[Freelance] It’s Because “It’s War” – Part 1

Title: It’s Because “It’s War” [Part 1]

Author: Park Rynchan (@AnnisaHaris_)

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Rating: G

Cast : – Thunder / Cheondung (MBLAQ)
– Park Youngshin (It’s your name in this fanfic. In here you’ll be member of an girlband that one Entertainment with MBLAQ. Named YUNIQ.)
– Lee Joon (MBLAQ)

Other Cast: – Other MBLAQ member.
– Other YUNIQ (your group) member.
– MBLAQ and YUNIQ manger. And the other will coming. 😄

A/N: Maaf kalo nama korea “kamu”, di FF ini jelek. Habisnya kalo nggak ada nama, saya jadi bingung. Gwaenchana, ne? Dan maaf kalo nama group “kamu” disini aneh. Saya nggak pandai buat nama -___-“. Oya, disini ceritanya zaman lagu MBLAQ yang “It’s War” . Yah, abisnya idenya dapet dari situ. Ngeliat Joonie dan Cheondungie beradu peran disana, lampu dikepala saya langsung nyala. Yosh! Langsung cekidot aja ya!!

•*˚*•Happy•*˚*• •*˚*•Reading•*˚*•

“Oke! Ini last scene! Mana pemerannya?!”, ujar produser yang memimpin pembuatan MV salah satu Boyband terkenal di korea. MBLAQ. Yap, mereka sekarang sedang syuting untuk MV lagu baru mereka yang berjudul “It’s War”. Kali ini mereka juga ikut menggaet salah satu personil YUNIQ, Park Youngshin. Untuk menjadi model wanitanya.

“Mereka disini!!”.
“Ya! Darimana saja kalian?!!”, tegur sang produser.
“Mianhamnida.”, ucap salah satu member MBLAQ, Cheondung atau yang lebih akrab di panggil Thunder.
“Dwaesseoyo! Sekarang kita mulai syutingnya. Dan kalian, ayo kembali ke tempat semula.”
“Algessemnida.”, sahut mereka bertiga berbarengan.

S
K
I
P

“Baiklah, syuting selesai. Terima kasih atas kerja samanya!!!”, sahut seluruh staff sambil membungkuk yang dibalas oleh MBLAQ dan Park Youngshin.
“Sekarang mari kita rayakan dengan makan!”, semua langsung bersorak senang dan buru-buru pergi.

 

“Thunder oppa! Aktingmu hebat! Aku kagum!”, Thunder tersenyum lalu menunduk.
“Ayo kita makan! Mereka sudah menunggu!”, ucap Youngshin. Thunder masih hanya diam menunduk.
“Oppa? Gwaencha- Wae ureoyo (kenapa menangis)?”, Thunder menggelengkan kepalanya.
“Aniyo. Sudahlah, kau berangkat terlebih dahulu. Aku menyusul.”, tolak Thunder halus. Youngshin mengangguk ragu. Sebenarnya dia tak ingin meninggalkan Thunder sendirian. Tapi, jika Thunder berkehendak jangan pernah kau melawannya.
“Arraseo! Ppalliwa~. Gidarilkeyo (kutunggu).”, ucap Youngshin. Thunder mengangguk.

Setelah Youngshin pergi, Thunder menunduk kembali. “Geurae, wae nan eureoyo (kenapa aku menangis)?”, gumamnya.

“Ah, mungkin aku terbawa suasana MV itu. Aku merasa kejadian itu benar-benar terjadi padaku. Aku tak mau kehilangan dua orang yang aku sayangi. Bukan Joon hyung, juga bukan Youngshin. Aku tahu Youngshin dan Joon hyung saling suka. Mereka terlihat akrab. Lalu bagaimana dengan aku? Aku menyukaimu Youngshin-ah.”.

Hening.

“Dwaesseo~. Aku pergi makan saja.”, Thunder lalu beranjak pergi untuk menuju ke kedai yang sudah ditentukan oleh sang produser.

—————-

Sesampainya disana, Thunder tak langsung masuk. Dia diam membeku di depan pintu kedai yang terbuka. Terlihat jelas di depan matanya Youngshin dan Joon duduk bersebelahan sedang bercanda ria.

-Thunder POV-

DEG!

Joonie hyung dan Youngshin, kalian…

‘Akh, aku benar-benar penggangu. Lebih baik aku pergi saja.’, aku lalu mulai melangkahkan kakiku beranjak pergi dari tempat itu yang semakin membuat hatiku sakit.
Namun, kakiku terhenti saat mendengar namaku dipanggil.
“Oh! Thunder oppa!!! Ayo masuk.”, seru Youngshin. ‘Sial! Anak itu! Hah~, bagaimana bisa aku melupakannya.’, batinku.

 

Youngshin lalu menghampiriku, menarikku kedalam, dan menyuruhku duduk disampingnya. Aku hanya diam, takut menggangu kemesraannya dengan Joon hyung.
Tak lama kemudian, Youngshin menarikku agar duduk disampingnya. Aku yang tidak siap menerima serangan tiba-tiba itu, hanya bisa pasrah sambil melirik ke arah Joonie hyung. Ne?! Dia hanya nyengir! Apa maksudnya? Dia nggak cemburu, nih?

Walaupun sudah duduk, aku hanya memandang makananku. Tak ada nafsu makan.
“Thunder oppa!”, suara Youngshin.
“Hm? Wa-.”, kata-kataku terputus ketika ada sesuatu yang masuk kedalam mulutku. Makanan. Enak.
“Eotteyo (bagaimana)? Mashitta?”, tanyanya penasaran. “Eum! Jinjja mashitta!”, balasku. Youngshin tersenyum.
“Nah! Sekarang makan lagi oke? Jangan melamun!”, dia lalu menyuapiku.

BLUSH

Sial! Pipiku kali ini tak bisa di ajak kompromi. Memang aku menyukai Youngshin, dan satu-satunya member yang tahu perasaanku hanya Seungho hyung. Mungkin aku paling dekat dengan Joon hyung, namun untuk urusan pribadi dan sangat intens ini aku percayakan pada Seungho hyung. Lagipula, Joon hyung suka pada Youngshin. Bagaimana bisa aku bercerita pada Joon hyung?

“Waeyo?”, ucapku pada Seungho hyung yang terlihat menaik-turunkan alisnya.
“Ani. Ekhm, sepertinya enak sekali disuapi. Ah, jadi iri.”, tuturnya. Aku tersentak, benar juga aku sedang disuapi oleh Youngshin. Pipiku bertambah merah.
“Youngshin-ah.”, panggilku.
“Ne? Waeyo?”.
“Emmm, aku.. Bisa.. Makan sendiri…”, kulihat Youngshin kaget. Mungkin dia juga baru menyadari apa yang dia kerjakan.
“Oh.. N-ne.. Mi-mianhae, oppa.”, dia tertunduk.
“Gwaenchana..”, balasku sambil menepuk-nepuk kepalanya.

—————-

Selesai makan aku langsung menuju ke tempat dimana aku memarkirkan mobilku. Yah, hari ini aku ingin bawa mobil sendiri. Untung saja manager hyung memperbolehkan.

TUK

Seseorang menepuk bahuku, aku menoleh.

 

“Seungho hyung? Waeyo?”, tanyaku sopan.
“Hanya ingin mengucapkan selamat saja.”, balasnya santai.
“Selamat? Atas apa?”.
“Yah, atas kedekatanmu dengan Youngshin tadi. Kau benar-benar membuatku iri. Andai saja eonnie Youngshin datang.”.
“Apa-apaan sih, hyung. Yang begituan nggak usah di kasih selamat. Eonnie Youngshin? Nuguya?”.
“Akh itu, Leadernya YUNIQ. Kim Hana. Dia kan ‘eonnie’ Youngshin.”.
“Oh, Hana. Memangnya kau ada hubungan apa dengan Hana?”.
“Eh? Aku belum memberitahumu? Aku namjachingunya.”, ungkap Seungho hyung.
“Mwo? Chukkae, hyung!”, aku menjabat tangannya.

“Ne, ne. Sudah ya! Aku duluan! Hati-hati mengemudikan mobil itu!”, aku mengangguk mendengar nasihatnya.

Seungho hyung lalu pergi ke tempat mobil MBLAQ diparkirkan. Aku melambaikan tangan ketika melihat member-memberku yang lain melewatiku.

“Hah, Seungho hyung itu. Cepat sekali punya pacar. Sedangkan aku? Aish! Sudahlah Cheondung-ah! Jangan pikirkan masalah itu!”, ucapku pada diri sendiri.

Aku lalu masuk kedalam mobil dan melaju ke pintu keluar. Saat kulihat dia berdiri disana, kebingungan mencari tumpangan mungkin? Tapi, hey! Dia punya manager kan? Sudahlah, lebih baik kutanyakan saja.

“Youngshin-ah?”, sapaku. Dia terkejut sesaat, sebelum kembali mengulum senyum.

-Thunder POV End-

 

-Youngshin POV-

Aku menunggu managerku untuk menjemput. Namun, sudah 10 menit menuggu, manager oppa belum datang. Huh, kemana dia?

Kuputuskan untuk menunggunya 5 menit lagi.

3 menit berlalu, manager oppa masih belum datang.

Tepat di menit ke-5, aku mendapat telepon dari manager oppa.

“Yeoboseyo? Youngshin-ah?”.

“Oppa! Eodigayo? Aku bisa-bisa memebeku karena menunggumu oppa!”.

“Mianhae, oppa tak bisa menjemputmu.”

“Mwoya? Oppa! Nongdam hajimayo (jangan bergurau)!”

“Aniyo, oppa ada urusan. Mianhae, Youngshin-ah.”

“Hah, arraseo. Aku akan pulang dengan taksi saja.”

“Hanbeondeo (sekali lagi), mianhae.”

“Ne, gwaenchanayo. Annyeong.”

“Annyeong.”

 

Aku memutuskan sambungan teleponku dengan manager oppa, lalu mendengus kesal. ‘Huh, baboya!! Bwa, jam berapa sekarang? Mana ada taksi lewat disekitar sini?’, rutukku dalam hati. Saat aku kembali merenungi nasib malangku, terdengar suara seseorang yang memanggilku.

“Youngshin-ah?”, sapanya. Aku terkejut sesaat, namun setelah kuteliti lagi, dia itu Thunder oppa. Jadi, aku kembali tersenyum, perlahan mukaku memanas. Yah, aku menyukai oppa yang satu ini.

“Oppa, annyeong! Kenapa oppa nggak bareng sama member yang lain?”, tanyaku.

“Hah, bosan. Ingin bawa mobil sendiri saja, lagipula manager hyung mengizinkan.”, jawabnya ringan.

“Heh, memangnya oppa sudah punya SIM?”, Thunder oppa mendelik kearahku ketika aku bertanya tentang SIM. Aku tersenyum lebar.

“Ya! Kau kira aku anak sekolahan yang sedang banyak pikiran, lalu mengambil kunci mobil appanya dan mengemudi dengan ugal-ugalan? Umurku 22 tahun, Youngshin-ah!”, ucapnya berapi-api. Aku terkikik geli.

“Ne, algessemnida (aku mengerti).”, Thunder oppa hanya mendengus kesal.

“Hah, dwaesseoyo! Eh, ngomong-ngomong kenapa kau belum pulang?”, wajahku yang tadinya tersenyum, kembali berkerut begitu mendengar penuturan Thunder oppa.

“Manager oppaku tidak bisa menjemput. Ada urusan katanya.”, ucapku. Wajahku terus menekuk, bibirku kumonyongkan ke depan, biarlah aku terlihat jelek di depan orang yang kusuka kali ini saja. Bad mood sedang menyerangku.

“Oh. Emm, bagaimana kalau ku antar?”, aku yang daritadi hanya mengumpati manager oppa -dalam hati-. Langsung terkejut dengan penuturan Thunder oppa yang tiba-tiba, dan sedikit gugup mungkin?

“N-ne? A-apa tidak m-merepotkan?”, Sial! Kenapa cara bicaraku jadi seperti Hyuuga Hinata?!

“Aniyo. Deuleoga (masuk).”, ajaknya.

Aku hanya diam membatu, ‘Kyaaa, Thunder oppa mengajakku pulang bersamanya. Eotteokhe? Aku terima apa tidak ya?’, batinku. Namun, ketika aku masih berpikir keras tentang tawaran Thunder oppa itu. Tangan, yang kuyakini milik Thunder oppa menarikku masuk ke dalam mobilnya.

“Aish, sudah kubilang masuk. Kenapa malah melamun?”, cibirnya. Aku terdiam, masih kaget atas perbuatan Thunder oppa. Dan masih canggung, terima kasih kepada tangan Thunder oppa yang masih menggenggam tanganku.

“Oppa.. T-tanganmu..”, ucapku.

“Ne? Ada apa dengan tangan-“, Thunder oppa lekas melepaskan tanganku.

“Mianhaeyo..”, aku mendongak mendengar suara Thunder oppa yang parau itu.

“Gwaenchana. Kajja, oppa.”, ucapku. Thunder oppa mengangguk dan tersenyum manis. Manissss sekali. Pipiku kembali memanas.

Perlahan namun pasti, mobil Thunder oppa melaju kearah dorm YUNIQ, dormku

3 thoughts on “[Freelance] It’s Because “It’s War” – Part 1

  1. Uwaaahhh!!!!!!! Ff mblaq!!! Kereeenn!!! Nyari ff mblaq tu susah ;_;
    Jdi aku seneng bgt ada ff mblaq disini!! 😀
    Lanjuuutt!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s