaban Kyuhyun yang tak marah dibentak tiba-tiba seperti itu atau tak terkesan dingin seperti pertama kali ia bertemu dengan Sooyoung. Sekarang malah terkesan lembut dan halus sama seperti nadanya saat di kamar mandi cafe tadi. Kyuhyun jadi kikuk sendiri menghadapi dirnya dan juga suasana yang tiba-tiba hening, “eh,.. Siwon dan Yuri eodi?” tanya Kyuhyun perlahan. Omo! Sooyoung baru ingat bahwa ia masih berada di depan toilet namja untuk menunggu kedatangan kedua sejoli yang sama-sama menyusahkan. “nan molla, ia berkata akan membeli minuman tetapi ia sudah 30 menit tak kembali.” Jawab Sooyoung melihat jam tangan di tangan kirinya. “emangnya mereka membeli minuman dimana sih?? Apa harus ke menara eiffel sekalian buat membeli minuman??” gerutu Sooyoung perlahan sembari mendengus kesal. Kyuhyun mendengar gerutuan Sooyoung hanya bisa tertawa kecil lalu mengajak  Sooyoung untuk jalan berdua saja.

-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`-`

“OMO!” kaget Sooyoung matanya berbinar-binar melihat sebuah kios di seberangnya kios creepes. Baunya sangat menggelitik hidung dan perut. Tanpa pikir panjan Sooyoung berlari menuju kios itu untuk membeli creepes, ia seakan lupa dengan Kyuhyun yang disebelahnya sedang berbicara pada Sooyoung atau mungkin sekarang ia berbicara sendiri? “kau mau makan apa Sooyoung-ah?? kau mau makan kimchi? Atau ramyun? Atau kimbap? Sushi Jepang? Sushi Korea?” tanya Kyuhyun tanpa menoleh ke arah Sooyoung, matanya sibuk membaca satu per satu kios makanan di sekelilingnya sampai-sampai tak sadar bahwa Sooyoung sudah hilang entah kemana. Mata Kyuhyun menangkap kios creepes di seberangnya dari kecil ia sangat suka sekali dengan creepes. Kyuhyun kaget melihat ada yeoja berpakaian seragam persis dengan seragamnya padahal seharusnya hanya ia, Yuri, dan… Sooyoung? Rambutnya panjang bergelombang, rambut Yuri tidaklah bergelombang. Kulitnya putih dengan rok mini yang memperlihatkan jelas kakinya yang jenjang nan indah. Omo! itu Sooyoung! Tapi bukankah Sooyoung ada di sebelahnya? Kyuhyun menolehkan kepalanya tapi ia sama sekali tak menemukan wujud Sooyoung lalu ia kembali mengamati kios creepes dan yeoja itu sudah hilang. Aku yakin itu Sooyoung! Tapi kemana anak itu? Bukannya ia awalnya ada di kios creepes itu? Tapi kok sekarang sudah tak ada? Apa ia setan? “aigo Kyuhyun-ah!” suara yeoja dari belakang memangilnya. lagi-lagi Kyuhyun kaget lalu melihat ke yeoja yang memanggilnya dan mendapati Sooyoung tengah berlari kecil kearahnya membawa dua creepes di masing- masing ditangannya. “nih buat kamu. Rasa Keju!”

Kyuhyun makin bingung dengan keberadaan Sooyoung yang tiba-tiba ada di dekatnya. Ia membawa creepes bukan? Berarti yang di kios tadi benar dirinya,tetapi ia sedari tadi menghadap kearah kios itu aliask ke depan tetapi Sooyoung munculnya dari belakang? Masak ia harus berputar dulu? Kenganjalan lainnya, apakah Sooyoung itu Superman? Bagaimana ia bisa berjalan dan menghilang secepat kilatan cahaya? Aigoo.. nan jeongmal molla!, pikir Kyuhyun. Kyuhyun mengambil alih creepes yang disodorkan Sooyoung lalu memakannya beberapa gigitan tanpa mengalihkan pandangannya dari Sooyoung yang juga sedang asik memakan creepesnya. “neo.. bagaimana kau tau aku menyukai creepes rasa keju?” tanya Kyuhyun penuh selidik, sedangkan Sooyoung malah tetap asik-asiknya menyantap creepesnya. “pabo.. bufkannya kauf dafri kefcil sufka mafkan cfreepes?” tanya Sooyoung dengan penuh makanan di mulutnya. “YA! Kunyah dulu makananmu itu! Dasar pabo!” maki Kyuhyun sebenarnya di dalam benaknya penuh dengan berbagai pertanyaan. Bagaimana bisa Sooyoung tau jika Kyuhyun menyukai creepes Keju? Sedangkan Seohyun yang notabe-nya adalah yeojachingu resmi Kyuhyun saja tak tau. “Kyuhyun-ah! disana ada restoran Prancis. Kajja! Aku lapar!” ajak Sooyoung menarik sebelah lengan Kyuhyun. Kyuhyun kaget dengan perlakuan Sooyoung, ani lebih tepatnya dengan perut Sooyoung! Ia melihat Sooyoung sudah tak lagi memegang creepes sedangkan ia? Setengahnya saja masih belum habis kok! Mereka sekarang sudah duduk di restoran Prancis itu. Kyuhyun sama sekali tak berselera makan karna makanan kesukaannya sudah ada di pegangannya. Kyuhyun memilih tak memesan dan menghabiskan creepesnya sambil menunggu Sooyoung yang sedang makan. Mata Kyuhyun hampir saja keluar dari tempatnya melihat cara makan Sooyoung yang begitu serakah, apakah benar ia seorang yeoja? Atau hanya yeoja jadi-jadian saja? Segera ditepis pikiran itu jauh-jauh mengingat kejadian tadi saat di kamar mandi cafe. Ia melihat ‘bagian dalam’ tubuh Sooyoung. Kyuhyun ingin membuang jauh-jauh pikiran yadong itu tapi sayangnya ia tak bisa.

“Sooyoung-ah! seberapa besar perutmu? Kau sudah berapa kali makan hari ini?” tanya Kyuhyun polos. Sooyoung hanya bisa nyengir mendengar perkataan Kyuhyun, “apa kau tak tau jika aku adalah seorang shiksin? Dan aku menyukai itu!” jawab Sooyoung dengan bangga-nya. Kyuhyun juga heran melihat pola makan Sooyoung yang rakus sekali, sama sekali tak sebanding dengan tubuh Sooyoung yang menurutnya sempurna. Bagaimana bisa ia menjaga tubuh agar bagus seperti itu dengan cara makan yang tak tau aturan begitu? “Sooyoung-ah, apa kau berolahraga? Bagaimana bisa kau menjaga tubuhmu agar tak gendut?” tanya Kyuhyun perlahan. Sooyoung menjawabnya juga dengan sabar, “Aniyo, aku tak suka olahraga. Hanya saja aku tumbuh selalu keatas makannya aku sekarang tinggi sekali dan sisanya berlari menuju pipi ku.” Kyuhyun hanya bisa ber-oh ria dan mengangguk tanda mengerti. Makin lama ia makin tertarik dengan Sooyoung, pribadinya tak seperti yeoja mantan-mantannya dulu yang terlalu ketat dalam hal makan untuk menjaga tubuh indah mereka sampai-sampai mereka rela habis makan ia langsung membuangnya dengan cara dimuntahkan –cara orang Taiwan menjaga tubuh- dan kau tau betapa risihnya aku dengan kebiasaan menyebalkan mereka? Iuhh… *lebay*

+_+_+_+_+_+_+_

“apa kau sudah berhasil menghubungi Yuri?” tanya Kyuhyun pada Sooyong yang masih sibuk dengan handphone yang berada di tangannya. Ia resah karna semua telfonnya tak diangkat oleh Yuri begitu pula dengan smsnya yang selalu saja pending. Kyuhyun dan Sooyoung sekarang tengah berada di tempat parkir mall tadi, mereka juga tak meliuhat mobil Siwon yang terpakir, apa mereka sudah pulang duluan ya? “aniyo, Hp Yuri mati sedangkan Siwon aku tak mempunyai nomor Hpnya.” Kata Sooyoung pasrah, hari sudah menjelang malam matahari sudah perlahan-lahan kembali persembunyian. Besok ia harus sekolah dan karna mereka hari ini membolos tas mereka masih berada di sekolah dan mereka juga harus menanyakan tugas apa untuk besok. Aish.. sial! Mata Sooyoung berbinar melihat pemandangan indah di depannya. Ia sama sekali tak menggubris Kyuhyun yang masih asik nyerocos dari tadi. “YA! Kau tak mendengarkanku?” kesal Kyuhyun setelah merasa bahwa ia dari tadi sama sekali tak di anggap oleh makhluk yeoja disebelahnya. “Kyu-ah! aku lapar.” Kata Sooyoung tanpa menoleh pada Kyuhyun. Segera Sooyoung jalan menyebrang jalan seenaknya tanpa memedulikan banyak kendaraan yang mulai membunyikan klakson sebagai tanda protesnya karna tingkah teledor Sooyoung. “YA! Sooyoung-ah! hati-hati! Aishh..” teriak Kyuhyun tak didengar oleh Sooyoung yang sudah sampai diseberang jalan. Kyuhyun menyusul Sooyoung sambil membungkuk meminta maaf atas perbuatan ceroboh seorang Choi Sooyoung.

“YA! Micheosseo? Apa kau mau mati,huh? Sudah bosan hidup?” bentak Kyuhyun meluap-luap pada Sooyoung lagi enak-enakan makan kimbap di sebuah kedai pinggir jalan. Entah karna apa Kyuhyun marah sekali dan merasa cemas dengan keadaan Sooyoung. Bagaimana jika ia sampai tertabrak mobil? Bagaimana jika ia sampai masuk rumah sakit? Lebih parahnya bagaimana jika ia lupa ingatan dan melupakan Kyuhyun? Atau lebih parahnya ia akan koma? Membayangkannya saja Kyuhyun sudah tak bisa. Belum sempat Sooyoung menjawab, Hp Kyuhyun sudah berbunyi duluan menandakan ada seseorang yang menghubunginya. Kyuhyun merogoh saku celananya lalu mengangkatnya tanpa melirik nama penelfonnya karna ia masih dibawah kendali kesal.

“Yoboseyo!” jawab Kyuhyun dengan agak kesal

“oppa? Gwenchana? Kenapa kau marah padaku? Apa aku mengganggumu?” tanya seorang yeoja dari seberang telfon dengan suara lembut khas anak kecil.

“oh, mianhe Seohyunnie.. aku tak marah padamu hanya sedikit sibuk. Mianhe” Sooyoung tersentak mendengar nama itu disebut oleh Kyuhyun. Bagaimana bisa ia lupa jika Kyuhyun sudah mempunyai yeojachingu? Seharian ini ia lupa bahwa Kyuhyun mempunyai yeojachingu dan selalu menganggap Kyuhyun namjachingunya. Betapa bodohnya Sooyoung! Ternyata ia terlalu terbuai dengan semua perhatian Kyuhyun yang membuatnya mabuk bukan kepayang. Ia telah dibutakan dengan perhatian Kyuhyun. Hatinya sesak mengingat itu, ia merasa bahwa ialah yeoja paling menyedihkan di dunia ini hingga dengan PD-nya menganggap sahabat lamanya adalah namjachingunya. Apa ia sebegitu menyedihkan? Mata Sooyoung berkaca-kaca hendak mengeluarkan air mata lagi tapi ia tak boleh menangis di depan Kyuhyun!

“guraeyo? Kalau begitu lanjutkan dulu oppa. Tasmu sudah ku bawa pulang ke rumahmu oppa.”

“jeongmalyo? Hoowwaaa… jeongamal gomawo chagiya.. you’re the best!”

“nde.. anneyeong oppa.. saranghaeyo!”

“ne, nado saranghaeyo chagiya…”

Kyuhyun memutuskan hubungan telfon duluan lalu kembali menatap kesal pada Sooyoung yang masih asik-asikan makan tanpa memedulikannya. “YA! Jawab pertanyaanku tadi! apa kau begitu bosan hidup? Hingga mau mengorbankan dirimu? Apa kau mau mati sekarang?” bentak Kyuhyun keras semua orang di kedai itu heran menatap Kyuhyun yang sedang kalap dengan seorang yeoja. Sooyoung semakin kesal dengan perbuatan Kyuhyun yang sok perhatian dan sok ngatur Sooyoung. “keundae, apa urusanmu, huh?! Kau mencemaskanku,eoh? Tidak bukan?” jawab Sooyoung sengit. “gur

ae! Aku mencemaskanmu Nona Choi! Kau adalah tanggung jawabku dan ak-“

“KEUMANHAE!!! JANGAN PERNAH MENGATUR HIDUPKU!! WAEYO??!! MENGAPA KAU MENCEMASKANKU?? MENGAPA KAU TAK MENGKHAWATIRKAN SAJA YEOJACHINGUMU  ITU?! AKU BUKANLAH YEOJA LEMAH YANG SELALU HARUS KAU CEMASKAN! DAN AKU BUKANLAH TANGGUNG JAWABMU!! TANGGUNG JAWABMU ADALAH SEOHYUN!” Bentak Sooyoung meluapkan semua kekesalann

ya hari ini. Ia menggebrak meja dan meninggalkan uang di atas meja yang entah sejak kapan sudah ada di genggaman Sooyoung. Lalu dengan cepat meninggalkan kedai itu dengan sedikit berlari agar air matanya tak terlihat. Kyuhyun tak tinggal diam, ia berlari mengejar Sooyoung yang sudah jauh di depan. Dengan langkah lebar Kyuhyun mengejarnya, mencekal tangannya dengan kuat-kuat. Sooyoung mencoba melepas genggaman Kyuhyun tapi semuanya sia-sia, genggaman Kyuhyun terlalu kuat untuk Sooyoung lepaskan sampai-sampai membuat pergelangan tangan Sooyoung memerah. “aahh.. Appaseo..” ringis Sooyoung kesakitan tapi Kyuhyun tak melonggarkan genggamannya karna Sooyoung masih mencoba melepaskan tangannya. Lama kelamaan genggamannya longgar seiring Sooyoung yang mulai pasrah dan tak melawan lagi.

“NAN JEONGMAL SHIREO! NEO NAPPEUN NAMJA! DASAR NAMJA BUAYA! SUKA MEMPERMAINKAN PERASAAN ORANG! BAGAIMANA

BISA KAU MEMBERI HARAPAN PALSU PADA SEORANG YEOJA KECIL POLOS?! KENAPA KAU BEGITU TEGA DENGAN YEOJA ITU?! IA MASIH BELUM MENGERTI ARTINYA CINTA! IA TELAH BERKORBAN BERTAHUN-TAHUN TAK MENERIMA SEMUA CINTA YANG DATANG PADANYA DEMI MU! NAPPEUN!! NAPPEUN SARAMIYA!”

Kyuhyun tak mengerti perkataan Sooyoung yang mulai ngelantur tak karuan. Siapa yang dimaksud yeoja kecil itu? Siapa yeoja yang berani mengorbankan perasaannya demi dia? Kenapa ia sama sekali tak tau? Kyuhyun menepis semua pertanyaan itu dari benaknya, mungkin saja itu hanyalah Sooyoung yang sedang marah sekarang jadi omongannya mulai tak bisa diatur. Sooyoung sudah mulai mirip orang gila yang berteriak-teriak di pinggir jalan yang

sukses membuat semua orang memerhatikan mereka. Sooyoung maupun Kyuhyun sama sekali tak memedulikan orang sekitar yang melihat pertengkaran mereka sebagai tontonan gratis yang seru. Mereka hanya berfikir perasaan mereka masing-masing hingga merasa dunia ini hanya ada Kyuhyun dan Sooyoung tak ada yang lain.

“AKU BENCI PADAMU KYUHYUN-AH! AKU BENAR-BENAR BENCI DIRIMU! KAU BENAR-BENAR JAHAT! LEBIH JAHAT DARI IBLIS! KAU TEL—“

Teriakan Sooyoung terhenti  kerika merasakan ada sesuatu yang basah tapi lembut menempel di bibirnya. Kyuhyun tanpa pikir panjang, tanpa

memedulikan keadaan sekitar dan tanpa ba-bi-bu-be-bo langsung saja mencium bibir Sooyoung berharap akan meredakan emosi Sooyoung melumatnya kasar. Kedua tangan Kyuhyun berada di kedua pipi Sooyoung agar ciumannya semakin dalam. Sooyoung hanya pasrah diperlakukan seperti itu tak ada penolakan ataupun balasan, air mata Sooyoung terus mengalir semakin deras. Kyuhyun menyadari Sooyoung menangis tapi ia tetap tak melepaskan ciuman itu. Akal sehat Sooyoung maupun Kyuhyun entah pergi kemana, mereka melakukan itu karna suruhan hati kecil mereka. Jelas saja, tindakan berani Kyuhyun membuat masyarakat disekitarnya makin tertarik melihat mereka berdua. Mulai bosan dengan bibir Sooyoung, Kyuhyun mencoba menerobos masuk ke dalam mulut Sooyoung dengan mendorong lidahnya, sama seperti tadi Sooyoung tetap tak memberi penolakan membuat lidah Kyuhyun dengan mudah dan cepat sudah masuk dan menjelajahi mulut Sooyoung. Di absennya satu-satu gigi Sooyoung dengan lidah

nya, di ajak bermainnya benda tak bertulang milik Sooyoung untuk bermain sebentar. Kesadaran Sooyoung sudah kembali sedikit demi sedikit hingga ia sadar bahwa perbuatan mereka sekarang itu salah besar!

Sooyoung melepaskan ciuman dan pelukan Kyuhyun secara paksa. Tapi Kyuhyun malah makin erat memeluk Sooyoung, ciumannya yang awalnya lembut berubah menjadi kasar dan penuh nafsu. Kyuhyun menyedot bibir bawah Sooyoung dengan sangat kencang membuat sang empunya sedikit mendesah. Kyuhyun mulai bermain sedikit kasar hingga membuat bibir Sooyoung berkedut mungkin besok bibir itu akan membengkak di buatnya. Wajah Sooyoung sudah campur aduk tak karuan, wajahnya merah padam menahan emosi dan kemarahan. Pemberontakan Sooyoung sama sekali tak berpengaruh dengan Kyuhyun yang lebih kuat, mau tak mau ia harus bermain cukup kasar.

PPLLAAAKK……

Tamparan keras mendarat di pipi kanan Kyuhyun hingga membuatnya melepaskan ciumannya dan memegang pipinya yang merah karna tamparan keras. Sooyoung mundur menjauh beberapa langkah, air matanya kembali jatuh dengan kerasnya. “NAPEUN SARAMIYA!” teriak Sooyoung untuk terakhir kalinya sebelum ia menghentikan taxi dan memutuskan untuk meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa berdiri mematung.

Kyuhyun POV

“NAPPEUN SARAMIYA!” teriak Sooyung, ia langsung menghentikan taxi dan meninggalkanku sendirian yang mematung disini. Masih teringat j

elas wajahnya tadi yang penuh dengan air mata, aku menyesal telah membuatnya menangis. Ciuman itu benar-benar di luar kendaliku. Hati kecilku berkata untuk melakukan itu, jujur saja itu bukanlah ciuman pertamaku tapi itu adalah ciuman termanis yang pernah kurasa. Bibir Sooyung sama seperti sebuah anggur yang asam-asam bercampur manis dan dapat membuat semua yang merasakannya ketagihan. Aku memegang bibirku yang masih terasa hangat sekali, bahkan rasa bibir Sooyoung masih terasa jelas di lidahku. Aku ingin sekali menciumnya lagi. Bibir manis itu benar-benar membuatku ketagihan, karna bibir itu juga yang membuatku mabuk kepayang.

JLEDER~!

Suara petir menggelegar dengan kerasnya tapi itu tak membuatku beralih dari tempat kenangan terindahku bersama Sooyoung. Suara petir itu disusul dengan turunnya hujan yang sangat deras mengguyur tubuhku, membuat badanku menjadi basah kuyup. Ku taruh tangan kananku di dada sebelah kiriku merasakan jantungku yang berdetak tak seperti biasanya. Perlahan ku pejamkan mataku merasakan hatiku yang terasa hampa sekaligus sakit sepeninggalan Sooyoung. Benar kata Donghae. Aku mulai menyukai Sooyoung, aku tak mau menyangkal kenyataan karna itu sama saja dengan memb

ohongi diriku sendiri. Ku buka kedua mataku lalu berteriak sekeras mungkin walau ku yakini ia tak akan mendengar teriakan ku ini…

“SOOYOUNG-AH! JOHAHEYEO!”

Sooyoung Side: Sooyoung POV

Kau apakan aku Cho Kyuhyun?! apa tak cukup kau membuatku cemburu dengan kedekatan mu bersama Seohyun? Apa tak cukup kau kembali kehidupanku lagi yang membuatnya tambah jungkir balik seperti ini? Waeyo?! Mengapa kau menciumku tadi?! Ciuman tadi masih terasa jelas di bibirku, aku suka di perlakukan seperti itu oleh Kyuhyun. tapi percuma bukan jika Kyuhyun melakukan itu tanpa mencintaiku? Apa ia juga ingin memberikanku dan

membuatku percaya dengan harapan kosong yang ia berikan? Air mataku terus mengalir tiada henti, tak bisakah Kyuhyun hanya untukku? Tanpa ada Seohyun atau yeoja lainnya? Apakah aku tak pantas untuk dicintai seorang Cho kyuhyun? aku tau jika ia sempurna sedangkan aku tidak. Namun aku juga butuh untuk dicintai..

JLEDER~!

Suara petir yang begitu mengerikan datang malamn ini bersama dengan hujan yang sangat deras. Bagaimana Kyuhyun sekarang?? Apakah ia kehujanan? aku menerawang jauh menatap jendela dengan terus beruraian air mata tanpa ku hapus jejaknya sedikit pun. Ku biarkan air mata itu jatuh bersama dengan hujan yang deras ini. Aku tak menghapusnya karna aku ingin memberitahukan kepada dunia bahwa aku rapuh dan tak bisa hidup baik tanpa Kyuhyun. aku menaruh tangan kananku tepat di jantungku lalu menutup mata,

merasakan rasa perih yang sangat menusuk jantung ini. Setelah beberapa saat merasakan rasa sakit itu, aku mulai membuka mataku. Dengan kesadaran penuh aku menggumamkan sesuatu yang ingin kusampaikan pada kyuhyun walaupun aku yakin aku tak bisa.

“Kyuhyun-ah,, Saranghaeyo..”

TBC or END~

Anneyeong Readers! Mianhe baru post nih fanfic,,.. karna author harus UAS selama se-minggu jadi dilarang keras sama eomma dan appa author buat main laptop dan harus fokus ke pelajaran. Dan syukur pada Tuhan, nilai

author bagus-bagus semua tak ada yang di bawah KKM.

Mianhe for typo atau ff jelek atau rada-rada gaje.

Mianhe di part ini Seohyun sama Changmin-nya tak terlalu ambil peran. Karna memang otak author sama sekali tak ada ide buat memunculkan mereka dalam part ini. Mungkin di lain part mereka baru dapet bagian.

Kyuhyun udah mulai suka nih! Lalu apakah cinta mereka dapat bersatu? Tunggu Part selanjutnya! ^0^

Jangan lupa buat RCL ya!!

Kamsahamnida~

59 thoughts on “Love You My Cho Kyuhyun (Part 4)

  1. Wahhhhh…..daebakkk chingu……jgan END dlu donk jdny endingny gantung…..g rela klo kyuyoung g bersatu………dtggu part nextny………..

    • hahaha.. kalo END sih Readers terusin sendiri ya..?
      berkhayal-khayal sendiri, di sambung-sambungin sendiri.. hehe #ditendang readers

      hahha.. Gomawo for Comment ya.. Yang sabar ya Tunggu next part-nya.. 😀

    • kalo Soo kan udah suka dari dulu chingu.. xD
      Sekarang giliran Kyu yang mulai suka.. hehhehe

      Gomawo for comment.. tunggu part selanjutnya ya.. 😀

    • Aku juga paling suka buat part ini..
      Cameo yang muncul cuma dikit-dikit aja.. hehehe.. 😀
      fokus banget ke KyuYoung-nya.. hehehe

      Akhirnya cinta Sooyoung tak bertepuk sebelah tangan, hehehe… 🙂
      Gomawo for comment and Keep waiting ya.. 😀

    • Omo.. Ada yang suka toh sama nih FF?? hehehe..
      padahal ini FF abal-abal’an. hahah, Kyuppa lama banget ya sukanya??
      Part 4 aja baru suka.. huft..
      hehehe.. Diusahakan bakal cepet.. Gomawo for Comment

    • hahaha.. Iya Eon.. TBC kok.. karna banyak yg minta TBC dari pada END~
      Endingnya KyuYoung harus bahagia?? Gimana ya?? hehe
      Tunggu aja part selanjutnya ya..!

      Gomawo for Comment.. 😀

  2. mreka ciumqn di dpn umum, jdi tontonan gratis pula #hahahaha
    kyuhyun udh mulai nyadar klo dy suka sama soo …
    ditunggu klnjutannya … 🙂

  3. akhirnya kyu sadar jg sama perasaannya sendiri X-(. tp kasar si kyu!!! shrsnya klo mau nyium jgn kyk gitu, apalagi abis tlpnan sm seo -__-
    ayo lah cepetan saling ungkapin perasaan

  4. omo..ciuman hot di jalan di depan umum…….benar3 nie kyuppa..nekat bner…………

    kyuppa udach kecanduan ma bibirnya sooyoung…

    next ya………………………..

  5. Hua…
    Lucu…
    Lucu bgt, q ska bgian nie nya… Pha lge saat bju Sooyoung bsah… Ktawa sndri q d bwtny…

    OMG…
    Q mw jga d0nk d’cium ama Oppa Kyuhyun…

    Author, cpat lnjutin d0nk…
    Cpat, update klat y0w… Aws law gk,… ;->

  6. aigo aku suka bgt part ini coz bnyk kyuyoung moment’a aplg pas kyu nyium soo aku suka bgt…cepat dilanjut chingu

  7. Aigoo keren ffnya!
    Lanjut ya thor..!
    Uwahh kyuppa nekat nyium so unni!? Aigoo–“saking senengnya nyium soo unnie sampe ketagihan emangnya bibir soo unnie minuman sama makanan apa?? Sampe ketagihan:D
    daebak thor ffnya seru di tunggu ya next partnya:)
    thank’s!:)

  8. siwon mencurigakan banget wkwkwk xD
    SiFany! authornya SiFany Shipper ya ? hehe x))
    duh masa kyu ga ngerti siapa yeoja kecil yg mengorbankan perasaannya untuk dia -_-
    kyaaa kisseu di tengah umum ❤ kyu berani banget ya haha.__."
    pokoknya endingnya kyuyoung harus happy ya thor :")

  9. Wahh,, sifany juga ad!!
    Jadi makhluk abstrak yg bernama max itu changmin y?? Kok blum terungkap thor??
    Tpi bagus kok!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s