(FF) Dark Village [Part 4]

Annyeong haseyoo readersku 😀
Kaliini aku ngepost lanjutan ff ku”Dark Village” part 4 :3 haha

Maaf ya udah pending nih ff 2 bln u,u abis gak tau lagi bakal jadi apa lanjutannya.

Hmm,ini ff kurang horor yah? Yaa aku tau u,u makanya,kalau kurang horor,gaush anggap ini ff horor yah? *apaan sih!* hehe

Yaudah selamet membacee 😀

**
Cast:
Onew , Hara , Yuri , Minho , Krystal , Key , Gyuri , Tiffany.

Minor :
Jonghyun , Luna , Nicole

Genre:
Friendship ,Fantasy , Dark, Illutination , A half Horror 😀

**

#part 3#

*someone pov*

aku melihat fotoku dan jonghyun.

“jong,jeongmal bogoshipo”aku menyium foto itu.aku benar2 merindukannya.

“Kita akan berjumpa.. segera”aku mengambil pisau itu dan segera mngakhiri hidupku.

**
#part 4#

*someone pov*

Jadi , tadi adalah sekilas flashback ku tentang masa laluku. Jika mengingat itu,aku selalu ingin menangis. Namun,bagaimana hantu bisa menangis?

Ya,aku hantu! Aku adalah arwah penasaran dari seorang kim luna! Aku sudah berjanji pada jong akan membalaskan dendamku bukan? Sekarang,aku akan melakukannya dengan perlahan.

Sebelum onew dan teman2nya datang,aku sempat bingung bagaimana caraku membalaskan dendam. Aku sungguh terobsesi untuk membalaskan dendam suamiku walaupun suamiku tidak memintanya.

Namun,aku tau apa yang akan aku lakukan saat mengetahui ada penghuni baru di village ini.Aku memang bukan wanita pendendam. Semasa hidupku aku dikenal sebagai wanita baik dan ramah. Itu kata jonghyun dan teman temanku.

Tapi kali ini,aku sangat ingin membalas dendam. Tuan Kang In,kau akan menerima balasannya. Tunggu saja. Segera!

*someone pov end*

*normal*

*ruang makan*

“Selamat makan!”Kata onew sambil mengambil ayamnya.

“Ne. Ayo makan”ajak hara lagi.

Saat makan,mereka melihat minho baru menghampiri mereka.

“Ya! Kenapa kalian tidak menungguku untuk makan?”Sungut minho kesal sambil mengambil tempat duduk di samping key.

“Terlalu lama menunggumu untuk bangun dan mandi”cetus onew.

“Huh”sungut minho lagi.

“Chingu,nanti kita keladang lavender yuk!”Ajak krystal.

“Ayo!”Serempak mereka.

“Ani”jawab yuri.Semua mata tertuju pada yuri.

“Waeyo yuri ah?”Tanya krystal.

“Ani,aku hanya kecapekan.Kalian Pergi saja. Aku tak apa apa.”Yuri tersenyum.

“Gwencanayo yuri? “Tanya hara khawatir.

“Ne gwencana”senyum yuri lagi.

“Kalian tenang saja. Jika aku ingin pergi,aku akan menyusul kalian. Aku tau dimana ladangnya”yuri menambahkan.

“Hmm.. Yasudah kalau begitu. Tapi kau berjanji,yuri”krystal tersenyum.

“Ne”

*-*-*

Suara percikan air terdengar disetiap langkah kaki mereka. Ya,mereka. Minho dan teman2nya.

Mereka pergi keladang lavender tanpa Yuri. Yuri memilih tinggal di villa. Mereka pun berjalan sampai di tengah ladang tersebut.

“Omoo.. Bagus sekali pemandangannya!yuri tidak pernah berkata kalau pemandangannya sebagus ini!” Kagum Krystal sambil memotret pemandangannya dengan Kamera yang dibawanya.

“Untuk apa Yuri memberitahu? Kita kan tidak menanyakannya”sahut Key.

“Yee emang sih”nyengir krystal.

Gyuri diam saja saat teman2nya itu menikmati keadaan mereka sekarang. Dia hanya melihat lurus kedepan. Seperti ada yang menarik perhatiannya.

*Gyuri Pov*

Aku berjalan terus tanpa henti*!?* . Aku terus berjalan lurus kedepan tanpa seorang teman. Yah, tak apalah. Aku hanya tertarik dengan tempat mengesankan ini.

Bagiku,ini adalah daya tarik ladang lavender ini.

Aku pun berhenti tepat di tepi jurang. Hmm,sebenarnya tidak bisa dikatakan jurang. Karena,itu tidak lebih dari 8 m. Namun,jika kita jatuh minimal kita akan pingsan. Haha! Appo gyuri ah!

Aku menutup mataku. Menghirup udaranya. Sejenak aku biarkan udara itu meresapi tubuhku. Aroma lavender ikut bersama udara yang kuhirup. Lalu dengan perlahan aku hembuskan nafasku. Dan ..

BRUKK!

Punggungku sakit! Seperti ada benda tumpul menghantamnya. Aku hanya bisa berteriak minta tolong sekeras2nya. Aku sempat melihat orang yg memukulku. Seorang Wanita.Namun berapa detik kemudian, semua hitam.

*end Gyuri pov*

“Gyuri ah!” Panggil kryssie.

“Gyuri! ” Sahut Key lagi.

“Hara,darimana kau mendengar suara gyuri minta tolong tadi?” Tanya onew.

“Aku mendengarnya?hmm.. Ya! Darisana! Kau lihat?ayo kesana!” Tunjuk hara pada tempat yang ada setengah jurang tadi.

Mereka pun berjalan terus. Sampai ditepi jurang, baru mereka berhenti.

“Mana dia? Tidak mungkin dia sampai menuruni jurang ini,bukan?” Tanya Minho.

“Iya. Tapi,kemna dia?” Tanya Krystal bingung.

Tiffany yang daritadi diam,kemudian melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Sebuah benda. Benda itu..

Dia setengah berlari mengambil gantungan kunci itu. Gantungan kunci yang terdapat bercak darah itu.

“Gyuri…” Panggil tiffany tertahan. Semua melihatnya lalu menghampirinya.

“Gyuri?!” Tanya onew pelan.
“Omo! Apa yang terjadi ?dimana dia?” Sentak Key tiba2.

“Ayo kita cari dia!” Seru Minho.

“Ne”sahut semuanya.

Mereka pun mencari dn terus mencari. Hingga larut malam mereka belum menemukan gyuri .

“Bagaimana ini? Mana mungkin kita kembali tanpa Gyuri? Apa yang akan terjadi padanya?” Tanya Hara lemas. Dia menahan tangisnya. Namun,air itu langsung mengalir dipipinya.

“Sudah,jangan menangis. Dia teman kita. Kita tidak mungkin meninggalkannya dan membiarkannya sendirian. Tapi,ini sudah malam. Gelap. Dan kita tidak membawa senter atau penerang lain. Lebih baik kita pulang,lalu,pagi besok kita cari lagi. Kita ajak Yuri. Pasti dia tau tentang tempat ini.”Bujuk Krystal lembut sambil mengelus bahu hara.

Hara lalu tersenyum tipis. Namun,yang didalam pikirannya sekarang hanya satu. Kemungkinan menurutnya yang melakukan ini semua hanya satu.

Hantu Yeoja Itu.

*****

*Di tempat lain*

*Gyuri pov*

Mataku terasa berat untuk dibuka. Namun,goncangan tadi cukup kuat. Dan perlahan aku buka mataku. Disana sudah ada seorang yeoja. Dia tersenyum sinis padaku.

Perawakannya,sepertinya dia lebih muda dariku. Dia menggunakan celana ketat berwarna hitam dan berbahan licin*bayangi aja celana Yuri di RDR yang waktu yuri rambutnya dikeritingin :D*. Bajunya pun seperti itu. Rambutnya yang pendek itu dia ikat. Matanya yang sipit dan perawakan sinis itu menambah kesan liciknya orang itu dari penampilannya.

“Sudah bangun,Nona park?” Tanyanya tersenyum padaku. Cish! Senyum itu senyum yang menjijikkan!

“Apa maumu?” Tanyaku sengit.

“Ohh.. Jangan emosi dulu nona. Aku hanya akan menyanderamu sebentar. ” Jawabnya lembut dan terdengar licik.

“Hei! Kau! Berani beraninya menyanderaku! Siapa kau? Aku tidak punya urusan sama sekali denganmu!” Kata ku sambil menggeliat geliat berusaha agar talinya itu lepas. Wanita itu pun mengatakan sesuatu padaku.

“Haha. Kau ingin melepaskan tali itu? Mau aku bantu nona?” Dia mendekatiku. Awalnya aku yakin dia akan melepaskanku. Namun, bulukudukku merinding melihat pisau yang dibawanya. Spontan aku berkata,

“Berhenti! Selangkah kau mendekatiku lagi, akan kuhabisi kau! “Ntah apa yang merasukiku sehingga aku berkata seperti itu. ‘Lihat,kau tidak berdaya ingin mengancam wanita iblis ini,gyuri! Babo! Cari mati!’ Rutukku dalam hati.

“Ohh.. Aku takut sekali nona. Tapi , bagaimana kira2 kau akan melawanku?” Remehnya dengan muka polos yang dibuat buat.

Aku hanya menghela nafas dan menatapnya sinis.

Dia terus mendekatiku. Aku bergidik ngeri melihatnya.

Dia mndekatkan pisau itu ke pipi ku. Aku menghindar namun dia menjambakku. Aku melihat sesuatu di tangannya. Tatto!. Tatto itu bertuliskan.

‘Bad Nicole’

Ternyata nama wanita iblis ini nicole,batinku.

“Maafkan aku eonnie.. Ohya,biar kita lebih akrab,aku akan memanggilmu,eonnie” sinisnya lagi.

“Hmm.. Bersiaplah eonnie” lalu dia menempelkan pisau itu kepipiku dan.. Srekkk!

“Aww!! Kepar*t! Lepaskan aku!” Rintihku. Darah segar mengalir dari pipiku.

“Apa? Kurang? Sebentar,sepertinya eonn memang tidak sabar yah” dia pun menempelkan pisau itu di daguku dan srek..

“Kurang ajar! Lepaskan aku! Jangan lukai wajahku,wanita iblis!” Kataku hampir menangis.

“Hei! Aku bukan iblis, eonnie!” Kesalnya. Lalu sekali lagi dia menempelkan pisau dipipiku yang satunya.

Dan.. Srek! Sial! Pipiku disobek lagi olehnya!

“Mianhe eonnie” cengesnya.

“Tolong hentikan melukaiku. Jangan sakiti aku. Apa yang kau mau,ha? Aku akan memberikannya untukmu.” Tangisku lemas padanya.

“Benarkah? Eonnie sangat baik! Aku ingin ini,!”Tunjukknya pada bibirku.

Sedetik aku bingung,lalu sedetik kemudian aku sadar . Aku berada dalam bahaya,lagi!

“Jangan.. Jangan laku….” Kata2ku terpotong saat bibirku dirobek kembali olehnya. Perih,pedih,sakit! Akan kubalas dia nanti!

Lalu kepalaku dihantamkannya dilantai. Kepalaku pening sekali,sejenak kulihat darah berceceran di lantai. ‘Itu darahku. Lihat saja,aku akn menghitung setiap tetes darah ini,Nicole!’Batinku. Lalu,sejurus kemudian aku sudah tidak sadarkan diri lagi.

*end pov*

*keesokan paginya*

Semua yang berada di villa itu bangun dengan wajah kusut dan sedih. Mereka masih memikirkan hilangnya Gyuri. Yuri yang diberitahu semalam tentang kejadian ini langsung shock. Dia tidak tau akan kemana mencari Gyuri.

“Tempat itu sangat luas. Dimana kita akan mencarinya?” Lemas Yuri.

“Kita akan berpencar nanti. Yasudah,ayo sarapan,mandi lalu kita mencari gyuri” tutur onew.

Semuanya mengangguk dan menyantap bulgogi yang disempat2kan dimasak oleh Krystal. Lalu mereka mandi dan bersiap siap.

*Ladang lavender*

“Aku dan hara kesana. Yuri dan minho kearah timur. Tiffany,krystal dan key akan kearah selatan. Kita bertemu disini lagi,oke?” Tanya Onew pada teman2nya.

“Oke,mengerti leader” tawa mereka. Onew hanya tersenyum.lalu mereka mencari dan berpencar.

*MinYul pov*

Minho dan Yuri berjalan melewati batu2an.

“Minho,perasaan,kita tadi berada diladang lavender,tapi.. Mengapa kita sampai ke sungai kecil ini ya?” Tanya yuri bingung.

“Iya ya? Hmm yasudah kita kembali saja yuk”ajak minho.

Yuri mengangguk. Namun karena batu terlalu licin , Minho terpeleset dan jatuh kesungai.

Awalnya minho berniat untuk bangun.Namun melihat Yuri shock dan ketakutan. Dia berniat menjahilinya.

“Tolong aku,Yuri,! Tolong!” Seru minho dan bergaya seperti orang yang tidak bisa berenang.

Yuri yang notabene tidak bisa berenang,dengan asal dia masuk kedalam air dan mencoba berjalan diair yang arusnya deras sekali itu.

Minho yang melihatnya pun langsung tertawa saat Yuri menarik tangannya itu.

“Hei! Mengapa kau tertawa? Kau tidak apa apakan? Ah kau ini!” Sungut Yuri. Tampak jelas kekhawatirannya itu.

“Haha aku hanya bercanda,Chagiyaa” goda minho.

“Ya! Appo!” Muka Yuri memerah seketika.

Saat mereka asik tertawa,tiba tiba tubuh yuri yang langsing itu terbawa arus. Minho panik dan berenang menarik Yuri.

“Hulp! Tolong aku minho! Pengang batu itu!” Seru yuri yang tertahan karena terminum air sungai yang jernih itu.

Minho pun memegang btu itu untuk menahannya. Namun tak lama batu itu lepas dn tanpa sengaja Minho melepaskan tangan yuri. Yuri pun terbawa arus.

“Minho-shii tolongg!!” Teriak yuri yang terus menjauh darinya. Diapun bangkit menuju tanah dan berlari mengikuti arus itu.

“Bertahanlah Yeobo! Aku akan mengikutimu!” Seru Minho panik.

Yuri awalnya percaya. Namun tidak berapa lama dia berkata,

“Minho,kau tidak bisa mengikutiku terus. Kakimu capek jika berlari terus seperti ini!”

“Biarkan asal aku dapat menolongmu,Yul!” Ujar Minho.

Lalu Yuri pun berkata lagi,

“Minho lihat disana” minho pun melihat kedepan. Disana,ada 2 jalur arus. Sejenak,kepanikan menggerogoti tubuh Minho.

Yuri ternyata pergi ke arus Kiri. Tidak bisa dikejar MinHo karena dia berada disisi kanan.

“Yuri!”Teriak minho.

Yuri hanya tersenyum sedih.

“Yuri…” Rintih Minho perlahan. Kemudian, airmata mengalir dari mata Minho.

“Kemana kau akan pergi Yuri?” Tangis minho. Dia pun berteriak frustasi.

“Arghh!”

*end MinYul*

Taraa 🙂 sudah saya post juga akhirnya setelah kepending 2bln lebih xD hehe mudah2an suka yahh 🙂

Ohya,bagi SiDers yg udh nungguin ini jg boleh baca 🙂 tp tobat yah 😀 gapapa klu bru komen aku gak marah kok 😀 dn aku hargai pastinya 🙂

Jangan lupa komennya ya readers 🙂

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Iklan

5 pemikiran pada “(FF) Dark Village [Part 4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s