[Freelance] My Love Is Never Die

내 사랑은 결코 다이 (My Love is Never Die)

Title :  내 사랑은 결코 다이 (My Love is Never Die)

Author : kikyfjr-twinkle103(@kiky_0818)

Main cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Other cast :

  • Seo Joohyun (SeoHyun)
  • Kim Kibum (Key
  • Lee Sunkyu
  • Victoria Song

Song :

  • Super Junior – Let’s not
  • BoA – My only one

Genre : Sad, Romance

PG : 16

 NOTE FROM KYUYOUNGCHILD

No More Siders please! Sebagai admin disini saya merasa gak enak sama freelance yang ngepost ff nya disini . Meskipun viewersnya banyak,yang memberikan koentar hanya sedikit. Jangan lakukan itu lagi. Cukup saya saja yang anda jadikan korban Sider. Please,kalian hanya membaca kan? Hargailah semua author disini^^

~~~~~~~~

Author pov

Konon ketika seseorang dalam keadaan yang amat sulit dalam hidupnya, ia akan melakukan hal yang tak pernah terpikirkan olehnya. Bisa saja hal itu adalah suatu hal yang membahayakan bagi dirinya misalnya saja percobaan bunuh diri. Memang benar, jika kita memiliki masalah yang mungkin sangat sulit bahkan benar benar sangat sulit untuk dihadapi. Terkadang, kita bisa memilih cara yang sangat ekstrim untuk mengakhiri semua masalah itu. Begitu pula dengannya. Ia ingin sekali mengakhiri hidupnya daripada harus melihat seseorang yang dicintainya pergi meninggalkannya dan lebih memilih orang lain dibanding dirinya. Sungguh miris memang. Tapi apa daya, saat ini ia memang tengah mengalami masalah yang sangat miris itu.

Seorang yeoja tengah berjalan melewati malam yang dingin. Banyak sekali daun-daun berterbangan seiring dengan malam yang dingin dengan angin yang cukup bisa membuat yeoja itu menggigil kedinginan. Choi Sooyoung, melangkah dengan perlahan melewati angin yang menerpa tubuhnya itu. Ia berusaha keras terus berjalan melewati malam yang dingin . Ia mengeratkan jaketnya. Tapi, kondisinya saat ini..ani..lebih tepatnya perasaan hatinya saat ini sangat kacau dan itu membuatnya terus terus dan terus berpikir tentang itu. Tak terasa olehnya, air matanya kini mengalir dari pelupuk matanya membasahi pipinya.

***

Sooyoung pov

Aku berjalan lunglai melwati malam yang dingin ini. Kueratkan jaketku mencoba agar badanku tetap hangat. Seoul malam ini begitu ceria, banyak sekali lampu-lampu di berbagai toko dan lampu-lampu jalan yang masih menghiasi kota Seoul. Tapi, tidak dengan hatiku. Entahlah, aku benar-benar tak tau apa yang harus kulakukan saat ini. aku bingung, aku sedih, aku kecewa. Rasanya semua itu bercampur aduk dalam hatiku saat ini. Entahlah, aku bahkan sekarang berpikir bahwa lebih baik bunuh diri sekarang juga daripada aku harus terus melihatnya bersama dengan wanita yang ia pilih. Miris sekali bukan? Cih aku sedih, kecewa padanya. kenapa dia bisa meninggalkanku begitu saja sesuka hatinya? Ia lebih memilih wanita itu dari pada aku? Kalian tau, aku sangat mencintainya. Bahkan melebihi siapapun di dunia ini. Aku rela melakukan apapun untuknya. Hari ini, aku baru saja menghadiri pernikahannya. Air mataku kembali turun. Entah sudah berapa kali aku mengeluarkan tangisan ini. kupikir sejak ia meninggalkanku. Awalnya kukira hubungan kami akan terus berjalan lancar. Kami saling mencintai, tentu.  Tapi, suatu ketika entah darimana ia memiliki keberanian untuk membentakku dan bilang padaku bahwa ia hanya mempermainkanku saja. Aku mengingat kembali masa dimana aku masih bersamanya hingga pada akhirnya ia memilih yeoja itu. Sakit sekali, kalian tau?

FLASHBACK

Sooyoung pov

“Sooyoung, ppali! Namjachingumu sudah menunggumu dilluar.” Teriak eommaku. Aku mendengar itu segera turun dan menghampiri Kyuhyun yang sudah menungguku sedari tadi. Kulihat ia bersandar pada mobilnya dan melipat kedua tangannya di dadanya. Aigoo, maafkan aku kyuhyun-ah.

“mianhae Kyuhyun-ah, tadi aku ada masalah sedikit di kamarku. Hehehe” ucapku sambil mengeluarkan senyum terhangatku padanya. Kuharap Kyuhyun memaafkanku.

“hmm..bagaimana ya? Aku harus memaafkanmu atau tidak? Karena kau sudah membuatku menunggu lama, aku jadi ragu aku untuk memaafkanmu.” Ucapnya padaku.

“sebagai gantinya kau harus memberiku sesuatu karena kau telah membuatku menunggu lama disini.” Pintanya.

“aish, yasudah kau mau apa? Tanyaku padanya. kulihat dia mengeluarkan evil smilenya itu padaku. Ada apa dengannya? Kenapa senyumannya itu membuatku bergidik ngeri padanya? Sebenarnya apa yang mau ia minta dariku?

“ya! Cepatlah. Kita bisa terlambat ke kantor. Kau, kan ada ra—“ omonganku terputus seketika karena Kyuhyun sudah membungkam bibirku dengan bibirnya cepat sebelum aku berbicara panjang lebar padanya. aish, benar kan anak ini macam-macam padaku.  Aku mencoba melepaskan ciumannya itu. aku terus mendorongnya menjauh dariku. Nihil, tenaganya lebih kuat menahanku. Lama-kelamaan aku pun membalas ciumannya. Kukalungkan kedua tanganku di lehernya. Dapat kurasakan sekarang ini dia sedang mengeluarkan evil smilenya itu disela-sela ciuman kami. Aku pun mencoba menikmati ciumannya itu. Tunggu, jam berapa sekarang ini? aish, lihatlah ini sudah terlambat.

“Kyuhyun-ah, kita sudah terlambat. “ ucapku disela-sela ciuman kami. Mendengarku berbicara seperti itu, ia melepas ciumannya dan menatapku kaget.

“Benarkah?” tanyanya padaku. Aku mengangguk cepat. Kutunjukkan jam ku padanya. Melihatnya ia segera membukakan pintu mobil untukku. Ia segera masuk ke mobil dan melajukan mobilnya.

“Kyuhyun-ah, hari ini ada rapat dengan dewan direksi jam 8” ucapku. Kyuhyun melirik kearahku sekilas sambil tetap fokus pada kemudinya. “Sekarang jam berapa?” tanyanya. Kulirik jam tangan ditanganku. Ommo! 5 menit lagi.

“KYUHYUN-AH! 5 MENIT LAGI RAPAT DIMULAI!” ucapku padanya.  Dia menoleh kearahku. “MWO?” ucapnya kaget padaku. Ia segera menancapkan gasnya lebih cepat.

“ya! Kyuhyun-ah. Pelan-pelan”

“ya sooyoung-ah kenapa kau tidak memberitahuku kalau hari ini ada rapat dengan dewan direksi?” tegurnya. Mwo? Apa katanya? Aku sudah memberitahunya kemarin! Kenapa dia menyalahkanku sekarang. Aish dasar kyuhyun babo! Ini semua gara-gara kau pake acara menciumku lama tadi! Cish, menyebalkan.

***

Author Pov

Sesampainya mereka di kantor, sooyoung dan kyuhyun segera turun dari mobil dan segera menuju ke ruang rapat.  Di dalam lift sooyoung repot dengan berkas-berkas yang ia pegang. Lift sudah berhenti pada lantai 10. Mereka berdua pun keluar dari lift. Kyuhyun berjalan di depan sambil merapikan pakainnya serapih mungkin. Dibelakangnya Sooyoung berjalan agak menjauh karena ia tahu bahwa nanti pasti Ayah Kyuhyun akan mengiranya datang bersama ke kantor. Ayah Kyuhyun pasti mengetahui hubungannya dengan anaknya itu. Ia sangat tidak menyukai Sooyoung. Entah alasan apa yang mendasarinya untuk tidak menyukai Sooyoung. Terlihat dari mata Sooyoung bahwa Kyuhyun sudah memasuki ruang rapat itu. Sekarang giliran Sooyoung untuk masuk ke ruang rapat itu. Ia terlihat mencoba bersikap tenang. Ia menghembuskan nafas panjang sebelum ia benar-benar memasuki ruang rapat itu.

-SKIP ACARA RAPAT-

“Baiklah, terima kasih atas perhatian kalian semua. Dan maaf atas keterlambatanku tadi.” Ucap Kyuhyun tegas pada semua orang yang ada dalam rapat itu. Sooyoung yang melihatnya terlukis senyum tipis di bibirnya. Selesai rapat itu berlangsung, Sooyoung lebih memilih segera ke ruang kerjanya. Sementara Kyuhyun masih tetap di posisinya.

“Kyuhyun-ah”. sapa Ayah Kyuhyun pada Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari panggilan ayahnya segera menengok kearah orang tuanya itu.

“Waeyo, abeonim?” tanyanya penuh arti.

“Kau masih bersamanya?” tanya Ayahnya yang membuat Kyuhyun seketika tak mengerti.

“ne?” Tanya kyuhyun. ayahnya melanjutkan pembicaraannya lagi. Sementara Kyuhyun melanjutkan membereskan kertas-kertas yang ada di mejanya. “Sooyoung” Ucap Ayah Kyuhyun. Kyuhyun memberhentikan kerjanya. Ia kembali menatap ayahnya itu serius.

“Apa kau masih bersamanya?” tanya Ayah Kyuhyun lagi pada anaknya itu.

“Ne, abeonim” jawabnya. Terdengar dengusan kesal dari Ayah Kyuhyun.

“Neon jeongmal—“ ucapan ayahnya terhenti karena Kyuhyun memotong pembicaraannya.

“Aku mencintainya ayah. Kau tak bisa melarangku untuk menjauh darinya.” Ucap kyuhyun. Kyuhyun segera memasukkan kertas-kertasnya ke dalam tasnya dan segera pergi meninggalkan ayahnya yang masih pada tempatnya.

“Anak kurang ajar” cetus ayah Kyuhyun. Ia memegang tengkuk kepalanya yang terasa sakit baginya.

“hash! Baiklah, kita lihat saja seberapa bisa aku melarangmu.”

***

Sooyoung tengah berkonsentrasi di depan meja kerjanya. Ia menatap lurus kearah komputer yang ada di mejanya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia melihat kearah ponsel disampingnya itu. Sebuah pesan masuk tertera di layarnya. Ia mengetuk layar ponselnya itu. Kemudian ia membaca pesan masuknya.

<Kau sedang apa?

Ya, kira begitulah isi pesan yang dikirim namjachingunya itu. Sooyoung bingung terhadap pesan itu.

“Aigoo untuk apa menanyakan hal yang pasti ia sudah tau jawabannya?” gerutu Sooyoung. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian ia memutuskan membalas pesan dari namjachingunya itu.

>Bekerja. Balas sooyoung. Ia kemudian menekan tombol send pada layar ponselnya. Sooyoung selalu menjawab pesan dari namjachingunya itu sesingkat mungkin. Sooyoung sangat cuek jika dalam menjawab pesan. Lihat saja, ia langsung menjawab pada intinya. Tak perlu memakai basa-basi atau semacamnya. Ia meletakkan kembali ponselnya itu lalu kembali menatap layar monitor komputernya. Belum ada 1 menit balasan dari sooyoung dijawab oleh namjachingunya itu.

“Aish ada apa lagi?” gerutunya. Ia mengambil ponselnya kembali dan membaca pesan masuk itu.

<Temani aku minum kopi

‘‘Mwo? Apa dia tidak tau aku ini sekarang sedang sibuk? Bisa-bisanya ia memintaku untuk menemaninya minum kopi?’’Gerutu Sooyoung lagi. Kali ini ia tidak membalas pesan dari namjachingunya itu. ia memlih membiarkannya saja dan kembali fokus pada pekerjaannya. Tiba-tiba rekan kerja disampingnya memanggil Sooyoung. Sooyoung menoleh kearah suara yang memanggilnya itu. Wajahnya tersirat wajah penuh tanya ‘ada apa?’.

“Ini..dari Manager Cho. Aku akan sambungkan pada teleponmu” ucap rekan kerjanya itu. Sooyoung mengerti apa maksud dari rekan kerjanya itu. Ia mengangkat malas sambungan teleponnya itu.

“Ada apa lagi?” tanya Sooyoung dengan rasa emosi. Kyuhyun sudah membuat pekerjaannya terganggu. Karena itu Sooyoung menggertaknya. Suara Sooyoung yang keras itu terdengar oleh rekan-rekan kerja di sekelilingnya. Refleks mereka memandang kearah Sooyoung. Sooyoung yang menyadari itu menundukkan wajahnya. Ia menyembunyikan rasa malunya karena sikapnya tadi.

“ya! Kenapa kau berteriak padaku, eoh?” tanya namja di sana. Sooyoung memasang wajah lesunya.

“Cepat katakan maumu Kyuhyun-ah!” Kali ini Sooyoung mencoba mengatur suaranya.

“ya! Kenapa kau galak sekali. Kau marah padaku?” tanyanya.

“Aish, iya aku marah padamu karena kau sudah mengganggu pekerjaanku. Arra? Sudah aku mau beker” Jawab Sooyoung. Kyuhyun segera memotong pembicaraan Sooyoung

“y..ya tunggu, bawakan aku ice coffee” pinta Kyuhyun. Sooyoung kali ini benar-benar tergangggu oleh Kyuhyun. Daripada Kyuhyun nantinya mengoceh lagi dan mengganggu pekerjaannya itu, ia pun menuruti apa yang Kyuhyun katakan. Ia memutuskan sambungan teleponnya itu dan beranjak dari tempatnya. Ia menuju ke mesin minuman di kantor itu. ‘Aish, lihat saja kau kyuhyun’

“Annyeong, Sooyoung-ssi” sapa namja yang lewat di depannya. Refleks Sooyoung menengok kearah suara itu. Ah, Ternyata itu sepupu Kyuhyun, Kim Kibum. Ia lebih terkenal dengan namanya ‘Key’. Key, sepupu Kyuhyun yang juga bekerja di perusahaan milik Pamannya di Cho Coorp. Ia atasan Sooyoung. Jabatannya sedikit dibawah Kyuhyun. Kabarnya ia juga menyukai yeojachingu Kyuhyun itu, Sooyoung.

“oh, annyeonghaseyo Sajangnim.” Sapa Sooyoung. Key terkekeh mendengar Sooyoung berkata seperti itu.

“Panggil aku Kibum saja..ah ani Key saja” ucapnya. Sooyoung mengangkat alisnya.

“Tapi, sajang ah Key-ssi ini dilingkungan kantor. Tak enak didengar orang nanti.” Tolak Sooyoung halus.

“Ini untuk kau saja yang kuperbolehkan dilingkungan kantor memanggilku seperti itu.” Ucap key. Sooyoung tersenyum akan hal itu. Key juga ikut tersenyum melihat wanita yang ia sukai ani bahkan ia cintai itu tersenyum indah seperti itu. Key tahu bahwa ini adalah hal yang salah. Ia mencintai wanita yang sepupunya miliki. ‘Sooyoung-ah, kau cantik sekali’ batin key.

“Kau sedang apa Sooyoung-ssi?” tanya Key pada Sooyoung. Sooyoung menjawabnya

“Ah, aku sedang mengambil ice coffee ini untuk diberikan pada Kyuhyun.” jawab Sooyoung.

Key terkekeh lagi mendengar Sooyoung mengatakan itu.

“hahaha, ternyata untuk si babo evil itu?”

“Ne?” Tanya Sooyoung. Key segera menggeleng

“ah ani, lupakan saja. Cepatlah antar minuman itu pada Namjachingumu. Kupastikan dia sekarang sedang menunggumu datang ke ruangannya.” Ucap Key. Ia lalu pergi meninggalkan Sooyoung ‘Ah, andai saja kau duluan mengatakan padanya duluan sebelum Kyuhyun. Aish, kau bicara apa Kibum-ah. Sudahlah, dia itu milik sepupumu Kyuhyun. Kau tidak boleh seperti itu.’ batin key.

Sooyoung menuju keruangan Kyuhyun. Ia membuka pintu ruangannya. Yang benar saja, sekarang ia sedang asyik dengan psp ditangannya itu.  Sooyoung menatap malas kekasihnya itu. Ia kemudian menghampirinya. Ia menyodorkan segelas ice coffee itu.

“Ini” ucap Sooyoung. Kyuhyun masih terfokus pada psp kesayangannya itu. Sooyoung sudah geram melihatnya.

“ya kyuhyun-ah!” teriak Sooyoung yang berhasil membuat kyuhyun menyadari Sooyoung ada di situ.

“Ah, kau Sooyoung-ah. Kukira siapa” ucapnya. “Oh iya, ice coffee permintaanku mana?” tanya Kyuhyun yang kembali fokus pada pspnya itu. Sooyoung mengambil psp Kyuhyun. Ia menyodorkan ice coffe itu ke Kyuhyun. Ia memasukkan sedotan yang ada dalam ice coffee itu ke mulut Kyuhyun. Kyuhyun terkejut akan hal yang baru saja dilakukan sooyoung. Ia terpaku menatap Sooyoung. Kemudian Sooyoung mengarahkan tangan Kyuhyun untuk memegang sendiri ice coffeenya itu. Kyuhyun masih tepaku diam. Ia perlahan menyeruput ice coffenya itu. Sooyoung perlahan juga pergi berjalan keluar dari ruangan Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari itu segera menghentikan langkah Sooyoung dengan memangggil namanya.

“Ya, sooyoung-ah! Kau marah padaku?” tanya Kyuhyun. Sooyoung menghentikan langkahnya. Ia menoleh kearah Kyuhyun.  Sooyoung menatap lekat-lekat mata Kyuhyun. ‘dasar namja menyebalkan. Untung saja kau namjachinguku. Kalau bukan sudah aku habisi kau.’

“IYA AKU MARAH PADAMU! KAU TAHU? KAU SUDAH MENGGANGGU PEKERJAANKU. KAU MENYURUHKU MEMBAWAKAN ICE COFFEE ITU PADAMU. KAU KIRA AKU TIDAK PUNYA KESIBUKAN HUH?” ucap Sooyoung yang diakhir kata ia menghembuskan nafas panjangnya. Ia menghampiri Kyuhyun dan mengambil Ice coffee yang ada di tangan Kyuhyun dan segera menghabiskannya.  Kyuhyun terdiam melihat Sooyoung. Sooyoung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Tapi Kyuhyun segera menahannya. Kyuhyun memeluk Sooyoung dari belakang.

“Mianhae.” Ucap Kyuhyun. Sooyoung melepas pelukan Kyuhyun.Kemudian ia membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di pinggang ramping Sooyoung.  Sooyoung menghembuskan nafasnya. Kyuhyun menatap lekat-lekat wajah kekasihnya itu. Perlahan ia mendekatkan wajahnya, kemudian keningnya, hidungnya, dan bibirnya. Tapi Sooyoung segera menutup mulutnya itu. Kyuhyun terkekeh melihat sikap Sooyoung. Karena Sooyoung menutup mulutnya, Kyuhyun berinisiatif untuk mencium kening Sooyoung.

Chu

“Mianhae, um?” Sooyoung menatap wajah Kyuhyun. Kyuhyun kemudian melanjutkan pembicaraannya.

“Umm sebagai gantinya..bagaimana kalau sepulang kerja nanti kita jalan-jalan? Kau mau kan?” tanya Kyuhyun. Sooyoung terlihat berfikir. Tiba-tiba Sooyoung mencium bibir kyuhyun dengan cepat dan segera keluar dari ruangan itu. Kyuhyun terpaku melihat apa yang baru saja terjadi. Ia memegangi bibirnya itu. Kemudian sebuah senyuman terlukis di bibirnya.

“Aku anggap itu sebagai jawaban iya” ucap Kyuhyun.

***

Kyuhyun pov

Hari ini aku akan menemui pemilik perusahaan yang akan membantu perusahaan ayahku. Ya, aku melakukan itu karena perusahaan ayah sedang mengalami kesulitan. Harga saham di perusahaanku sedang mengalami penurunan. Maka dari itu, aku akan meminta bantuan pada orang itu. Sebelumnya aku belum tahu siapa pemilik perusahaan itu. Kabarnya dia seorang yeoja.

“Pak, Nona Seo sudah datang.”

“Ne”. Pintu ruanganku pun terbuka. Dapat kulihat dari sini. Ya dia benar ternyata pemilik perusahaan itu seorang yeoja. Tunggu, bukankah itu Seo Ju Hyun? Jadi, dia pemilik perusahaan itu?

“Seo?” ucapku. Dia melihat kearahku. Benar ternyata itu Seo Hyun. Mantan pacarku.

“Oh, Kyuhyun?”. Aku mempersilahkan dia duduk. Dia berbeda sekali dari dulu. Cantik. Hei kau bicara apa Kyuhyun-ssi?

“Apa kabar Kyuhyun-ssi?” sapanya hangat sama seperti dulu.

“Ne? A..aku baik. Kau?” tanyaku. Ia tersenyum melihatku.

“Jadi, bisa kita mulai?” tanyaku. Ia mengangguk. Selama kurang lebih setengah jam aku bersamanya.

–Skip—

“Oppa, apa kau masih menyukaiku?” tanyanya yang berhasil membuat perhatianku pada kertas kertas di depanku terhenti. Aku terdiam. Aku tak tahu harus menjawab apa.

“Aku mencintaimu oppa. Maukah kau kembali padaku?” ucapnya. Ia melanjutkan pembicaraannya lagi. Aku beranjak dari tempat dudukku. Tiba-tiba Seohyun memelukku erat. Ini membuatku kaget melihatnya. Dan sekarang apa yang ia lakukan? Kenapa dia mencium bibirku? Ia melumat terus bibirku dan ia mengalungkan tangannya di leherku. Disela-sela ciuman ia berkata “Oppa, miahae. Dulu seharusnya aku tidak memutuskamu “ Ia kembali melumat bibirku. Dapat Kurasakan air matanya jatuh. Cukup. Ini sudah keterlaluan. Aku melepaskan ciuman ini dengan kasar. Aku mendorong tubuhnya menjauh dari tubuhku.

“Seohyun-ssi! Kita akhiri sampai disini dulu pembicaraan kita. Aku masih banyak pekerjaan”Ucapku. Kulihat Seohyun beranjak dari tempatnya. Sepertinya ia ingin bicara.

“Aku tau oppa masih menyukaiku. Aku akan membuktikannya oppa. Kalau begitu aku pergi dulu.” Ucapnya. Ia pun pergi dari ruanganku. Arghh ada apa dengannya? Kenapa ia membicarakan masa lalu? Dan kenapa ia seenaknya menciumku?. Kuhempaskan tubuhku ke kursi kerjaku. Aish, Kyuhyun. Jangan berfikir macam-macam. Kau sudah memliki Sooyoung. Sooyoung wanita yang kau cintai bukan Seohyun. Arghh.

***

Key Pov

Aku pergi menuju ruangan Kyuhyun. Ada hal penting yang harus kubicarakan dengannya. Kubuka pintu ruangannya. Tunggu, sepertinya aku mengenal wanita itu. Aku membelalakkan mata. Dia Seo Ju Hyun yang akan membantu perusahaan paman. Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka berciuman? Kukepalkan tanganku. Aku geram sekali melihat Kyuhyun. Ada apa dengannya? Kenapa dia berciuman dengan wanita lain sementara dia tahu bahwa Sooyoung adalah yeojachingunya. Aku semakin mengepalkan erat-erat tanganku. Rasanya saat ini juga aku ingin menghajar Kyuhyun saat itu juga. Berani sekali dia berbuat seperti itu pada Sooyoung. Aku kembali menutup pintu ruangannya. Aku berjalan menuju ruangan kerjaku kembali. Hash! Kyuhyun, untung saja aku yang melihatmu. Bagaimana kalau Sooyoung sendiri yang melihat dengan mata kepalanya? Kau benar-benar brengsek Kyuhyun. Kau berani sekali menyakiti perasaannya. Kukira kau tidak pantas untuknya. Lebih baik tak kuberitahukan pada Sooyoung. Sooyoung-ah aku akan melindungimu.

***

Sooyoung pov

Huft. Kenapa banyak sekali pekerjaannya?

“Sooyoung-ssi, kau dipanggil presdir. Ia menyuruhmu datang ke ruangannya”. Mwo? Presdir? Tumben sekali. Ada apa presdir memanggilku? Aku bertanya-tanya dalam hati. Aku berjalan menuju ruangan presdir. Aku bilang pada sekretarisnya bahwa aku sudah datang. Sekeretarisnya pun menyambungkan sambungan teleponnya langsung ke presdir. Ia menutup teleponnya. Ia menyuruhku masuk ke dalam. Aku menghampiri presdir yang sedang duduk di kursi tamunya. Eoh? Ada seorang yeoja? Siapa dia? Cantik. Aku membungkukkan badanku sebagai rasa hormat kepada Presdir dan Yeoja yang ada didepannya. Yeoja itu menurunkan sedikit kepalanya membalas rasa hormatku.

“Maaf, ada perlu apa presdir memanggil saya?” tanyaku berusaha sesopan mungkin pada presdir yang notabennya adalah ayah Kyuhyun.

“Ah, sebentar Seohyun-ssi. “ ucapnya

“Ne” ucap yeoja itu. Kulihat presdir mengambil sesuatu dari lacinya. Sebuah amplop? Amplop apa?

“Sooyoung-ssi. Lusa Kau harus berangkat ke paris.” Ucap presdir padaku

“Ne? Paris?” tanyaku. Presdir mengangguk padaku. Ia melanjutkan pembicaraannya lagi

“Ne, karena hasil kerjamu bagus aku mengirimmu ke perusahaanku di paris selama 2 minggu. Kau mau kan?” Tanyanya. Aku sedikit bingung harus menjawab apa. Paris? Selama 2 minggu? Baiklah. Aku akan menerima tawaran itu

“Baiklah presdir. Terima kasih atas tawaran anda.” Ucapku. Presdir terlihat senang melihatku mengatakan ya pada tawarannya itu. Ia menyodorkan amplop itu padaku. Aku membungkukkan badanku pada presdir dan wanita itu. Kemudian aku keluar dari ruangan itu kembali ke ruang kerjaku. Sesampainya di ruang kerja, rekan-rekanku melihat kearahku. Wajah mereka penuh tanya. Salah satu rekan kerja disampingku bertanya padaku.

“Ya, sooyoung-ah. Ada apa eoh? Kau tidak dipecat kan?” tanyanya. Aigoo ada apa dengannya? Kenapa bicara seperti itu. Tentu saja aku tidak dipecat.

“Tentu saja tidak babo!” Jawabku. Aku mengacungkan amplop yang kudapat dari presdir.

“Itu apa?” tanyanya. Aku mengembangkan senyumku.

“Ya Sunkyu-ah, lusa aku berangkat ke paris! Huaa” ucapku. Kulihat rekanku terkejut mendengarnya

“Mwo? Benarkah? Aaa Sooyoung-ssi kau hebat. Presdir mempercayaimu untuk menjalankan tugas disana berarti karena hasil kerjamu memuaskan. Chukhae!” ucapnya. Ya mungkin ini karena hasil kerjaku yang memuaskannya. Jujur aku senang akan hal ini. Eh apa aku harus mengatakan kabar gembira ini pada Kyuhyun ya?

***

Jam Sudah menunjukkan pukul 21.00 KST. Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Aku melirik ponselku. Eoh ada pesan masuk dari kyuhyun.

From : Kyu babo

Aku sudah di parkiran mobil. Cepat kemari.

Aku tersenyum membacanya. Kurapihkan barang-barangku dan segera menuju parkiran mobil. Sesampainya disana kulihat Kyuhyun sudah ada di dalam mobil. Aku membuka pintu mobilnya dan segera masuk.

“Kau mau mengajakku kemana?” tanyaku. Ia menoleh kearahku dengan senyumnya. Ia tak menjawabnya tetapi segera menyalakan mobilnya dan segera pergi. Selama di perjalanan kami tak berbicara sedikitpun. Kulihat wajah Kyuhyun sangat lelah. Baiklah, nanti saja kuberitahukan. Kyuhyun memberhentikan mobilnya. Oh ini dimana? Aku belum pernah kemari sebelumnya. Indah sekali.

“Kau suka?” tanyanya padaku. Aku mengangguk. Aku benar-benar suka ini. Sungguh indah. Kulihat Kyuhyun diam menatap lurus kedepan. Tunggu sepertinya ia ingin bicara.

“Sooyoung-ah” Ia menoleh kearahku.

“Apa kau benar-benar mencintaiku?” tanyanya. Ada apa dengannya? Kenapa bicaranya seperti itu. Tentu saja aku mencintainya. Bahkan sangat.

***

Author Pov

“Ne, Aku sangat mencintaimu. Kenapa kau menanyakan hal itu? bukankah kau sudah tau jawabannya?”tanya Sooyoung. Kyuhyun hanya diam. ‘Hari  ini ada apa dengannya? Aneh tidak biasanya ia menanyakan hal aneh seperti itu’.

Kyuhyun keluar dari mobil. Ia memilih bersender pada mobilnya. Sooyoung pun beranjak untuk keluar. Ia menghampirinya. Disejajarkan badannyadengan Kyuhyun. Kyuhyun melihat kearah Sooyoung, kemudian ia merangkul Sooyoung untuk lebih mendekat padanya.

“Chagi-ah” Panggil Kyuhyun. Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun. Kyuhyun kembali menatap lurus kedepan

“Kenapa kau menerimaku untuk menjadi namjachingumu?” tanya Kyuhyun. Sooyoung mengangkat kedua bahunya.

“Entahlah, aku juga bingung bagaimana bisa aku memilih dan mencintai orang menyebalkan, bodoh sepertimu.” Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Kali ini Sooyoung yang menatap lurus kedepan. Suasana saat itu sangat romantis. Ada beberapa pasangan juga yang ada di tempat itu. Kyuhyun menatap lekat-lekat wajah Sooyoung.

“Kyuhyun-ah, bagaimana kau bisa tau tempat seindah ini? Ini benar-benar indah” ucap Sooyoung. Terbentuk seulas senyum di bibir Sooyoung.

“Kau jauh lebih indah dibanding tempat ini” ucap Kyuhyun sambil terus menatap Sooyoung.

“Apa?” tanya Sooyoung. Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun. Tiba-tiba Kyuhyun menarik Sooyoung kedalam dekapannya. Ia memeluk erat Sooyoung. Sooyoung membalas pelukan hangat dari Kyuhyun.

“Ada apa?” tanya Sooyoung.

“Aniyo, aku hanya ingin memelukmu saja.” Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum. Mereka masih tetap berpelukan. Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan membuat Sooyoung sedikit sesak

“Kyuhyun-ah, aku sesak. Bisa kita lepaskan pelukan ini?” ucap Sooyoung ragu-ragu. Kyuhyun menyadarinya dan segera melepaskan pelukan itu.

“Ayo pulang” ajak Kyuhyun sambil menggenggam tangan Sooyoung. Kyuhyun mengantarkan Sooyoung ke rumahnya.

“Kyuhyun-ah terimakasih untuk hari ini. Pertama terimakasih karena kau sudah menggangguku dan yang kedua terimakasih karena kau sudah mengajakku jalan-jalan.” Ucap Sooyoung. Kyuhyun tersenyum. Ia mendekatkan dirinya dengan Sooyoung. Ia mencium kening Sooyoung.

Chu

“Masuklah, ini sudah malam. Aku pergi dulu.” Ucap Kyuhyun. Sooyoung menggangguk. Lalu ia masuk ke dalam rumahnya dan Kyuhyun pun pergi melajukan mobilnya dari rumah Sooyoung.

***

Pagi ini Kyuhyun seperti biasa menjemput Sooyoung ke rumahnya. Sooyoung sudah menunggu Kyuhyun di depan rumahnya. Sesampainya Kyuhyun di rumah Sooyoung, Sooyoung segera menghampiri mobil Kyuhyun dan masuk.

“Annyeong chagi” sapa Kyuhyun hangat pada Sooyoung.

“Annyeong Kyuhyun-ah” balas Sooyoung. Tiba-tiba Kyuhyun mendekat kearah Sooyoung. Ia mendekatkan tubuhnya ke tubuh Sooyoung. Sooyoung terlihat gugup saat tubuh Kyuhyun sudah sangat dekat oleh tubuhnya. Wajahnya memerah seketika.

“Kau, belum memasang seatbeltmu” ucap Kyuhyun sambil memasangkan seatbelt pada Sooyoung. Dengan secepat mungkin Kyuhyun mencium bibir  Sooyoung. Sooyoung terdiam menatap kedepan.

“Morning kiss” ucap Kyuhyun sambil tersenyum manis kearah Sooyoung. Kyuhyun segera menancap gasnya dan segera menuju ke kantor.Sooyoung menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah. Sesampainya di kantor, mereka bersama menuju ke ruangan mereka masing-masing. Tak disadari sepasang mata melihat mereka dari belakang.

“Jadi wanita itu yeojachingu Kyuhyun sekarang?” *smirk

***

“Pagi, Sunkyu-ah.” sapa Sooyoung ramah pada rekan kerjanya itu. Sunkyu rekan kerjannya itu membalasnya dengan senyumannya. Sooyoung bersiap untuk hari ini. Ia memulai menyelesaikan sisa-sisa pekerjaannya hari ini. Karena besok ia harus berangkat ke Paris.

Dilain tempat. Seorang wanita memasuki ruangan presdir. Sang presdir menyambutnya hangat. Disana juga ada nyonya presdir yang tak lain adalah ibu Kyuhyun.

“Wah, Seohyun-ssi kau cantik sekali” Puji ibu Kyuhyun. Wanita yang bernama Seohyun itu tersenyum. Selain membantu perusahaan Ayah Kyuhyun karena harga saham di perusahaannya menurun, Mereka bertiga membahas masalah kerja sama itu dan membahas masalah perjodohan yg akan dilakukan orang tua Kyuhyun.

“Umm, Seohyun-ssi..Dulu kau yeojachingu Kyuhyun bukan?” Tanya Ayah Kyuhyun pada Seohyun. Seohyun mengangguk sambil tersenyum semanis mungkin pada Ayah Kyuhyun.

“Ne, Ahjussi” ucap Seohyun manis.

“Kembalilah padanya, Seohyun-ssi. Kau mau kan? Abonim berencana untuk menjodohkanmu dengan Kyuhyun. Oh iya jangan panggil ahjussi, panggil saja abonim “ ucap Ayah Kyuhyun. Seohyun tersenyum senang mendengarnya.

“Jinjjayo ahjussi? Umm maksudku Abonim. Ne, aku mau. Aku sangat mencintainya Abonim” Jawab Seohyun. Kemudian ayah kyuhyun menyuruh Kyuhyun untuk datang ke ruangannya. Kyuhyun pun berjalan keruangan ayahnya. Disaat itu juga key menuju ke ruangan pamannya. Key ingin membahas masalah perusahaan yg ada di Paris. Saat ingin membuka pintu ruangan presdir, Kyuhyun dan Key saling tatap. Key sangat tidak suka dengan sikap Kyuhyun kemarin. Ia masih kesal dengan sikap sepupunya. Kyuhyun mendahului Key masuk. Kemudian mereka menghampiri Presdir. Kyuhyun kaget melihat Seohyun tengah ada di ruangan ayahnya bersama dengan ibunya yang sedang berbincang-bincang itu. Key juga terkejut melihat Seohyun ada disitu.

“Oh, Key kau disini? Kebetulan sekali. Aku ingin memberikan ini padamu.” ucap Ayah kyuhyun sambil menyodorkan sebuah amplop pada Key. Key melihat amplop itu. Isinya adalah Sebuah tiket pesawat menuju Paris.

“Besok berangkatlah kesana. Kau urusi perusahaan yang ada disana. Paman percaya padamu.”

Key terdiam. Ayah Kyuhyun kembali duduk ke tempat duduk tamu. Kyuhyun masih mematung berdiri di tempatnya semula. Ayah Kyuhyun melihat kearah Kyuhyun. Key masih berada di tempat ia juga berdiri. Ia melihat wanita yang duduk disebelah ibu Kyuhyun. Wanita yang berciuman dengan Kyuhyun kemarin. Iya itu dia.

“Ada apa ayah memanggilku?” tanya Kyuhyun sinis. Seohyun melihat kearahnya. Ia bangun dari duduknya dan menghampiri Kyuhyun. Ia menggandeng tangan Kyuhyun dan mengajaknya duduk bersama. Kyuhyun yang melihat masih ada Key disitu segera melepas tangan Seohyun dari tangannya dengan kasar. Seohyun berusaha tetap senyum di depan orang tua Kyuhyun. Key yang melihat itu sangat muak.

“Kyuhyun-ssi, kau tahu kan Seohyun masih mencintaimu. Ayah dan Ibu berniat untuk menjodohkanmu dengannya. “ ucap Ayah Kyuhyun. Kyuhyun membelalakkan matanya. Ia terkejut dengan apa yang baru saja ayahnya katakan. Key yang mendengar itu juga terkejut. Ia tak menyangka hal ini akan terjadi.

“A- apa maksud ayah?” Tanya Kyuhyun. Ia masih tak percaya dengan yang diucapkan ayahnya. Key bingung dengan apa yang terjadi. Bukankah Paman tahu kalau Kyuhyun dan Sooyoung berpacaran? Lantas mengapa Paman menjodohkannya dengan Seohyun. Aku tahu Kyuhyun kemarin sangat brengsek. Tapi, Kyuhyun pasti sangat mencintai Sooyoung. Seohyun tersenyum  kearah Kyuhyun. Key melihat itu sangat muak sekali. Ia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang dilakukan pamannya. Ayah Kyuhyun menghampiri Kyuhyun. Ayahnya berusaha mengembangkan senyum pada anaknya itu. Kemudian ia mendekat kearah Kyuhyun. Ayahnya mencengkram lengan Kyuhyun dan berbisik di telinganya.

“Dengarkan aku baik-baik, kalau kau tak mau menuruti perjodohan ini, Yeojachingumu itu akan dalam masalah. Kau tau kan ayah bisa melakukan hal-hal yangg diluar dugaan?” bisik ayah Kyuhyun yang disertai seringaiannya. Kyuhyun yang mendengar itu mengepalkan kecang-kencang tangannya. Kyuhyun sangat kesal ayahnya berkata seperti itu.  Kyuhyun menatap ayahnya sinis. Ayahnya yang melihat itu berusaha mengembangkan senyumnya lagi pada anaknya itu. Langsung saja Kyuhyun berjalan keluar dari ruangan ayahnya.

“Kyuhyun! “ Teriak ayah kyuhyun. Kyuhyun mengabaikannya. Ia membuka pintu ruangan ayahnya dengan kasar dan menutupnya dengan keras. Key menundukkan badannya pada bibi dan pamannya itu.

“Aku permisi presdir.” Ucap Key berusaha sesopan mungkin. Key berjalan kembali ke ruangan kerjanya. Sementara di ruangan Kyuhyun, Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke kursi kerjanya. Ia mengendorkan dasinya itu.

“Hash, apa yang harus kulakukan?” tanya Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar bingung harus apa ia. Ia mengambil ponselnya. Terpampanglah wajah Sooyoung di layar ponselnya. Ia menatap layar ponselnya itu. Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya. Ia membenarkan dasinya lagi dan ia juga merapikan jasnya. Ia keluar dari ruangannya. Kyuhyun berjalan menuju keruangan Key. Kyuhyun membuka pintu ruang kerja Key. Ia menghampiri Key yang terlihat sedang sibuk dengan kertas-kertas di mejanya.

“Aku mau bicara padamu” ucap Kyuhyun. Key menyadari bahwa Kyuhyunlah yang bicara. Ia menghentikan kerjaannya sebentar. Key menatap Kyuhyun diam. Kyuhyun melanjutkan pembicaraannya lagi.

“Kau tau kan masalah perjodohanku dengan Seohyun?” Kyuhyun menyunggingkan bibirnya. “Tentu saja kau tahu. Kau tadi bersamaku di ruangan ayah.” Ucap Kyuhyun. Key terus fokus pada kertas-kertas diatas mejanya.

“Aku tak mungkin menolaknya.” Ucap Kyuhyun. Key mendengar itu menghentikan pekerjaannya. Key menatap Kyuhyun serius. Key menghentakkan penanya ke meja kerjanya. Ia bangun dari duduknya. Ia menghampiri Kyuhyun. Key mencengkram kerah baju Kyuhyun.

“Ya! Kenapa kau tak bisa menolaknya?! Kau tau kan Sooyoung itu yeojachingumu sekarang!” Ucap key didepan wajah Kyuhyun. Kyuhyun menyingkirkan tangan key dari kerah bajunya kasar.

“Karena jika aku menolaknya ayah akan melakukan sesuatu pada Sooyoung, Key-ah!” jawab Kyuhyun. Key diam menatap Kyuhyun. Kyuhyun pun kembali melanjutkan pembicaraanya lagi.

“Aku tau aku bodoh menerima perjodohan gila semacam ini. Aku juga tau bahwa aku ini memang laki-laki pengecut yang tidak bisa menolak hal bodoh seperti ini. Aku tak mau menyakiti Sooyoung. Dan aku juga tak mau melihat sooyoung menderita.” Ucap Kyuhyun. Tangan Key sudah ia genggam erat-erat. Ia sudah siap-siap ingin memukul wajah Kyuhyun saat itu juga.

“Aku ingin meminta sesuatu darimu. Aku ingin kau menjaga dan melindungi Sooyoung. Aku tau kau menyukainya Key-ah” ucap kyuhyun sambil menyeringaikan senyumanya pada Key. Karena key sudah tidak sabar menahan emosinya, Key dengan cepat melayangkan sebuah tinjuan keras pada wajah Kyuhyun. Key memukulnya dengan keras hingga Kyuhyun tersungkur di lantai dan membuat ujung bibirnya berdarah. Kyuhyun yang mendapat perlakuan itu kembali menyeringaikan senyumannya sambil mengelap ujung bibirnya dengan jarinya.

“Huh, aku memang pantas untuk dipukul. Aku memang laki-laki brengsek yang dengan mudahnya menyerahkan yeojanya pada namja lain” ucap Kyuhyun sambil mencoba bangun. Key melayangkan satu pukulan lagi pada Kyuhyun yang kembali membuat Kyuhyun terjatuh kembali.

“ya, kau memang brengsek Kyuhyun-ssi! Kau memang pantas untuk mendapatkannya.” Ketus Key. Lagi-lagi Key menonjok wajah Kyuhyun.

“Keluar dari ruanganku sekarang juga” pinta Key. Kyuhyun bangun dan berkata”Jaga baik-baik Sooyoung. Jangan sampai membuatnya terluka” ucap Kyuhyun dan segera pergi dari ruangan Key.

***

Kyuhyun POV

“ya, kau memang brengsek Kyuhyun-ssi! Kau memang pantas untuk mendapatkannya.” Ketus Key padaku.  Ia memukul wajahku lagi untuk kesekian kalinya.

“Keluar dari ruanganku sekarang juga” pinta Key. Aku bangun dari tempatku dan berkata ”Jaga baik-baik Sooyoung. Jangan sampai membuatnya terluka” ucapku padanya. Jujur sebenarnya aku tak menginginkan semua ini. Aku tak rela jika Sooyoung kuserahkan pada namja lain selain diriku. Hash. Aku kembali ke ruang kerjaku. Kuhempaskan tubuhku ini ke kursi kerjaku. Argh, kenapa ayah sangat tega melakukan itu padaku? Tidakkah dia memikirkan perasaanku? Aku menenangkan diriku. Perlahan kupejamkan mataku mencoba menenangkan pikiranku. Tiba-tiba ponselku berdering. Tak ada nama di layar ponselku. Hanya ada beberapa nomor yang muncul. Entah siapa yang menelponku saat ini.

“Yeobeoseyo?” ucapku. Terdengar suara yeoja disebrang sana. Tunggu, yeoja ini menangis? Ada apa dengannya?

“Kyuhyun-ssi, hiks..hiks..kemarilah.hiks..Seohyun masuk rumah sakit. Cepat kemari. Sekarang ia berada di rumah sakit*** “ ucap yeoja disebrang sana sambil sesenggukkan. Seohyun masuk rumah sakit? Apa yang terjadi padanya? Ini sedikit membuatku khawatir. Aku mengambil jasku dan segera menuju ke rumah sakit itu. Saat berjalan menuju lift, aku bertemu Sooyoung. Ia berhenti dihadapanku.

“Kau mau kemana Kyuhyun-ah? Kenapa sangat terburu-buru?” Tanyanya.

“Aku harus menemui Seohyun, ia di rumah sakit sekarang. Aku pergi dulu” ucapku seraya mencium bibirnya sekilas. Langkahku terhenti. Sooyoung menahan tanganku.

“Seohyun siapa?” ucapnya penuh tanya. Aku mencium bibirnya lagi.

“Nanti kuceritakan, eoh?” ucapku padanya. Aku segera menuju ke mobilku. Sesampainya disana dapat kulihat Seohyun sedang terbaring di tempat tidur itu. Ada seorang yeoja yang berdiri disampingnya. Kupastikan ia yeoja yang menelponku tadi. Aku menghampiri Seohyun yang terkapar di tempat tidur.

“Ada apa dengannya?” tanyaku pada yeoja yang menemani Seohyun.

***

Author POV

Setelah mengunjungi Cho Coorp dan menemui orang tua Kyuhyun, Seohyun kembali ke Perusahaannya. Ia masuk ke ruang kerjanya. Mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya.

“Bagus, bahkan sekarang Orang tua Kyuhyun menjodohkanku dengan Kyuhyun. Ini peluang yang sangat bagus untukku agar bisa memisahkannya dengan wanita itu. Dengan begitu Kyuhyun dengan mudah akan kembali lagi padaku. Tapi, Aku harus memastikan bahwa Kyuhyun masih mencintaiku. Aku akan membuktikan pada wanita itu kalau Kyuhyun masih mencintaiku.” Ucap Seohyun. Seohyun terlihat sedang memikirkan sesuatu. Matanya melihat keseluruh ruangan kerjanya itu. Tatapannya terhenti ketika melihat sebotol ukuran kecil yang terletak di meja kerjanya. Ia mengambil botol itu. Memperhatikannya baik-baik. ‘Apa aku harus melakukan hal ini?’ Batin Seohyun sambil terus menatap dan memutar-mutar botol yang ia pegang. Seohyun menuangkan banyak sekali butiran butiran kecil di tangannya. Ia meminum semua itu dengan sekali tegukan. Tiba-tiba dari mulut Seohyun keluar busa. Seohyun melemah dan terjatuh di lantai. Victoria sahabat Seohyun secara kebetulan masuk ke ruangan Seohyun. Victoria yang melihat Seohyun terkapar di lantai dengan mulut yang dipenuhi busa terkejut melihat keadaan sahabatnya itu. Ia segera menghampiri Seohyun.

“Oh my god Seohyun-ah. Kau kenapa? Aigoo” ucap Victoria. Victoria terlihat panik. Ia bingung harus melakukan apa. Terpikir olehnya bahwa ia harus menelpon Kyuhyun. Victoria tau bahwa Seohyun saat ini sedang berusaha membuat Kyuhyun kembali lagi padanya. Ia sesegera mungkin mencari nomor telepon Kyuhyun dan segera menelponnya.

“Kyuhyun-ssi, hiks..hiks..kemarilah.hiks..Seohyun masuk rumah sakit. Cepat kemari. Sekarang ia berada di rumah sakit***” ucap Victoria. Ia kemudian memutuskan sambungan teleponnya itu. Lalu ia membawa Seohyun segera ke rumah sakit. ‘Aigoo, benar-benar bodoh. Bukan seperti ini caranya Seohyun-ah’ Batin Victoria. Setelah ditangani dokter, Seohyun masih terkapar tak sadarkan diri. Setengah jam kemudian Kyuhyun datang. Victoria yang melihat Kyuhyun datang menyunggingkan senyumnya. Kyuhyun kemudian menghampiri Seohyun.

“Ada apa dengannya?” tanya Kyuhyun pada Victoria.

“Dia  meminum semua obat-obatnya. Itu menyebabkannya overdosis dan harus terkapar disini..hiks..hiks” ucap Victoria berusaha sesendu mungkin didepan Kyuhyun. Kemudian Seohyun terbangun. Sadar bahwa Seohyun telah sadar, Kyuhyun menggenggam tangan Seohyun.

“Seo, kau tak apa?” Tanya Kyuhyun khawatir. Seohyun yang melihat Kyuhyun ada disampingnya segera memeluk Kyuhyun. Kyuhyun kaget melihat Seohyun memeluknya. Kyuhyun tak membalas pelukan Seohyun.

“Oppa, kembalilah padaku. Jebal” ucap Seohyun sendu. Kyuhyun berusaha melepas pelukan Seohyun.

“Aku..aku..” ucap Kyuhyun terpotong.

“Yeoja itu. Berpisahlah dengannya! Dia tak pantas untukmu oppa! Aku sudah mengetahui latar belakangnya. Yeoja miskin itu hanya mengincar kekayaanmu saja.” Ketus Seohyun.

“Kenapa kau bilang seperti itu Seohyun-ssi!!” bentak Kyuhyun pada Seohyun. Seohyun tiba-tiba menangis. Seohyun berkata”Kalau begitu aku akan melakukan hal yang lebih daripada saat ini”. Seohyun melihat pisau disampingnya. Ia segera mengambil pisau itu dan ia meletakkannya di tangannya. Ia mengiris(?) tangannya itu hingga membuat tangannya mengeluarkan darah. Kyuhyun segera menghentikan aksi gila Seohyun. Ia segera menyingkirkan pisau itu dan segera membalut tangan Seohyun dengan saputangannya. Seohyun memeluk Kyuhyun kembali dan berkata “Oppa, jebal…hiks hiks..kembalilah padaku. Saranghaeyo oppa”

“Apa yang kau lakukan Seo? Kenapa kau sebodoh ini. kenapa kau memintaku kembali padamu? Aku sudah memiliki Sooyoung. Aku mencintainya. Tapi, aku masih memiliki perasaan suka padamu. Kyuhyun-ah kuharap kau tak salah bertindak” batin Kyuhyun.

“N..ne, na..nado sa..saranghaeyo” ucap Kyuhyun ragu.

‘Kuharap aku tak salah’

***

Keesokan harinya

Sooyoung POV

Pagi ini aku akan berangkat menuju ke Paris. Ya, Presdir memberikan tugas padaku selama 2 minggu untuk bekerja diperusahaannya yang ada disana. Aku mempacking barang-barang yang perlu ada dalam tas kecilku.

“Sooyoung-ah, Sudah siap belum? Kenapa lama sekali?”

“Ne!” sahutku. Aku segera turun kebawah dan menyeret koperku yang berat ini. Ugh ini berat sekali. Aigoo. Kulihat adikku Minho dan Ayah serta Ibuku sudah menungguku dibawah.

“Ya, Nuna! kau lama sekali.” Ucap adikku minho. Aku mengacungkan 2 jariku seperti bentuk V. Mianhae Minho-ah. Aku diantar oleh ayah ibu serta adikku ke bandara. Sesampainya di bandara, segera kuturunkan barang-barangku dan meletakkannya di trolly.

“Sooyoung-ah, hati-hati disana eoh? “ ucap eommaku. Aku mengangguk sambil tersenyum.

“Kabari kami kalau sudah sampai disana” tambah appaku. Aku menggangguk lagi.

“Bawakan oleh-oleh yang bagus untukku nuna” ucap minho. Aku menatapnya. Aigoo benar-benar anak ini. Pletak. Sebuah jitakan jatuh tepat dikepala Minho. Dia meringis kesakitan. Hahaha rasakan itu. Terdengar informasi bahwa sebentar lagi pesawat akan berangkat menuju ke Paris.

“Oh, Eomma appa aku pergi. Annyeong” ucapku berpamitan pada kedua orang tuaku. Tak lupa juga aku berpamitan pada adikku yang satu itu. Astaga, aku lupa mengabari pada Kyuhyun bahwa aku akan pergi ke Paris.

***

Kyuhyun POV

Aku berangkat ke kantor hari ini. Hari ini aku tak menjemput Sooyoung ke rumahnya untuk pergi bersama ke kantor. Aku terburu-buru karena aku akan ada meeting penting. Kupakai jasku dan segera menaiki mobil dan menuju ke kantor. Sesampainya di ruang kerjaku, aku mengecek pekerjaanku yang ada di meja kerjaku. Oh iya, aku harus menemui Sooyoung. Ada berkas yang perlu kuminta darinya. Aku menuju ke ruang kerja Sooyoung. Tunggu, kenapa Sooyoung tak ada? Aku berjalan menuju meja kerjanya. Kutanya pada rekan kerja Sooyoung.

“Kau lihat Sooyoung?” tanyaku. Ia menoleh kearahku dan membungkukkan badan melihatku.

“oh, annyeonghaseyo manager. Sooyoung? Hari ini ia tak ada. Ia pergi ke Paris. Presdir menyuruhnya untuk bekerja disana selama 2 minggu.” Pernyataannya itu membuatku tersontak. Mwo? Ke Paris? Kenapa ia tak memberitahuku? Aku segera menuju ke Bandara. Tak peduli akan meeeting itu. Aku harus menemui Sooyoung sekarang. Kutancap gas mobilku dengan cepat. Sesampainya di Bandara aku segera mencari-cari keberadaan Sooyoung. Ah itu dia. Aku mempercepat lariku menghampiri Sooyoung yang sudah beranjak dari tempat duduknya. Dengan cepat, aku memeluknya dari belakang. Langkah Sooyoung terhenti. Ia menoleh kearahku. Tanganku masih kulingkarkan di pinggangnya.

“Sooyoung-ah, kenapa kau tak bilang padaku bahwa hari ini kau pergi ke Paris?” tanyaku.

“Mianhae Kyuhyun-ah aku lupa memberi tahumu.” Jawabnya.  Terlintas dipikiranku tentang perjodohan itu.  Aku menatap Sooyoung sendu. Mungkin saat ini mataku sudah berair.

“Sooyoung-ah, kau mencintaiku bukan?” tanyaku memastikannya. Sooyoung mengangguk dan mengelus pipiku lembut.

“Tentu saja, apa kau perlu bukti?” tanyanya. Aku diam kembali menatap Sooyoung sendu. Tiba-tiba ia mencium bibirku dengan lembut. Aku meresponnya. Ciuman ini berlangsung sebentar. Aku kembali melanjutkan pembicaraanku.

“Sooyoung-ah, aku akan selalu mencintaimu.” Ucapku. ‘Tapi aku bingung pada perasaanku dengan Seohyun. Jujur, setelah ia kembali tiba-tiba muncul rasa sukaku padanya.’ Batin Kyuhyun.

“Sooyoung-ah, aku akan selalu mencintaimu. Bagaimanapun keadaannya. Apapun yang terjadi aku akan selalu melindungimu, menyayangimu, mencintaimu dan membahagiakanmu. Jangan pernah pergi dariku Sooyoung-ah” ucapku. Ia menatapku.

“Apakah itu bisa disebut sebagai janji?” tanyanya padaku. Aku mengaggukkan kepalaku. Mengiyakan pertanyaannya itu.

“Bagaimana jika kau melanggarnya?” tanyanya padaku kembali. Jika aku melanggarnya…Aku segera menjawabnya

“Kau boleh membeciku selamanya. Bahkan aku rela kau tidak memaafkanku.” Ucapku meyakinkannya. Sooyoung terkekeh mendengarku berbicara seperti itu. Ia mengelus pipiku lembut.

“Tenang saja, aku tak akan pergi darimu. Asalkan kau menepati semua janji itu, babo!” ucapnya. Terdengar pemberitahuan bahwa pesawat menuju ke Paris akan berangakat. Sooyoung melepaskan kedua tangannya dari pipiku.  Dengan cepat ia kembali mencium bibirku dan segera pergi meninggalkanku. Ia melambaikan tangannya padaku. Aku tersenyum melihatnya.

‘Kuharap nanti pilihanku benar. Aku mencintaimu Youngie-ah’ Batinku.

***

Sooyoung POV

Aku melambaikan tanganku pada Kyuhyun. Ia tersenyum padaku. Selama perjalanan ke Paris, waktuku banyak kuhabiskan untuk tidur. Aigoo aku pasti akan sangat rindu padanya. Sesampainya di Paris aku segera menuju ke hotel tempat tinggalku untuk selama 2 minggu kedepan. Saat memasuki hotel, aku melihat sesosok pria yang sepertinya kukenal. Ia baru saja turun dari taksi. Pria itu membuka kacamata hitamnya. Bukankah itu Key? Ah benar. Jadi dia juga ke Paris?. Key melihat kearahku. Ia terlihat terkejut melihatku. Kemudian ia menghampiriku.

“Oh, annyeong Sooyoung-ah. Kau pergi ke Paris juga?” tanyanya. Aku mengangguk.

“Ne, presdir menyuruhku untuk menjalankan tugas di perusahaannya yang ada disini selama 2 minggu.” Ucapku dengan senyuman. Ia membalas senyumanku.

“Benarkah? Kalau begitu kita akan menghabiskan waktu bersama selama 2 minggu ini.” Ucapnya. Aku tersenyum melihatnya. Ia dan aku ternyata tinggal disatu hotel yang sama. Kami menaiki lift bersama. Mencoba untuk lebih akrab satu sama lain. Ya setidaknya hanya Keylah orang yang kukenal disini. Aku memasuki kamar hotelku. Huft, Hari ini melelahkan berada di pesawat selama itu.

***

Sudah hampir selama 2 minggu aku berada di Paris. Hal ini juga membuatku menjadi sangat akrab sekarang dengan Key. Dan sudah lama juga Kyuhyun tak pernah membalas pesan-pesan yang kukirim padanya. Berkali-kali Kutelepon bahkan ia juga tak mengangkatnya. Aku sedikit kecewa padanya. Baru kali ini ia bersikap seperti itu padaku. Ada apa dengannya?

To : Kyubo

Kyuhyun-ah, Bogoshippo. Saranghae :*

Ia tak membalasnya

To : Kyubo

Kyuhyun-ah kau sedang apa?  Apa kau sudah makan? Di Paris sangat indah.

Ia juga tak membalasnya

To : Kyubo

Ya, kau kenapa tak membalas pesanku? Apa kau sangat sibuk?

Pesan itu juga tak dibalasnya. Aku bingung kenapa Kyuhyun tak pernah mengirimiku pesan lagi bahkan menelponku saja tidak. Aish, ada apa dengannya? Apa dia sesibuk itu akhir-akhir ini? atau jangan-jangan ia marah padaku? Aish tak mungkin Kyuhyun marah padaku. Aku selalu memikirkannya. Kyuhyun kali ini benar-benar membuatku tak tenang.

***

Key POV

Aku dan Sooyoung kini sudah semakin akrab. Aku sangat senang selalu berada didekatnya belakangan ini. Malam ini aku berniat mengajaknya jalan-jalan. Malam ini juga aku berniat mengatakan perasaanku padanya. Aku berjalan menuju kamar Sooyoung. Kutekan pintu belnya. Sooyoung pun membukakan pintunya. Aigoo, neomu neomu yeppo Sooyoung-ah. Bagaimana bisa kau secantik ini? Aku terdiam menatap Sooyoung. Lamunanku terbuyar ketika Sooyoung melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Key-ah, jadi tidak kita jalan-jalan?” Tanyanya.

“Ah, ne. Tentu saja jadi. Kajja” Ajakku. Aku memberanikan diri mengenggam tangannya. Ia tersontak melihat perlakuanku padanya. Aku mengajaknya ke menara eiffel. Ia tak menolaknya. Aku sungguh senang bisa berada di dekatmu Sooyoung-ah.

“Wah, ternyata kalau malam-malam disini itu sangat indah ya” ucapnya. Aku mengangguk

“Ne, ini indah” ucapku. Aku mengajaknya duduk di taman yang ada disekitar menara eiffel ini. Ia terlihat sangat menikamati udara malam di Paris ini. Aigoo senyumannya..ia benar-benar cantik.

“Umm, Sooyoung-ah. ada yang ingin kukatakan padamu” ucapku ragu-ragu. Ia menoleh kearahku. Menatapku penuh tanya.

“Ne? Katakan saja” ucapnya. Aku memberanikan diri berbicara padanya.

“Aku menyukaimu ani aku mencintaimu Sooyoung-ah” ucapku yang membuatnya terlihat kaget.

“Ta-tapi Key-ah aku dan Kyuhyun-“

“Arrayo, Aku tau kau dan Kyuhyun berpacaran dan kalian saling mencintai. Aku tau itu. Tenang saja Sooyoung-ah, aku hanya ingin mengutarakan perasaanku selama ini padamu. Kau tak perlu membalasnya. Dengan mengutarakannya aku menjadi lega. “ ucapku.

“Gomawo Key-ah, kau telah menyukai bahkan mencintaiku. Maaf aku tak bisa membalas perasaanmu. Karena aku hanya mencintai Kyuhyun oppa. Hanya dia yang ada di hatiku.” Ucapnya. Ya aku tahu itu Sooyoung-ah. Tak apa kalau kau tak membalasnya. Aku ingin aku bisa melindungimu, menyayangimu. Itu sudah cukup bagiku.

Tiba-tiba raut wajah Sooyoung menjadi murung. Dan sekarang kulihat Air mata menetes dari pelupuk matanya. Aku memegang kedua bahunya, mengarahkan wajahnya untuk melihatku.

“Sooyoung-ah, gwaenchanha?” tanyaku ragu. Ia segera mengahapus air matanya dengan kedua telapak tangannya. Ia menatapku lekat-lekat.

“Key-ah, kenapa hampir 2 minggu ini Kyuhyun tak pernah menelponku? Bahkan ia tak sekalipun mengirimi dan membalas pesan padaku?” ucapnya. Kulihat air matanya kembali jatuh. Aku terdiam. Terpikir olehku Kyuhyun mengatakan hal itu padaku saat itu.

Flashback

Aku sedang membolak-balikkan kertas-kertas yang kupegang. Tiba-tiba ponselku berdering. Tertera nama Kyuhyun di layar ponselku. Aku mengangkatnya.

“Ne, Yeobeseyo?” ucapku.

“Key-ah, aku sudah bertunangan dengan Seohyun. Kemarin Ayah melangsungkan pertunangan itu. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Kau tau bukan ancaman yang akan ayah berikan jika aku menolak semua ini? Aku ingin kau melindunginya, menjaganya bahkan menyayanginya. Kumohon, hanya kau sekarang yang bisa membantuku. Sooyoung selalu menelpon dan mengirimiku pesan. Aku tak bisa mengangkat dan menjawabnya. Aku memulai untuk menyukai dan mencintai Seohyun kembali. Maka dari itu aku tak pernah menjawab semua telepon dan pesan masuk dari Sooyoung. Tolong jangan katakan pada Sooyoung bahwa aku sudah bertunangan dengan Seohyun. Aku tak mau melihatnya terluka.”

Flashback end

Aku tak mungkin memberitahunya. Itu akan lebih membuatnya sedih. ‘Mianhae Soo-ah, aku tak bisa memberitahumu yang sebenarnya. Behentilah menangis. Aku pasti akan melindungimu dan menjagamu. Kau tak perlu bersedih.’ Batinku.

“Ah, mungkin ia sangat sibuk akhir-akhir ini. Pasti nanti ia akan mengabarimu. Kau tenang saja.” Ucapku sambil mengelus-elus rambutnya. Sooyoung tersenyum padaku. Sooyoung mencoba mengerti keadaan itu. ‘Tetaplah tersenyum seperti ini Sooyoung-ah, walaupun nanti kau akan terluka akhirnya’

***

Author POV

Hari ini Key dan Sooyoung kembali ke Korea. Sooyoung sangat senang karena ia akan kembali bertemu dengan Kyuhyun. Ia sangat rindu sekali dengan namjachingunya itu. Key merasa khawatir pada Sooyoung. Ia takut Sooyoung akan segera mengetahui yang sebenarnya. Sesampainya di Seoul. Sooyoung segera menelpon Kyuhyun. Nihil, Kyuhyun tak menjawab sambungan telepon dari Sooyoung. Berkali-kali pula Sooyoung mengirimnya pesan. Tapi Kyuhyun tak juga membalasnya. Sooyoung benar-benar khawatir akan hal ini. Terbesit di hatinya, ia merasa kecewa pada Kyuhyun.

Keesokan harinya, Sooyoung kembali masuk ke kantor. Ia menyapa ramah rekan-rekan kerjanya itu.

“Annyeong Sunkyu-ah. Ini” sapanya sambil menyodorkan sebuah bingkisan pada rekan kerjanya itu.

“wah, kau membawakanku oleh-oleh? Gomawo Sooyoung-ah” Balasnya sambil memeluk Sooyoung erat. Lalu Sooyoung mengerjakan pekerjaannya. Ia kemudian mengambil sebuah berkas yang perlu ia berikan pada Kyuhyun. Ia beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke ruang kerja Kyuhyun. Sooyoung membuka pintu ruang kerja Kyuhyun. Terlihat dari luar Kyuhyun sedang sibuk dengan pekerjaannya. Sooyoung kemudian menghampiri Kyuhyun. Ia menyerahkan berkas yang diperlukan Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari itu menatap Sooyoung sebentar lalu mengambil berkas yang diberikan Sooyoung dan kembali fokus pada pekerjaannya.

“Kyuhyun-ah, kenapa kau tak membalas dan mengangkat teleponku?” tanya Sooyoung. Kyuhyun menghentikan pekerjaannya sejenak. Kyuhyun menatap Sooyoung kembali. ‘Tuhan aku merindukannya’ Batin Kyuhyun. “Mianhae Sooyoung-ah aku sibuk sekali” ucap Kyuhyun. Tiba-tiba seseorang datang dari luar masuk ke ruang kerja Kyuhyun. Yeoja itu, datang menemui Kyuhyun. Seohyun menatap Sooyoung yang berdiri disamping Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari datangnya yeoja itu berdiri dari tempat duduknya. Kyuhyun terlihat kaku menghadapi Seohyun di depan Sooyoung. Seohyun menghampiri Kyuhyun. Ia melirik sinis kearah Sooyoung. Tiba-tiba dengan mengejutkan, Seohyun memeluk dan mencium bibir Kyuhyun di depan Sooyoung. Sooyoung yang melihat itu membelalakkan matanya. Ia terkejut akan perbuatan yang baru saja dilakukan yeoja itu pada namjachingunya. Sooyoung menatap Kyuhyun sendu dan penuh tanya. Terasa di pelupuk matanya telah dipenuhi dengan air mata yang akan siap jatuh. Segera Sooyoung keluar dari ruang kerja Kyuhyun menuju toilet. Sementara setelah Sooyoung pergi, Kyuhyun melepaskan ciuman Seohyun dengan kasar. Ia menatap Seohyun tajam.

“Seohyun-ah! Kenapa kau melakukan itu didepan Sooyoung? “ Tanya Kyuhyun keras. “Keluar dari ruanganku sekarang. Aku tak mau melihatmu” Perintah Kyuhyun pada yeoja yang bernama Seohyun itu. Seohyun menyunggingkan bibirnya menatap Kyuhyun yang tengah mengahadap keluar jendela kantornya lalu pergi ‘ Lihat saja, Kyuhyun Sooyoung kalian akan benar-benar berpisah Sebentar lagi yeoja itu akan menangis setiap harinya’.

Kyuhyun mengacak rambutnya. “Arrgghh. Mianhae Sooyoung-ah Jeongmal mianhaeyo”. Di toilet Sooyoung menumpahkan air mata yang tak terbendungnya lagi. Ia tak mengerti mengapa bisa yeoja itu mencium Kyuhyun di depannya. ‘Mwoya? Apa maksudnya itu? Kenapa Kyuhyun tak menolaknya? Mengapa ia hanya diam saja? Kyuhyun-ah kau benar-benar jahat.’ Sooyoung kembali ke ruang kerjanya. Sunkyu rekan kerjanya melihat Sooyoung .

“Sooyoung-ah, gwaenchanha? Kau terlihat pucat. Apa kau sakit?” Tanyanya bertubi-tubi. Sooyoung menggeleng lemas. Ia kembali duduk di kursinya. Sooyoung kembali mencoba fokus pada pekerjaannya yang tertunda. Nihil, ia tak bisa fokus pada pekerjaannya itu. Ia memikirkan kembali hal yang baru saja terjadi. Ia masih bingung kenapa Kyuhyun melakukan itu padanya? Ia tak menyangka Kyuhyun berani-beraninya berciuman dengan yeoja lain di depan matanya sendiri.

***

Jam kerja sudah habis. Sooyoung mengemasi barang-barangnya. Ia menuju ke lift. Tak disangka ia bertemu dengan Kyuhyun di lift itu. Sooyoung masuk dengan ragu kedalam lift itu. Tak ada perbincangan diantara mereka berdua. Sementara Kyuhyun, ia tak tahu harus mengatakan apa pada Sooyoung setelah kejadian tadi siang. Sooyoung memecahkan keheningan.

“Bisa kau jelaskan maksud perbuatanmu tadi? Aku tak mengerti kenapa kau melakukannya.” Ucap Sooyoung. Kyuhyun terdiam. Ia benar-benar tak tahu harus mengatakannya bagaimana pada yeoja disampingnya yang masih berstatus yeojachingunya itu. Sooyoung memulai pembicarannya lagi karena ia lihat Kyuhyun hanya diam tak menjawab pertanyaannya itu.

“Kenapa kau tak menjawabnya?” tanya Sooyoung. Ting~ Pintu lift terbuka. Kyuhyun segera keluar dari lift. Ia berjalan cepat meninggalkan Sooyoung. Kyuhyun berjalan ke parkiran mobil. Sooyoung berjalan dibelakangnya. Kyuhyun melihat ayahnya sedang memperhatikannya di dalam mobil dengan kaca terbuka. Tak mungkin ia berjalan bersama dengan Sooyoung sementara ayahnya mengintainya. Seohyun yang ternyata sudah menunggu Kyuhyun melambaikan tangannya pada Kyuhyun. Seohyun kemudian menghampiri Kyuhyun lalu menggandeng mesra lengan Kyuhyun seraya melihat kebelakang dimana Sooyoung berada dibelakang mereka. Seohyun memberikan smirknya pada Sooyoung. Sooyoung yang melihat pemandangan didepannya tak tahan menahan air matanya. Dari arah lain, seorang namja sedang memperhatikan Sooyoung dan Kyuhyun juga Seohyun. Ia mengetahui bahwa ayah kyuhyun sedang mengintainya. Dengan cepat. Key menghampiri Sooyoung. Ia melihat bulir-bulir air mata membasahi wajah Sooyoung. Key menghapus air mata itu dengan jarinya. Sooyoung menoleh.

“Key-ah” ucap Sooyoung sendu. Key segera berkata”Uljima Sooyoung-ah. Jangan menangis lagi.” Sooyoung menatap Key sendu. Key kemudian menggenggam tangan Sooyoung.

“Ayo, kuantar kau pulang” ajak Key. Sooyoung menunduk. Key segera membawa Sooyoung ke mobilnya lalu mengantar Sooyoung pulang ke rumahnya.

“Key-ah, gomawo telah mengantarku pulang.” Ucap Sooyoung lalu berlalu pergi meninggalkan Key dengan berjalan gontai. Key yang melihatnya sangat iba terhadap Sooyoung. Ia menatap Sooyoung sampai benar-benar Sooyoung masuk kedalam rumahnya. ‘Sooyoung-ah, kau akan tahu dengan sendirinya. Mianhae. Aku benar-benar tak berani mengatakannya padamu. Tetaplah tegar. Aku akan selalu berada dibelakangmu’. Key melajukan mobilnya pulang ke rumah pamannya. Ia memang tinggal dengan pamannya. Otomatis ia juga tinggal dengan Kyuhyun, sepupunya itu. Sesampainya di rumah, ia segera masuk kedalam. Dilihatnya pamannya sedang asyik membaca koran dengan tenang ditemani dengan secangkir teh hangat yang tersedia di meja. Key memberikan salam pada pamannya itu.

“Annyeong ahjussi” ucapnya sambil membungkukkan badannya. Pamannya menoleh kearahnya menyadari Key sudah pulang. “Oh, Kibum-ah kau sudah pulang? Kulihat tadi kau pulang bersamanya?” ucap paman Key yang notabennya adalah Ayah Kyuhyun sekaligus pemilik Cho Coorp. Key sedikit bingung dengan ucapan pamannya. Ia tak mengerti. “Maksud paman Sooyoung?” tanya Key ragu.

“Tentu saja, kau dengannya sudah berpacaran bukan?”. Kyuhyun keluar dari kamarnya. Ia mendengar ayahnya berkata bahwa Key dan Sooyoung berpacaran. Kyuhyun terkejut mendengar pernyataan ayahnya barusan. Key yang melihat Kyuhyun ada di depannya segera menyanggah pernyataan pamannya itu.

“Aniyo paman, aku tak ada hubungan apa-apa dengannya” Sangah Key lalu beralih menatap Kyuhyun. “Benarkah? Tapi kalian sangat serasi” tambah pamannya itu. Kyuhyun menatap malas kearah Key. Kyuhyun kemudian berjalan kearah dapur. Sementara Key masuk ke kamarnya. Kyuhyun kembali menuju kamarnya. Dia melihat sinis ayahnya itu. Kyuhyun duduk di tepi ranjang miliknya. ‘Benarkah? Sooyoung dan Key…? Arrghh Sooyoung-ah mianhae, aku yakin sekarang kau pasti membenciku. Kumohon jangan pernah berhenti mencintaiku Sooyoung-ah. Saranghae, Jeongmal saranghae chagiya’.

Dilain tempat seorang yeoja tengah duduk di lantai tengah duduk memeluk kedua kakinya. ‘Kyuhyun-ah, apa kau dengannya….? Kenapa kau diam saja tadi? Bahkan kau tak memelukku atau memberikan semua kejahilanmu dan ciumanmu seperti biasa? Apa kau tak merindukanku? Benarkah kau bersamanya? Kyuhyun-ah, kumohon jangan pernah pergi dariku. Saranghae, jeongmal saranghaeyo yeobo-ahh. Hiks..hiks..hiks’

***

Author POV

Keesokan harinya, Sooyoung datang untuk kedua kalinya sendiri pergi ke kantor. Ia tak ditemani Kyuhyun untuk kedua kalinya. Biasanya Kyuhyun selalu menjemputnya setiap pagi. Sesampainya di depan gedung kantor, Sooyoung melihat Kyuhyun dan Seohyun berjalan melaluinya. Sooyoung melihat Seohyun menggandeng lengan Kyuhyun lagi. Sakit rasanya sakit sekali melihat itu. Kyuhyun dan Seohyun memasuki lift. Pintu lift pun menutup. Karena melihat Sooyoung masih diluar, Kyuhyun segera menekan tombol untuk menahan pintu lift agar kembali terbuka. Kyuhyun membiarkan Sooyoung masuk. Sooyoung masuk dengan ragu-ragu kedalam lift itu. Seohyun melihat risih dan menatap tak suka kearah Sooyoung yang berada di belakangnya. Kyuhyun menoleh kebelakang. Ia melihat Sooyoung tengah menunduk. Rasa bersalah terbesit pada diri Kyuhyun. ‘Mianhae Sooyoung-ah, mianhae’ hanya itu yang selalu diucapkan Kyuhyun dalam hatinya. Hari ini perasaan Sooyoung benar-benar kacau. Rasanya ia ingin memilih untuk menangkan dirinya dirumah dengan istirahat seharian. Sooyoung kali ini mencoba untuk fokus pada pekerjaannya. Ia mencoba untuk tak memikirkan hal itu sementara ini. Beberapa jam berlalu. Ia merasa tenggorokannya kering saat ini. Ia beranjak dari tempat duduknya. Ia menuju ke tempat mesin minuman yang ada di kantor ini.

***

Sooyoung POV

Sooyoung-ah fokuslah pada pekerjaanmu hari ini. Aku memulai pekerjaanku. Beberapa jam berlalu. Aigoo tenggorokanku kenapa serasa kering sekali. Aku butuh minuman. Aku beranjak dari tempat dudukku. Aku berjalan menuju tempat mesin minuman yang ada di kantor ini. Saat tengah berjalan menuju mesin minuman yang sudah ada di depanku, aku melihat yeoja itu lagi datang berlawanan arah denganku. Aku terus berjalan tanpa mempedulikannya. Tapi langkahku terhenti ketika tangan seorang yeoja mencengkram lenganku kuat. Ternyata yeoja ini yang melakukannya.

“Ya!” bentaknya. Aku menepis tangannya yang kuat mencengkram lenganku. Aku memasukkan uangku ke dalam mesin minuman itu. Kuambil minuman itu dan segera kuminum. Aku berjalan meninggalkan yeoja itu. apalagi sekarang? Ia mencengkram lenganku kembali. Tiba-tiba ia mengambil minumanku dengan kasar. Aku menatapnya sinis. Apa sebenarnya mau yeoja ini?

“Apa maumu?” tanyaku. Ia memberikanku smirknya itu. Cih, aku benci sekali melihatnya setelah melakukan hal-hal gila pada Kyuhyun.

“Mauku? Mudah saja. Kau, menjauhlah dari Kyuhyun oppa.” Pintanya. Apa katanya? Menjauhlah dari Kyuhyun? Apa haknya melarangku menjauh dari namjachingu sendiri? Ia menyodorkan tangannya didepan wajahku.

“Kau tau apa ini? ini cincin tunanganku dengan Kyuhyun oppa. Kami sudah bertunangan” ucapnya sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jarinya. Aku bingung dengan apa yang baru saja ia katakan. Tunangan? Apa maksud yeoja ini?

“Dengarkan aku baik-baik, menjauhlah dari Kyuhyun atau kau dalam masalah” ancamnya. Cih. Aku berbalik berniat pergi dari hadapannya. Dengan sigap ia menahan lenganku lagi.

Plakk. Sebuah tamparan keras melayang di pipiku dan ia menyiramku dengan minumanku yang ia pegang. Aku membuang mukaku. Tiba-tiba Kyuhyun menghampiri kami.

“Oppa” lirihku. Kyuhyun malah menatap yeoja didepanku tajam.

“Seohyun-ssi!! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menampar dan menyiram Sooyoung!” bentak Kyuhyun pada yeoja itu. Apakah Kyuhyun sekarang sedang membelaku?

“Oppa kau membelanya? Oppa! Katakan didepannya bahwa kau mencintaiku! Cium aku oppa!” . Mwo? Apa yang ia katakan? Kutatap Kyuhyun. Kulihat ia terdiam. Kyuhyun-ah kumohon jangan katakan dan lakukan itu. Jebal. Kyuhyun menatapku sendu. Aku membalas menatap matanya.

“Cepat cium aku dan bilang bahwa kau mencintaiku oppa!” pinta yeoja itu. Kyuhyun-ah kumohon jangan katakan itu. Jangan lakukan itu.

“Saranghae” ucap Kyuhyun dan dengan cepat melumat bibir yeoja di depanku ini. Ternyata Kyuhyun benar-benar melakukannya. Apa artinya semua ini? Air mataku jatuh membasahi pipiku. Aku menatap kejadian yang sedang terjadi didepanku saat ini. Sakit, kenapa rasanya sakit sekali disini? Aku menutup mulutku. Tak percaya akan yang dilakukan Kyuhyun. Segera aku pergi meninggalkan mereka. Aku pergi ke Toilet. Disana aku menangis sejadi-jadinya. Kyuhyun-ah, kenapa kau melakukan semua itu padaku? Apa kau tak mencintaiku lagi? Jadi kau telah bertunangan dengannya? Lalu maksud dari sibukmu itu ini? Kau jahat sekali Kyuhyun-ah! Kenapa kau tega melakukannya? Tak taukah betapa sakit sekali rasanya melihat sikap dan perlakuanmu belakangan ini padaku? aku benar-benar membencimu, Kyuhyun-ah! aku kembali ke ruang kerjaku.

***

#song Sj-Let’s not

Kyuhyun POV

Aku mengacak ngacak rambutku. Kulonggarkan dasiku kasar. Argghh kenapa jadi seperti ini? Aku..aku..aku menyesal akan semua ini. Aku benar-benar bodoh! Aku benar-benar namja brengsek. Sooyoung-ah kau pantas membenci namja brengsek sepertiku.

Sepulang kerja, aku melihat Key dan Sooyoung pulang bersama. Kulihat wajah Sooyoung sangat sembab. Apa ia menangis karena kejadian itu? Aku berinisiatif untuk mengikuti mereka pergi. Ternyata Key mengantar Sooyoung pulang. Kulihat Sooyoung menangis. Apa aku benar-benar telah menyakitinya? Tiba-tiba kulihat Key memeluk Sooyoung. Sooyoung-ah jeongmal mianhae. Karenaku kau tersakiti seperti ini. Kurasa sebentar lagi air mataku akan tumpah. Aku ingin sekali memelukmu dan menciummu saat ini juga Sooyoung-ah. Aku ingin menenangkanmu. Sooyoung masuk ke dalam ruamhnya. Aku tetap berada di luar rumahnya menunggu di dalam mobilku. Lama sekali aku berada dalam mobilku. Aku menatap sendu kearah kamar Sooyoung. Dengan memberanikan diri, aku masuk kedalam rumahnya. segera aku menuju ke kamar Sooyoung. Kupegang gagang pintu kamar Sooyoung lama. Kuhembuskan nafasku lalu masuk ke kamar Sooyoung. Kulihat Sooyoung tertidur di lantai. Aku menghampirinya. Aku menepis rambut yang menutupi wajahnya itu. Dapat kulihat bekas air mata masih membekas di wajahnya. “Kau pasti menangisiku lagi Sooyoung-ah’. Kuangkat Sooyoung ketempat tidurnya. Kurebahkan tubuhnya perlahan. Kutarik selimut untuk menutupi tubuhnya itu. Aku menatap lekat-lekat wajahnya. Sooyoung-ah, mianhae. Jeongmal Mianhae. Aku memang benar-benar bodoh. Aku yakin kau selalu menangisiku karena sikapku yang berubah padamu. Mianhae aku melanggar janji kita. Kau boleh mebenciku chagiya, kau juga tak perlu memaafkanku. Aku pantas menerima itu. Tapi kumohon, tetaplah mencintaiku. Jangan pernah hapus rasa cintamu padaku. Carilah namja yang lebih baik dariku, yang bisa membahagiakanmu, melindungimu, menyayangimu, dan tak pernah menyakitimu. Aku selalu mencintaimu chagiya. Saranghamnikka” Kukecup muali dari keningnya, kelopak matanya, hidungnya, pipinya, terakhir bibirnya.

***

Author POV

Sooyoung menhampiri Kyuhyun ke ruangannya. Ia ingin meminta penjelasan dari Kyuhyun. Ia tak tahan akan semua ini. Kyu sibuk dengan berkas-berkasnya.

“Oppa! Jelaskan padaku apa maksud semua ini!” pinta Sooyoung. Kyuhyun masih terpaku pada berkas-berkasnya.

“Oppa! Lihat aku. Jawab aku!” pinta Sooyoung lagi. Kyuhyun melirik kearah Sooyoung. Tiba-tiba ponsel kyuhyun berdering.

“n..ne ..na..nado saranghae.” ucap kyu diakhir pembicaraannya di telepon sambil menatap Sooyoung. Sooyoung yakin yang menelpon Kyuhyun adalah yeoja itu. Mendengar Kyuhyun mengatakan itu, buliran air mata jatuh. Sooyoung tak bisa menahannya. Ia tak tahan lagi.

“Oppa, kau berubah. “ lirih Sooyoung. “Kau tak seperti dulu lagi. Apa kau tak mencintaiku lagi?”

“Sooyoung-ah! aku tak berubah. Aku tak pernah berubah. Aku juga tak pernah benar-benar mencintaimu. Aku hanya mempermainkanmu saja Sooyoung-ah. Aku tak mungkin menyukai dan mencintai wanita sepertimu! Sekarang keluarlah dari ruanganku.” Air mata Sooyoung turun dengan derasnya. Ia tak percaya Kyuhyun mengatakan bahwa ia tak pernah mencintainya dan hanya mempermainkannya saja. Segera Sooyoung keluar berlari dari ruangan Kyuhyun.

***

#song BoA – My only One

Sooyoung POV

“n..ne ..na..nado saranghae.” Aku tercengang mendengar Kyuhyun berkata seperti itu. Aku yakin itu pasti yeoja itu. Air mataku tak tertahankan lagi.

“Oppa, kau berubah. “ lirihku. “Kau tak seperti dulu lagi. Apa kau tak mencintaiku lagi?” tanyaku

“Sooyoung-ah! aku tak berubah. Aku tak pernah berubah. Aku juga tak pernah benar-benar mencintaimu. Aku hanya mempermainkanmu saja Sooyoung-ah. Aku tak mungkin menyukai dan mencintai wanita sepertimu! Sekarang keluarlah dari ruanganku.”Bentaknya. Air mataku turun dengan derasnya. Aku berlari keluar dari ruangannya. Tak pernah Kyuhyun membentakku sebelumnya. Aku benar-benar tak percaya dengan yang dikatakan Kyuhyun. Ia tak pernah benar-benar mencintaiku? Ia hanya mempermainkanku? Lalu apa arti semua yang sudah ia lakukan? Perasaan itu? Pelukan itu? ciuman itu? Lalu janji itu? apa semua itu hanya bualannya? Kali ini aku benar-benar membencimu Kyuhyun! Aku benar-benar kecewa padamu. Kukira semua itu tulus darimu. Kyuhyun-ssi aku membencimu!

***

Sejak saat itu aku keluar dari perusahaannya. Dan sejak saat itu juga aku membenci seorang Cho Kyuhyun. Ia benar-benar menyakiti perasaanku. Sangat sakit. Sakit sekali. Setiap hari aku menangisi namja itu. Bodoh, aku benar-benar bodoh. Untuk apa aku menangisinya? Dia sudah menyakitiku, membohongiku, mempermainkan perasaanku.

“Sooyoung-ah, ini ada kiriman undangan untukmu” ucap Eommaku.

Kuambil kiriman undangan itu. Kubuka dan kubaca. ‘Cho Kyuhyun dan Seo Ju Hyun’. Mereka akan menikah? Tak terasa air mataku mengalir, kembali menangisi seorang Cho Kyuhyun.

“Oppa” lirihku seraya mengusap foto Kyuhyun yang ada di kartu undangan itu.

***

Aku pergi diam-diam menghadiri pernikahannya. Ya pernikahan namja yang pernah menjadi namjachinguku sekaligus namja yang telah menyakitiku. Aku tak masuk kedalam gedung pernikahannya itu. Aku melihat dari luar. Tak berani masuk. Kulihat Kyuhyun mencium Seohyun. Terdengar sorak-sorai dari tamu undangan.

Tess..tes..

Air mataku jatuh seketika. Dengan cepat aku menghapusnya dan berlari pergi dari tempat itu.

FLASHBACK END

Sooyoung POV

Itu benar-benar menyakitkan. Aku ingin sekali mengakhiri hidupku saat ini juga. Angin terus menerpa tubuhku ini. Aku lebih mengeratkan jaketku lagi.

“Agasshi, awas!!”

BRAKK

Tuhan, aku sangat mencintainya. Lindungilah dia selalu. Kyuhyun oppa, Saranghaeyo…Yeongwonhi.

***

Author POV

BRAKK

Terdengar hantaman keras malam itu. Orang-orang disekitar daerah itu segera menghampiri yeoja yang tertabrak itu. mereka melihatnya merasa iba pada yeoja itu. Kecelakaan itu seakan-akan sebagai tontonan orang-orang yang melihatnya.

***

#Song Sj-Let’s not

Kyuhyun POV

Pagi ini aku akan berangkat ke kantor. Kulihat berita hari ini di televisi. ‘Seorang yeoja yang diketahui bernama Choi Sooyoung tewas tertabrak mobil, Sabtu malam kemarin.’ Tunggu nuguya? Choi Sooyoung? Sabtu malam kemarin? Berarti saat hari pernikahanku? Aku segera mengambil jasku dan kunci mobilku. Kulajukan mobilku kerumah Sooyoung. Ternyata memang benar..Kulihat Keluarganya menangis tak henti-hentinya. Ibunya terlihat sangat terpuruk sekali. Ayahnya dan adiknya mencoba menenangkan ibu Sooyoung. Aku tak bisa menahannya. Air mataku turun menyaksikan ini. Aku mengikuti keluarga ini sampai ke pemakaman Sooyoung. Aku menunggu hingga semua orang telah pergi. Aku menghampiri makam Sooyoung. Aku terduduk lemas. Aku menatap makamnya sedih.

‘Sooyoung-ah, ini aku Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Kau masih ingat denganku kan? Ya aku adalah orang yang mencintaimu dan menyakitimu. Orang yang tengah membuatmu senang dan juga merasakan rasa sakit dihati. Sooyoung-ah mianhae. Jeongmal Mianhaeyo. Aku seharusnya tak melakukan itu padamu dulu. Jika aku tak menuruti semua perjodohan itu kita pasti akan hidup bahagia berdua bersama dan memiliki anak dan kau tak akan pergi begitu saja seperti ini. Sooyoung-ah mianhae. Mianhae, telah membuatmu terluka. Aku selalu mencintaimu Chagiya. Tenanglah disana. Kuharap kita bisa bertemu kembali dilain tempat dan hidup dari awal dan memulai semuanya lagi. Saranghae…Saranghaeyo Choi Sooyoung….

***

Author POV

Seorang yeoja memakai gaun putih selutut tersenyum melihat namja yang ada didepannya.

“Aku tau kalau kau  selalu mencintaiku oppa. Aku juga mencintaimu. Hiduplah bahagia. Kuharap kita bisa bertemu lagi. Selamat tinggal Kyuhyun oppa…

***

END~

Huaa akhirnya selesai. Panjang banget ya? Mian kalo feelnya kurang dapet. Aku udah berusaha semaksimal mungkin ^^

8 thoughts on “[Freelance] My Love Is Never Die

  1. lanjut as ajj aen😀
    aku feel nya dapet banget
    aku nyesek bacanya😦
    seo bener2 tega
    bagus eon feel nya bener bener bener dapet banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s