Love You My Cho Kyuhyun (Part 5A)

LYMCK (Cover PSD

Tittle: Love You My Cho Kyuhyun (Part 5A)

Main Cast: KyuYoung

Other Cast: Seo Joo Hyun

Shim Changmin

Kwon Yuri

Leght: Chapter

Genre: Romance, Sad, Mistery, Fantasy

Rating: ? PG

Disclaimer: Cast yang berada di sini adalah milik Tuhan dan orangtua-nya masing-masing. Tapi jalan cerita ini asli punya Author. Ide cerita ini juga fresh dari otak author! JANGAN JADI PLAGIATOR  DI FF KU! BECAUSE I HATE PLAGIATOR! PLAGIATOR  GO AWAY!

A/N: Anneyeong! Huwaa! Author nggak nyangka udah sampai part 5! Khusus di Part 5 ini Author akan menjadikan 2 bagian! Part 5A dan 5B. Tenang saja, pembagian part ini tak akan memengaruhi panjang pendeknya setiap part jadi sepeti salah satu ciri Author Eyinzz yang FF-nya selalu panjang. Tujuan di berikan pembagian ini untuk menghimbau kebanyakan Part karna Author sendiri ngga tau nih FF bakal END di Part berapa. Tapi author udah berusaha semaksimal mungkin agar tak terlalu detail bercerita karna takut akan memperbanyak Part. Author juga mulai Part 5A ini akan memperbanyak SKIP agar tak terlalu banyak memakan waktu. Intinya tuh author berusaha memperpendek imajinasi author yang sangat panjang. Mohon dimengerti , Gomawo..

Happy Reading..!!

Baca lebih lanjut

3 story of love (part 2)

y626h9gdd6s6owp2jztq3o6yhvp672r3

tittle: 3 story of love

cast:

  • kyuyoung
  • yoonhae
  • minyul

other cast:

  • victoria
  • choi sekyoung(eomma soo)
  • choi siwon(appa soo)
  • kwon hae yoon(appa yoon&yul)
  • kwon youmi(eomma yoon&yul)
  • cho hanna(eomma kyu)
  • cho dong hwa(appa kyu)

genre: AU,romance,friendship

rating: G,T

disclaim: this my ff, dont be a PLAGIATOR

NB: disini ceritanya yoona itu kembaran nya yuri marga nya pun ganti menjadi kwon, juga sooyoung itu tinggal nya di rumah yoona&yuri, nanti deh ada penjelasan lebih lanjut.

SIDERS? GO AWAY! AND DON’T BASHING!!!!

happy reading^^

mian kalau typo bertebaran dan semoga mengerti jalan  ceritanya.

summary:

“oke, kita mulai saja acara perjodohan choi sooyoung dengan cho kyuhyun” sambut tuan choi

“MWO?” ucap sooyoung juga kyuhyun bersamaan

“ne kyu, kau tidak usah berlebihan eomma tau kau senang”ujar tuan cho sambil menepuk pundak anaknya

“andwae, appa aku tidak mau di jodohkan, akupun belum mengenal dia” tunjuk soo

“yakk bisa kau turunkan tangan mu?” tanya kyu sambil menghempaskan tangan soo

**** Baca lebih lanjut

[Songfict] First Snow and First Kiss

First Snow and First Kiss Cover

Tittle: First Snow and First Kiss

Author: Hwang Soo Eun a.k.a Eyinzz ( @erlinamas )

Main Cast: Minho-Yuri (MinYul)

Cameo: Kim Kibum a.k.a Key

Genre: Romantic.

Rating: PG+15

Leght: OneShoot, SongFic

A/N: Anneyeong Haseyo! Ketemu lagi dengan author tersayang kalian! Mianhe baru muncul karna Author lagi sibuk sama sekolah.. Author datang membawakan fanfic baru Ini OneShoot! Jadi ga perlu khawatir ada lanjutannya.. hehehe…

Mianhe untuk typo yang menyebar.. mianhe juga kalau feelnya kurang dapet atau mungkin fanfic seperti udah pasaran kalian baca.. tetapi jujur deh.. ide ini semua segar dari otak author.. author aja ter-inspirasi dari lyricsnya yang menurut author menyentuh… kalian perlu dengerin lagunya sambil baca fanficnya ya!

Oke, ga usah banyak cing cong! Langsung aja! Cekidot!

^^Happy Reading^^

Song: First Snow and First Kiss – Daniel (Dalmatian / DMTN) ft. Yoseob (BEAST / B2ST)

First Snow and First Kiss

Love You my Cho Kyuhyun (Part 3)

 

Tittle: Love You My Cho Kyuhyun (part 3)

Author: Hwang Soo Eun a.k.a Eyinzz

Main Cast: KyuYoung donk!!

Other Cast: Shin Changmin

Kwon Yuri

Lee Donghae

Choi Minho

Genre: Romantic, Fantasy, Mysteri

New Cast: Seo Joo Hyun

_________________________________________________________________________________

 

Sinar matahari memaksa masuk ke dalam kamar bercat biru muda yg menyejukan mata membuat yg mempunyai kamar (?) memindahkan tangannya yg awalnya berada disampingnya menjadi tepat di depan matanya. Ia sangat- sangat lelah karna kejadian kemarin malam yg cukup sudah membuat kekuatan mental dan fisik sooyoung terkuras habis,ditambah kemarin malam ia tak bisa tidur memikirkan betapa mesranya kyuhyun dan yeojachingu sialannya itu!

KRINGG…. KRRIINNGG….. KRIINNGG….

Kenyamanan tidur Sooyoung tak berlangsung lama setelah awalnya diganggu oleh sinar sang surya yg menyilaukan mata. Sekarang jam beker sialnya yg berbentuk bulat lalu ada telinganya di atas berbentuk jamur berwarna merah dan ada bulat-  bulat bewarna putih. Tangan sooyoung mencoba menggapai jam bekernya itu setelah ketemu tanpa pikir panjang langsung ia matikan dan melanjutkan mimpi indahnya yg sempat terputus tadi.

“YA!! CHOI SOOYOUNG!!! IREONA!!! PPALI!! APAKAH KAU TAK MAU SEKOLAH??!!” teriak Soo Jin eonni

Yups! Ini adalah alarm yg paling susah untuk dimatikan bahkan tak bisa dimatikan, dan selalu sukses membuat sooyoung depresi dengan suaranya yg terlalu cempreng dan nyaring, yg dapat merusak gendang telinga dalam sekejap. Lagi pula jika ia tak bangun- bangun suara alarm yg satu ini takkan bisa berhenti seperti burung beo. Sooyoung kembali mengubah posisinya menjadi bantal di atas kepalanya untuk menutup telinganya agar suara Soo  Jin tak terlalu keras

“YA!! IREONA CHOI SOOYOUNG!! KAU AKAN TERLAMBAT KE SEKOLAH JIKA TAK BANGUN SEKARANG!! DAN INGAT!! INI ADALAH HARI SENIN, GURU PELAJARAN PERTAMAMU ADALAH SOO MAN SONSAENGNIM!!!”

Sooyoung yg masih enak- enak’an tidur dan tak menggubris perkataan Soo Jin eonninya, sekarang ia sudah bangun dari tidurnya, “MWO??!! SOO MAN SONSAENGNIM??!! ANDWEE!!!!” teriak sooyoung histeris saat mengingat bahwa pelajaran pertamanya adalah pelajaran matematika yg di ajar langsung dan khusus oleh kepala sekolahna sendiri. Katanya sih biar tambah pintar murid- muridnya, namun kenyataannya? Semua muridnya malah stress semua kena sonsaengnim yg satu itu.

__(((___)))__

“hosshh.. hosshh.. hosshh..” nafas sooyounh ngos- ngos’an karna ia habis berlari dari parkiran menuju ke kelas X-B yg terletak  di lantai 3 dan berada paling ujung lantai itu. Bisa bayangkan luasnya sekolah Sment High School? Sekolah elit dan termasuk sekolah kebanggan Korea yg luasnya beribu- ribu hektar. Lapangannya aja lengkap! Dan di falisitasi oleh lift, tapi sayangnya saat sooyoung datang lift sedang penuh tadi dan juga karna sooyoung takut terlambat ia mau tak mau harus menaiki tangga darurat yg jumlahnya ratusan. Tapi semua usaha sooyoung tak sia- sia karna ia sama sekali belum terlambat karna masih tersisa waktu 5 menit sebelum bel tanda jam pelajaran berbunyi.

“Ya! Choi Sooyoung! Sudah datang?? Bagaimana sudah belajar belum?” tanya Yuri saat melihat sahabatnya itu akhirnya datang dengan penampilan agak berantakan karna habis berlari, seperti rok sekolah yg pendeknya sekitar 10cm di atas lutut, karna kaki sooyoung yg panjang saja berarti sama saja memperpendek roknya dan sekarang karna habis berlari roknya itu sekarang terlipat lagi. Bisa bayangkan seberapa pendeknya rok Sooyoung saat itu?

“belajar?? Belajar apa?? Emangnya ada ulangan??” heran sooyoung. Setaunya hari ini tuh hari free atau berarti hari tanpa ulangan dan PR- PR plus tugas-  tugas yg membuat kepala sakit. Yuri menatap heran yeoja dihadapannya, biasanya ia yg selalu mengingat segala tugas, dan semacamnya pertanyaannya sekarang adalah, kenapa sekarang ia tak ingat? Ada yg salah dengan otaknya? Molla. Lagi pula kenapa ia kemarin tak datang ke rumah ku? Bukannya eomma sudah mau memasakannya kimchi pedas kesukaannya? Biasanya juga ia yg paling semangat sama makanan. Aneh! “bukankah kita disuruh mempelajari bab 3 oleh Soo Man sonsaengnim?” jawab yuri, sedangkan yg di ajak berbicara hanya ber ‘oh’ ria sambil mengeluarkan permen karetnya dari saku roknya lalu mengulumnya sambil sekali- kali membuat balon dari mulutnya.

“aisshh.. kenapa sih yeoja ii?? Biasanya ia selalu bersemangat dan paling rajin belajar kalau disuruh belajar dengan alasan tak mau mendapatkan nilai jelek sekalipun. Tapi sekarang malah acuh tak acuh! Aish, molla! Aku tak mau tau jika ada apa- apa nantinya karna ini bersangkutan dengan pelajaran Soo Man sonsaengnim!” gerutu yuri kesal melihat tingkah Sooyoung lalu kembali berkutat pada buku yg berisikan ribuan angka dan rumus- rumus matematika itu.

@@@@

Sooyoung mengetuk- ngetukan jari telunjuknya dengan tempo pelan namun penuh penekanan menandakan bahwa ia sedang berfikir keras menghadapi dua lembar kertas yg ada di hadapannya sekarang. Satu kertas penuh dengan berderet- deret kalimat dan angka, satunya lagi kertas yg masih bersih dan polos hanya terlihat sederetan garis hitam di setiap jangka 2cm. ‘sial! Kenapa harus ada ulangan mendadak sih?? Mana pelajaran matematika lagi! Dan ulangannya kan bab 3! Aku belum sempat belajar!! Dasar guru sialan!’

Berulang kali sooyoung menoleh dan melempar kertas gulungan atau bahkan penghapus yg di potongnya kecil- kecil ke arah Yuri yg duduk di serong kanan depan untuk meminta bantuan jawaban. (ceritanya disana kalau duduk sendiri- sendiri ya!) namun yg diminta bantuan jawaban -Yuri- hanya menyunggingkan senyum evil tanpa menoleh namun dapat tertangkap oleh mata Sooyoung.

“YA! Senyuman itu milikku Yuri-ssi!” geram Sooyoung penuh penekanan namun pelan agar tak terdengar oleh yg lainnya. Ia sama sekali tak bisa berfikir untuk mengerjakan berderet- deret angka yg begitu rumit yg tertulis jelas pada kertas tersebut. Di otaknya hanya ada kejadian kemarin yg masih terekam rapi di otaknya dan satu nama yg terus berputar – putar di otaknya, CHO KYUHYUN.

“APA YG KAU MAKSUD DENGAN SENYUMAN MILIKMU??!! DAN KAU TAU?! KAU SUDAH MENGGANGGU BAHKAN MEMINTA CONTEKAN DARI MURID LAIN!!!!” Sooyoung tersentak ketika mendengar suara berat namja tua, ternyata ia tak sadar bahwa disampingnya sudah ada namja tua menyebalkan yg terus memerhatikan Sooyoung melempar kertas ke arah Yuri. Perlahan tapi pasti Sooyoung menoleh ke sebelah kiri dan mendapati Lee Soo Man sonsaengnim yg memasang muka masam berada di sebelahnya lalu mengeluarkan cengiran khasnya jika ia ketahuan berbuat salah, “heehehehe… Soo man sonsaengnim”

@@@@@

“sonsaengnim!! Mianhada, jeongmal mianhada. Saya berjanji takkan mengulanginya lagi!! Jeongmal! Aisshh.. appo” rengek Sooyoung sambil berusaha membujuk Soo Man sonsaengnim untuk melepaskan tangan kirinya yg menarik telinga kanan Sooyoung alias menjewer. ”Kau ini anak nakal!! Berani- beraninya kau meminta contekan??!! Walaupun satu sekolah tau kalau Yuri adalah chingu mu tapi tetap saja tak bisa seperti itu! Ini melanggar peraturan tau! Kau bisa saja di kenakan sanksi yg lebih berat dari pada ini! Kau besar nanti mau jadi apa, huh??!! Apakah kau kalau.. bla.. bla.. bla..” omel Soo Man sonsaengnim mulai dari lantai 3 sampai lantai satu tanpa titik koma tanpa memedulikan rengekan yg Sooyoung keluarkan dari tadi.

Mereka sekarang sedang berjalan menyusuri lorong sekolah lantai satu yg sepi karna memang ini masih dalam hitungan waktu pelajaran dan belum pergantian jam, namun sangat menguntungkan bagi Sooyoung karna ia tak perlu takut jika dilihat Sunbaenya di lorong ini. Posisi sooyoung agak menunduk untuk mengurangi rasa sakit pada telinganya, sambil di tangannya membawa buku matematika kaki sooyoung kewalahan mengikuti langkah Soo man sonsaengnim yg jalan seperti di kejar setan itu, sedangkan Soo man sonsaengnim berjalan cepat sambil membawa sebuah tongkat kecil  yg biasanya digunakan untuk menunjuk papan tulis.

Akhirnya mereka sampai pada depan gerbang sekolah SM ent, sooyoung menutupi mukanya dengan yg ia bawa tadi karna ia terlalu malu jika dilihat sunbaenya bahwa seorang Choi Sooyoung terkena hukuman dengan alasan berusaha mendapat menyonek temannya sendiri dan ketahuan oleh Soo man Sonsaengnim?? Mau ditaruh dimana nih muka?? Sooyoung yg terkenal pemberani, dan tak takut dengan sunbaenya sendiri, lumayan tomboy, jago dance, aigo~ yg benar saja! Tapi untung saja sepi, coba kalau ramai?! Lamunan Sooyoung pecah ketika mendengar suara namja paruh baya yg menyebalkan itu berbicara lagi, haiss…

“YA! Sebagai hukuman dan pelajaran karna kamu telah berusaha menyontek! Dan juga saya dengar kau tak mau belajar! Sekarang kau belajar disini! Saya tak mengharuskanmu! Terserah jika kau mau jongkok, mau duduk, mau berdiri, terserah! Yg penting kau harus tetap disini sampai bel istirahat berbunyi!” titah Soo Man Sonsaengnim sambil menunjuk- nunjukan tongkatnya itu tepat di depan muka Sooyoung sehingga mau tak mau sooyoung harus memundurkan kepalanya agar tak terkena tongkat itu, sambil sekali- kali menunjuk tanah, “nde” jawab Sooyoung lemas

Namun hati Sooyoung tidak sama seperti yg ia tampakkan tadi, lemas dan pasrah. Beribu- ribu kali Sooyoung mengumpat di dalam hati karna harus dihukum belajar di depan gerbang sekolah siang- siang bolong begini?? Bagaimana jika nanti ia gosong (?) ani, maksudnya kulitnya jadi hitam? Masak wakil ketua Cherrleaders di SM ent High School hitam (ketuanya Yuri)? Yg benar saja! Oke! Ga usah bahas hal- hal yg jauh- jauh dulu, sekarang bahas yg paling terdekat! Gerbang sekolah bersebrangan dengan lapangan basket! Dan parahnya lagi lapangan basket sedang dipakai anak kelas IX  untuk mengisi jam olahraganya! Sial!

Sooyoung menutupi sebagian wajahnya agar tak terlihat dan terkenali oleh para sunbaenya itu. Tatapan Sooyoung yg awalnya memerhatikan siapa saja sunbae yg ia kenali di kelas itu, berhenti seketika ketika melihat sesosok namja yg menjadi sunbaenya namun sangat ia kenali sedang duduk termenung menundukan kepalanya. Namja yg baru saja kemarin malam ia temui! Namja yg memuat hatinya panas terbakar cemburu. Namja yg menyebabkannya hampir telat dan lupa untuk belajar hingga sekarang ia di hukum seperti ini, CHO KYUHYUN. Kejadian kemarin malam saat makan malam pun terlintas di otak Sooyoung

FlashBack ON

“perkenalkan ini yeojachinguku” kata kyuhyun sambil menunjuk yeoja yg duduk di sebelahnya. “nde, perkenalkan Naneun Seo Joo Hyun imnida, kalian bisa memanggilku SeoHyun.” Ucap seohyun sopan sambil tersenyum semanis- manisnya untuk melelehkan hati orang tua kyuhyun namun semuanya hanya di balas anggukan malas dari eomma appa Kyuhyun maupun Sooyoung. Sooyoung yg melihat itu hanya bisa terdiam menatap yeoja disamping Kyuhyun penuh dengan penilaian. Ya, Sooyoung akui yeoja disamping Kyuhyun ini benar- benar cantik dengan pipi chubby-nya ia juga terlihat sangat imut dan manis, ‘apakah tipe yeoja Kyuhyun seperti yaoja itu? Ia memang jauh lebih sempurna daripada ku, ia berkulit putih sedangkan aku? Kulitku bewarna coklat, ia terlihat sangat manis dan cantik dengan pipi chubby-nya, tidak sepertiku, yg kurasa tambah aneh dengan pipi Chubby-ku. Ia juga terlihat sangat sopan. Hufftt… Tuhan benar- benar adil.’

Sooyoung yg sedang sibuk memikirkan lebih tepatnya menafsirkan bagaimana tipe yeoja yg Kyuhyun sukai. Namun semua pemikiran Sooyoung lenyap sudah saat mendengar seorang yeoja lembut tapi sayangnya di telinganya terdengar manja membuat Sooyoung bergidik mendengarnya. “oppa~ makanlah perlahan, lihatlah! Ada noda di ujung bibir mu! Aisshh,, dasar kebiasaan dari dulumu tak pernah berubah!” Omel Seohyun melihat kelakuan namjachigunya itu, membuat semua orang yg ada di ruangan itu menatapnya.

“jinjja??!! Eodiya??” tanya Kyuhyun, tangannya mengusap- usap pinggir bibinya sekalian bibirnya, muka Kyuhyun saat itu sangat khawatir sebenarnya ia malu dengan kebiasaanya dari kecil karena jika makan selalu belepotan. “hahaha… bukan disitu oppa!! Tapi disini!!” Seohyun tertawa renyah saat tangan kyuhyun selalu tak tepat menghapus noda dibibirnya, lalu tangannya mengusap noda di pinggir bibir Kyuhyun lalu tersenyum manis, sangat manis. Kyuhyun terpaku ketika ia merasakan kulit tangan Seohyun mendarat di pinggir bibirnya begitu juga Sooyoung kaget melihat kelakuan Seohyun lalu mengalihkan pandangannya.

Mereka sama sekali takmerasa di perhatikan oleh seluruh keluarga di ruangan itu, eomma dan appa Sooyoung memandanginya dengan heran bercampur kaget, sedangkan eomma dan appa Kyuhyun memandangi mereka seperti marah, kesal, malu, entahlah, sepertinya eomma dan appa kyuhyun tak begitu menyetujui hubungan mereka.

‘apakah kyuhyun mempunyai kebiasaan makan belepotan?? Kenapa aku tak tau?? Bukankah aku yg lebih lama mengenal kyuhyun?? Tapi kurasa saat kecil ia makan begitu bersih. Entahlah! Ia sangat sempurna untuk menja Yeojachingu Kyuhyun’

Sedetik kemudian Kyuhyun tersadar karna ia sempat terpaku karena perbuatan Seohyun. Dengan cepat Kyuhyun mencium bibirnya di bibir Seohyun sekilas, lalu tersenyum manis sekali dan berkata, “Gomawo Chagiya.” Sekarang ganti Seohyun yg dibuatnya terpaku karna ciuman kilat dari Kyuhyun. ‘Omo! Hatiku panas Tuhan!! Aku cemburu!! Rasanya aku lebih baik ditelan bumi saja dari pada harus disini! Ini terlalu menyakitkan untuk dirasa!! Aku benci ini Tuhan!! Aku muak dengan semua adegan yg ada di depanku ini Tuhan!!’ Jerit Sooyoung tertahan dalam hati. Sooyoung mengeratkan genggamannya pada garpu dan pisau yg harusnya ia buat makan untuk menahan amarahnya agar tak meledak sekarang juga. Sooyoung mengalihkan pemandangan ke namja di sebelahnya –Changmin- yg hanya memasang tampang datar sambil melanjutkan acara makannya.

FlashBack Off

Sooyoung meremas buku matematika yg berada di tangannya saat mengingat kejadian kemarin, namun tak lama ia sadar dari pikirannya dan kembali ke dunia nyata. Sooyoung menebarkan pandangannya pada lapangan basket yg tepat berada di seberangnya. Sooyoung mempertajam tatapnnya saat melihat seorang namja sedang sibuk men-dribble bola basketnya di depan lapangan. ‘namja itu seperti Kyuhyun! Apakah ia benar- benar Kyuhyun? Mal andwe! Tapi terlihat dari belakang dan juga gaya rambutnya, gaya berjalannya semuanya sama! Mungkinkah Kyuhyun masuk SMA sini?’ Sooyoung tetap terdiam memandangi namja yg sangat mirip dengan Kyuhyun namun segera di tepiskannya pikirannya itu, mungkin ia hanya terlalu lelah sampai- sampai berhalusinasi namja itu Kyuhyun yg kemungkinannya hanya 0,00001%.

“aissh.. jinjja!! Ternyata suka melamun ya!!”

“Huuuwwaaa!!!!” Teriak sooyoung mau mau jatuh ke depan saking kagetnya ketika merasakan sebuah tangan menyentuh pundaknya.

“MWO??!! Changmin-ssi!! Kenapa kau bisa ada disini?” Sooyoung menatap penuh selidik pada changmin yg memakai seragam yg sama dengan yg di pakai Sooyoung.

(((*****)))

“Kyuhyun-ah!! Ayo kita main basket!! Mumpung jam olahraga kita lagi free, kan jarang- jarang toh?!” ajak Donghae sahabat Kyuhyun sambil memutar- mutar bola basket dengan jari telunjuknya yg kanan. Kyuhyun hanya menatap sekilas ke arah donghae dan bolanya itu lalu kembali menundukkan kepalannya lagi. Merasa tak dapat respon dari Kyuhyun, donghae mengambil posisi duduk tepat di samping Kyuhyun.

“Ya! Kyuhyun-ah! Kau kenapa sih hari ini?? Hobi basketmu berubah melamun ya?? Dari tadi kok kerjannya Cuma melamun di pinggir lapangan” tegur Donghae sambil menatap sinis pada sahabat karibnya yg tiba- tiba berubah hanya dalam satu malam! Karena kemsrin sore saat mereka nongkrong di tempat billiard semuanya biasa saja.  Akhirnya Kyuhyun pun mengangkat kepalanya dan menatap sendu ke-arah Donghae yg mampu membuat Donghae melongo,

“Kyuhyun-ah, waeyo?? Appaseo?? Wae Gurae??” tanya Donghae khawatir menatap dalam manik coklat mata Kyuhyun yg dapat membuat semua yeoja klepek- klepek (?) dibuatnya tak hanya yeoja seenarnya pun Donghae sangat mengagumi mata indah namja itu, tapi semua itu tak terlihat pada mata Kyuhyun hari ini. Mata Kyuhyun memancarkan bahwa dirinya sedang kebingungan. Kyuhyun hari ini sangat tak semangat, lebih pendiam, dan seperti orang kehilangan ingatan atau bahasa gaulnya o’on *digampar Kyu*

Kyuhyun terdiam sama sekali tak memberi jawaban atau hanya sekedar petunjuk pada sahabat baiknya tentang keadaanya yg sebenarnya. Pikirannya terlalu penuh dan ia sedang malas meladeni pertanyaan Donghae, karna Donghae adalah tipe namja yg bila di jawab sekali ia akan terus bertanya sampai ia pun puas dengan jawaban walaupun bisa sampai 100 pertanyaan sekalipun. Kyuhyun menatap manik mata milik Donghae dan tiba- tiba saja sebuah kalimat pertanyaan meluncur secara spontan, “Donghae-ah jika kita marah terhadap seorang yeoja dengan alasan ia bersama namja lain, itu namanya apa?” Donnghae yg mendengar pertanyaan yg meluncur dari mulut Kyuhyun ingin sekali tertawa terbahak- bahak mendengarnya karna seorang Cho Kyuhyun yg sudah bergonta- ganti pasangan sebanyak 5 kali dalam awal bulan ini bisa menanyakan hal seperti itu? Namun di urungkan niatnya menertawai chingunya setelah melihat Kyuhyun yg memasang wajah Innocent.

“itu namanya kau mencintainya Kyuhyun-ah. Karna kau tak mau ia menjadi milik orang lain, kamu hanya mau ia menjadi milikmu saja hanya dirimu yg ada dihatinya, hanya dirimu yg ada disisinya, hanya dirimu yg menghibur yeoja itu tak boleh ada siapapun!”

Kyuhyun termenung mendengar jawaban donghae, otaknya sedang mencoba mengartikan kata demi kata yg Donghae ucapkan. Memang perkataan donghae tak terlalu abstrak (?) atau susah dimengerti namun untuk saat ini Otak kyuhyun sama sekali tak bisa bekerja dengan lancar, odalam otaknya hanya wajah Sooyoung berterbangan memutarinya, dan beberapa kepingan- kepingan memori kemarin malam yg mampu membuatnya marah.

“tapi menurutku ini sama sekali tak bisa diartikan mencintai. Ini terlalu sulit untuk diartikan mencintai.  Apakah kau tak bisa menyimpulkan yg lain Donghae-ah? Jeongmalyo, ini tak mungkin! Apakah ada alasan lain seorang namja cemburu pada seorang yeoja yg tak ber status sebagai yeojachingu, tunangan, istri, saudara, pertemanan pun tak bisa dikatakan ada antara mereka. Apakah ada alasan lain selain mencintai?” desak Kyuhyun yg masih tak menerima kenyataan, apakah ia benar- benar mencintai Sooyoung? Yeoja yg baru ia temui kemarin malam? Yeoja yg sempat ia lupakan untuk beberapa tahun dapat membuat kehidupannya berjungkir balik seperti ini dalam waktu semalam? Kyuhyun rasa Sooyoung sangat keterlaluan telah memanas- manasi Kyuhyun dengan kemsreaann

“ani, kurasa tak ada Kyuhyun-ah” jawab Donghae putus asa lalu ikut menunduk bersama Kyuhyun, sepertinya Donghae sudah menyerah mencari jawaban dari pertanyaan ke-2 Kyuhyun. Memang diarasa tak ada alasan lain yg tepat untuk mengartikan perasaan apa yg menggambarkan seorang namja cemburu pada seorang yeoja tak dikenal dekat dengan namja lain, bukankah itu cinta? Kyuhyun tau bahwa ia terlalu mendesak Donghae sampai- sampai namja itu sama sekali tak berbicara, karena Donghae akan berhenti bicara ketika ia sedang bingung untuk mengatakan apa, malu, gugup, selain itu ia jarang sekali terdiam seperti ini. “Donghae-ah, kajja! Kita main basket” ajak Kyuhyun merebut bola basket yg sejak tadi ada di pelukan Donghae lalu memutar- mutarnya dan berjalan menuju tengah lapangan. Donghae makin merasa aneh dengan sikap Kyuhyun yg sebentar- bentar berubah tapi semua kebingungan Donghae terbayar ketika menatap dalam manik mata Kyuhyun yg masih menyimpan berbagai rahasia, donghae tau bahwa sahabatnya kini sedang berusaha untuk menghilangkan keanehan yg barusan terjadi tapi Donghae lebih mengenal Kyuhyun lebih daripada Kyuhyun mengenal dirinya sendiri waktu 6 tahun cukup untuk mengerti sifat asli Kyuhyun.

———–………………………….———————–

Di suatu cafe terlihat seorang namja dan seorang yeoja menyesap minumannya masing- masing yg baru saja di antar oleh pelayan tadi. Yeoja itu menatap namja di depannya dengan tatapan intens dan penuh selidik seakan- akan namja di depannya adalah seorang buronan yg telah dicari selama 3 tahun namun baru ditangkap sekarang. Namja itu risih ditatap sedemikian rupa oleh yeoja di depannya, “ya! Kenapa kau menatapku seperti itu?” protes changmin kesal. “ani, aku hanya saja heran kenapa kau selalu muncul tiba- tiba. Kenapa kau sekarang ada disekolah yg sama denganku? aku saja tak berani menganggap kamu sebagai seorang manusia. Apa kau jin? Atau kau setan? Makhluk astral?” tanya Sooyoung bertubi- tubi tetap tak merubah tatapan intensnya pada changmin.

“apa kau tak bisa melihat, huh?lihatlah! aku disini untuk bersekolah! Dan aku tegaskan, aku bukan jin, makhluk astral atau semacamnya seperti yg kau tuduhkan tadi aku itu 100% asli manusia. Kurasa pertemuan kita akan selalu di warnai dengan kata ‘tiba- tiba’” protes Changmin tak terima jika ia dibilang sebagai makhluk astral sambil menunjukkkan logo SMEnt High Scholl di seragamnya. Sooyoung memicingkan matanya setelah mendengar kata terakhir yg diucapkan namja di depannya, “Mwo? Mworagu? ‘tiba- tiba’? kau tau dari mana kita akan selalu bertemu secara ‘tiba- tiba’ apa kau seorang peramal?” tanya Sooyoung yg masih memincingkan sebelah matanya, “haisshh.. neon jinjja!!”  ujar Changmin sambil mengacak- acak rambutnya frustasi karna tak bisa meyakinkan Sooyoung.

“sudahlah, ini semua tak perlu dibahas. Sekarang kau harusnya berterima kasih lah padaku! Karna aku kau tak bakal mati kepanasan di depan gerbang sekolah. Hitung- hitung disini lebih nyaman daripada di depan gerbang sekolah. Dan aku yakin Soo Man sonsaengnim takkan menemukanmu disini” tuntut Changmin dengan senyuman penuh arti, Sooyoung yg menatap itu hanya bisa mendengus kesal lalu menjawab, “shireo! Tanpa kau pun aku bisa kesini Changmin-ssi! Jadi jangan berpikir ka adalah pahlawanku! Dan juga bagaimana bisa kau begitu yakin jika Soo Man sonsaengnim takkan mengetahui bahwa aku berada disini dan juga misi kaburku dari hukumannya?” Changmin menyeringai, seringaian yg sangat lebar.

“kureom! Sebelum bel isirahat kau harus kembali berdiri di depan gerbang sekolah dan saat Soo Man sonsaengnim datang ia akan menganggap bahwa kamu takkan kabur kemana- mana., bereskan?”

Sooyoung hanya mangut- mangut mendegar rencana dari Changmin, encer juga otaknya orang ini. Changmin tersenyum bangga melihat Sooyoung setuju dengan ide cemerlangnya, membanggakan kecerdikannya dalam menyusun rencana mungkinkah dikehidupan selanjutnya ia berbakat dalam menjadi detektif? Atau Mafia saja!

#################————————–##################

 

Pukul  00.00 PM

Di suatu tempat yg sangat amat rahasia

 

Terlihat seorang namja tinggi menjulang berjubah putih berjalan di sebuah lorong panjang dan bercat putih lalu memasuki sebuah pintu kayu tua bercat coklat yg berukuran raksasa. Ia masuk dalam sebuah ruangan yg bernuansa putih mulai dari lantai keramik, cat dinding, sampai dengan miniatur- miniatur kecil yg juga bewarna putih atau kadang ada yg bening. Terlihat sebuah tempat duduk mewah yg lebih pantas disebut singgahsana yg berada di tengah tapi di ujung ruangan, terdapat seorang namja paruh baya tak dikenal yg sudah berjenggot panjang duduk disitu. Namja yg tadi menyusuri lorong itupun membungkukkan badannya sopan, “ada apa tuan memanggilku?”

“hai Max! Kau sudah ada disini rupanya?” sambut namja paruh baya itu ramah dan tak lupa dengan senyumannya, “ehm… oh ya! Aku mau memberimu sebuah misi khusus” Lanjut namja itu beurbah menjadi serius. Raut wajah namja muda itu pun berubah dalam sekejap, yg awalnya biasa saja sekarang sudah menjadi raut muka takut, khawatir, dan bingung. Sepertinya namja paruh baya itu dapat menyadari perubahan drastis mimik wajah namja di depannya langsung tertawa pelan dan berkata, “tenang saja! Aku sudah memilikanmu misi yg khusus tak terlalu sulit dan takkan membuatmu terluka lagi.”

Raut muka khawatir, bingung, dan takut berubah seketika setelah mendengar penjelasan dari tuannya itu, “nde, keundae, apa misi yg akan kau berikan padaku?” tanya namja itu bersemangat, sebenarnya ia sangat menginginkan sebuah misi namun kejadian 3 tahun lalu saat ia menjalani misi ia terluka dan begitu kesakitan sehingga harus hidup selama 3 tahun tanpa ada misi yg menunggunya. Semua itu meembuatnya kesepian dan kadang- kadang ia rindu saat masa- masa ia menjalani misi yg begitu seru.

“baiklah, aku tak membuatkan misi yg susah untukmu. Misinya adalah aku ingin kau menyatukan kembali kedua insan yg telah bepisah jauh selama 10 tahun lebih tuk kembali bersatu dan kau harus menumbuhkan rasa cinta pada keduanya di dunia. Eotteoh? Shireoyo? Jika tak mau tak apa- apa aku hanya ingin membantumu menyarikan misi yg sesuai untukmu.” Jelas namja paruhbaya itu sambil mengelus- elus jenggotnya yg sudah memutih itu sambil menyeringai.

“apakah tak ada misi yg lain?” tanya namja berjubah putih itu hati- hati sebenarnya ia sedikit aneh dan mencurigakan mendengar misi cinta yg satu ini tapi ia sama sekali tak mau kehilangan kesempatan tuk kembali aktif untuk mengerjakan misi yg sudah disiapkan untuknya. “ani, ini adalah misi paling mudah yg pernah kutemui, lagipula kau disana tak di tugaskan untuk membunuh seseorang kau disana untuk membantu mereka menemukan perasaan mereka sampai mereka sendiri bersatu. Jika tak mau aku akan menyuruh orang lain saja karna misi ini begitu penting dan harus segera diselesaikan secpatnya” jelas namja paruh baya itu lagi sambil menatap malas pada namja di depannya.

“aniyo, biar aku saja yg mengambil misi ini Tuan.”

“jeongmalyo? Baiklah, berisap- siaplah kau akan segera menjalankan tugasmu”

“nde, saya permisi dulu” pamit namja itu lalu menjalankan kakinya untuk keluar dari ruangan aneh yang serbah putih itu. Namja misterius itu keluar dengan membawa sebuah amplop bewarna coklat berukuran besar yang sempat diberikan namja paruh baya tadi padanya. Namja itu masih terus  berjalan melewat lorong itu sembari berusaha membuka amplop coklat yang ternyata berisikan target manusia yang harus ia satukan. “Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun?? Ehmm.. Pasangan yang menyedihkan.” Gumam namja itu melihat nama dan foto di biodata targetnya dan setelah itu ia memasukkan kembali biodata itu ke amplopnya dan melanjutkan jalannya sambil tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia sangat yakin jika ia akan berhasil dalam misi kali ini.

 

***

 

1 minggu berlalu dengan cepat, dimasa- masa itu pula seorang Choi Sooyoung mulai dekat dengan Changmin, bahkan karna mereka saking dekatnya tersebarlah rumor tentang mereka berdua saling menjalin hubungan, karena mereka selalu bersama- sama bahkan pemandangan Sooyoung berjalan ke kantin bersama Yuri pun sudah mulai langkah dengan keberadaan Changmin, dan karena itu semua rumor tak mengenakan pun juga tersebar tentang Sooyoung seorang yg tak setia kawan yg meninggalkan sahabatnya karna ia sudah mempunyai namjachingu. Yuri sahabat Sooyoung saat ditanyai tentang berita ini pun hanya acuh tak acuh, begitu pula Sooyoung, benar- benar sahabat yg cocok, sama- sama cuek dan acuh tak acuh menanggapi berita- berita yg mampu membuat telinga panas. Sebenarnya itu semua tidak benar, Sooyoung dan Yuri masih sering berhubungan lewat sms atau pun telfon, bahkan mereka shopping bersama hampir 1 minggu 5 kali dan mereka pernah menadakan ‘double date’ sebenarnya tak bisa di sebut begitu sih, karena Changmin sama sekali tidak berstatus sebagai namjachingu Sooyoung, tapi mereka –Yuri, Sooyoung, Changmin, Minho- menganggap semuanya tak masalah. Hanya saja saat disekolah mereka terlihat saling menjauhin dan sibuk dengan namjachingunya masing- masing.

“sooyoung-ah, aku muak dengan berita- berita palsu yg sudah tersebar, aku lelah.” Keluh Yuri menghampiri Sooyoung ke mejanya, Yuri memang yeoja yg kuat jika ia disakiti tapi bagaimanapun yg sekarang menjadi kambing hitam bukanlah dirinya melainkan Sooyoung sahabat terbaiknya, padahal Sooyoung tak patut disalahkan apa- apa, hanya saja Yuri yg menyuruh Sooyoung untuk menjauhinya disekolah karena ia sedang ada masalah dengan Minho yg membuat hubungan mereka di ambang kehancuran semiminggu lalu, Sooyoung yg mengerti dan ia juga tak setuju bila Yuri harus melepaskan namja yg ia cintai hanya karna Yuri terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Sooyoung akhirnya menyetujui usulan Yuri untuk menjauhinya, dan selama itu pula Yuri menghabiskan waktu bersama Minho agar hubungan mereka membaik sedangkan Sooyoung yg tak mempunyai teman semakin dekat dengan Changmin.

“kau kira kamu saja yg lelah? Nado, telingaku panas mendengar ini semua.” Ujar Sooyoung lemas sembari menopangkan dagunya pada kedua punggung tangannya. Yuri menatap Sooyoung dengan tatapan bersalah, ia memang patut disalahkan atas penderitaan Sooyoung, dan semua tuduhan negatif pada Sooyoung. “Sooyoung-ah, mian, jeongmal mianhada.” Kata Yuri pelan, ia benar- benar merasa sebagai sumber penderitaan baru bagi Sooyoung. Sooyoung tersenyum lebar mendengar permintaan maaf  Yuri, “aniya, nae Gwechanasseyo, jinjja!” kata Sooyoung ia berusaha tersenyum selebar mungkin walaupun hatinya benar- benar lelah, ia mencoba untuk tak menggubris berita- berita konyol itu namun dimana ia berada, ia selalu mendengar bisik- bisik siswa lain yg menngatakan bahwa dirinya lah yg ada di berita itu. Minho dan Changmin sudah tau tentang semua kenyataannya.

 

————-++++++++————–

 

Disaat bersamaan di lain tepat berjalanlah seorang namja santai menyusuri lorong panjang yg ramai sambil bersenandung kecil mengikuti iringan musik yg terdengar dari ‘headphone’ yg menempel apik pada telinganya. Semua mata yeoja mengarah padanya begitulah suasana pagi hari di Sment High School ketika Kyuhyun lewat, tak hanya mata yeoja saja semua namja pun melihatnya dengan tatapan iri, bagaimana ada seorang namja sempurna seperti dia? Mereka semua akan kehilangan akal sehatnya saat melihat Kyuhyun, yaitu ia lupa bahwa semua manusia itu tidak ada yg sempurna begitu juga Kyuhyun yg masih mempunyai kekurangan namun itu tak bisa dilihat kasat mata melainkan harus mengenalinya lebih dalam.

“Kyuhyun-ah! ada berita baru!” teriak Donghae dari kejauhan sambil belari- lari menerobos kerumunan siswa untuk menggapa Kyuhyun, namun sayangnya orang yg dipanggil malah asyik berjalan santai, ya maklum dia kan  lagi budeg (?) karna telinganya di pakaikan headphone. Donghae berhasil menembus kerumunan itu dan sekarang tepat berada disamping Kyuhyun, namun saking asiknya Kyuhyun pun tak menyadari bahwa Donghae sudah berada di sebelahnya, karena kesal dengan satu tarikan pun headphone Kyuhyun langsung lepas dari telinganya, “YA! Pagi- pagi sudah mengganggu saja.” Kesal Kyuhyun lalu mencoba memakai kembali headphone-nya namun tangan Donghae segera menghentikannya,

“eits,.. dengerin aku dulu donk!” kata Donghae sambil nyengir- nyengir gaje, Kyuhyun hanya mengangguk malas lalu kembali melihat ke depan sama sekali tak menggubris perkataan Donghae, “ada berita baru nih! Kamu tau kan yeoja hobae kita yg terkenal cantik tapi cueknya minta ampun? Yg itu low! Wakil ketua cheerleaders!” kata Donghae memulai pembicaraan, tangannya dengan cekatan membuka- buka majalah bulanan yg dikeluarkan oleh Sment High School setiap bulannya, tentu saja edisi bulan ini yg baru di dapatkannya tadi pagi, yg membahas semua berita menggemparkan di sekolah ini. “ani, aku tak tau.” Jawab Kyuhyun cuek sama sekali tak mau tau dengan berita ini, sebentar lagi pati Donghae akan meng-gossip yg biasanya dilakukan para yeoja. “aissh… dia terkenal dengan kecantikannya tau! Kamu tau? Hampir semua namja disekolah ini telah menembaknya namun ia menolak dengan alasan ‘aku masih menunggu cinta pertamaku’ konyol bukan? Dan hanya kau saja namja terkenal yg sama sekali tak tertarik dengannya.”

“memangnya cinta pertamanya tuh seperti apa sih? Apakah ia mempunyai wajah tampan sepertimu? Apakah ia memiliki latar belakang yg sangat kaya seperti dirimu? Apakah ia ber ke-pribadian baik? Sampai- sampai menolak beribu- ribu namja hanya untuk cinta pertamanya. Apakah ia sesempurna dirimu?” cerocos Donghae tanpa henti, telinga Kyuhyun serasa capek di perdengarkan cerocosan Donghae yg sama sekali tak berbobot untuknya, ingin sekali ia memakai kembali headphonenya atau pun pergi meninggalkan donghae yg menyerocos sendirian, namun ia masing menghormati temannya itu. “lalu? Beritanya apa?” tanya Kyuhyun To the point ia takut telinganya akan meledak bila mendengar cerocosan Donghae lebih lama lagi. “kau tau? Ia sekarang dikabarkan memiliki namjachingu low! Namanya tuh Shim Changmin!” kata Donghae bersemangat, Kyuhyun tetap memasang muka datar, dan tak tertarik. Namun dipikirannya nama itu begitu familiar

“ini chinguku, perkenalkan dirimu changmin-ah.”

“ehm… Naneun Changmin imnida, bangapseumnida”

Kata- kata itu melayang- layang di otak Kyuhyun, apakah Shim Changmin yg dimaksud Donghae adalah Changmin yg ku kenal dua hari yg lalu? Namja yg telah merebut Sooyoung dari ku? Pikiran ini membuat Kyuhyun terlempar lagi pada kejadian yg mengesalkan 2 hari yg lalu, yg sebenarnya ingin Kyuhyun lupakan namun ia malah teringat setiap malam.

 

FlashBack ON

 

“Changmin-ah… eotteoh?? Apakah enak? Ini aku loh yg masak!” tanya Sooyoung manja sembari menopang dagu menghadap ke ara Changmin yg lagi asyik makan, dengan mulut penuh dengan daging steak changmin menjawab, “ehm.. mashita! Jeongmal mashita! Kau memang benar- benar pintar memasak Sooyoung-ah.” senyum lebar langsung mengembang di bibir Sooyoung setelah mendapatkan pujian sedemikian rupa dari Changmin. Kyuhyun risih melihat mata Sooyoung yg menatap Changmin dengan mata yg berbinar- binar dan ekspresi yg sangat amat senang. Emangnya apa sih spesialnya bilang ‘mashita! Jeongmal mashita! Kau memang benar- benar pintar memasak Sooyoung-ah.’? aku jika bisa berkata seperti itu pada Sooyoung kok.

“jinjjayo?? Huuaaa…. Gomawo..” seru Sooyoung lalu langsung memeluk erat lengan Changmin. Changmin sedikit tersentak dengan perlakuan Sooyoung sampai acara makannya ia lupakan namun ia tahu arah jalan cerita ini kemana ia pun langsung tersenyum manis ke arah Sooyoung. Kyuhyun meremas garpu dan pisau yg ada di masing- masing tangannya dengan sangat erat, matanya hampir saja mau keluar karna melihat adegan ini semua. Rupanya tak hanya Kyuhyun yg kaget terlihat semuanya juga kaget dengan perlakuan Sooyoung terhadap changmin yg sepertinya sudah melewati status sebagai sahabat disini. Kepala kyuhyun serasa mendidih segera ia mengambil segelas air lalu menegaknya tanpa jeda membuat Seohyun yg kaget melihat itu, “oppa, minumnya pelan- pelan” saran Seohyun yg tak di gubris sama sekali oleh Kyuhyun. Usaha Kyuhyun gagal untuk mendinginkan kepalanya dengan segelas air putih buktinya ia tetap merasa gerah dan hatinya panas.

Kyuhyun mencoba meraih teko untuk menuangkan air lagi, namun saat tangannya hampir menggapainya ide nakal muncul di benak Kyuhyun segera ia mendorong teko itu hingga tumpah dengan jari tengahnya yg panjang. Tumpahan air itu mengalir panjang dan seperti tujuan asli Kyuhyun, tumpahan itu mengenai baju Changmin dan membuatnya basah. ‘yess!!’ teriak Kyuhyun tertahan dalam hati melihat Sooyoung kaget dan melepaskan pelukannya pada lengan Changmin. Sooyoung pun segera berlari ke arah dapur dan menghilang. “mission sucsses”  bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri. Misinya agar Sooyoung melepaskan  pelukannya pada Changmin selesai, ‘kau benar- benar pintar Cho Kyuhyun’ puji Kyuhyun sembari mengulum senyum. Sesaat setelah menghilang di dapur, kembalilah Sooyoung dengan membawa sebuah kain lap di tangannya. “Changmin-ah.. eotteohkae?? Bajumu jadi basah.. mainhe, jeongmal mianhada.” Kata Sooyoung sambil mengelapi air yang tumpah di baju Changmin. Disaat yang bersamaan senyuman Kyuhyun hilang seketika tanpa sisa sedikitpun. Lihatlah! Sooyoung sekarang berada dalam jarak dekat dengan Changmin. ‘aishh.. pabo Kyuhyun.!’ Rutuk Kyuhyun dalam hati, wajahnya pun ikut keruh melihat pemandangan itu.

FlashBack Off

“begitulah ceritanya!” kata Donghae mengakhiri ceramahnya yang panjang sedangkan Kyuhyun sama sekali tak mendengar ceramah Donghae tadi karena seperuh jiwanya pergi menyusuri lorong waktu kembali pada kejadian tepat 2 hari yang lalu. “YA! Kau mendengarkan ceritaku tidak?!” sembur Donghae yang mulai merasa bahwa ia sama sekali tak didengar oleh Kyuhyun, di anggap saja mungkin tidak ia merasa seperti orang gila yang berbicara sendiri. Kyuhyun yang baru saja kembali kedunianya hanya bisa gelagapan mendengar pertanyaan Donghae, ia sama tak mendengar perkataan Donghae tadi bahkan 1 kalimat, ani satu kata, ani mungkin satu huruf pun juga tak ia dengar. Namun Kyuhyun kembali teringat dengan seseorang misterius

“siapa nama yeoja yang menjadi wakil ketua cheerleaders?? Jebal.. marheyo..” paksa Kyuhyun sambil menatap Donghae dengan tatapan memohon, sangat- sangat memohon. Donghae tak bisa berbicara apapun ataupun komentar dengan ketidaksetiaan Kyuhyun yg tak mendengar ceramahnya hanya karena tatapan memohon dari Kyuhyun. Bagi Donghae moment- moment beginilah yang sangat sulit dicari, rasanya ia ingin sekali mengambil mengabadikan momen ini dengan kamera HP. Menurutnya Kyuhyun adalah seorang yang sangat pantang memohon karna ia memiliki gengsi yang cukup tinggi. Ia akan memohon jika ia memang sangat- sangat terdesak dan menyangkut tentang harga dirinya yang akan jatuh jika ia tak memohon. Biasanya semua orang yang memohon- mohon padanya sedangkan sekarang seorang Cho Kyuhyun memohon pada seorang Lee Donghae?

“Cho…. Cho..I… Soo…Yoo..ung.. Choi.. Sooyoung” jawab Donghae tergagap. Ia sangat takut dengan hal- hal yang berbau dengan mistik atau bahasa kasarnya yang berhubungan dengan makhluk halus, karena ia pernah sekali dihantui seorang hantu wanita cantik yang mengaku dirinya sebagai jessica, sampai sekarang pun ia tak bisa membuka hatinya untuk yeoja lain mungkin hatinya sudah tertutup dengan jessica walaupun itu sangat idak mungkin untuk mereka bersatu, namun bagaimana lagi? Ia terlanjur mencintainya lebih dari ia mencintai dirinya sendiri, karena mereka sudah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengenal satu sama lain bahkan mereka hidup bersama. Kyuhyun yang mendengar nama itu disebut semakin bertanya- tanya dalam hatiya disisi pertama ia akan sangat senang jika menemukan kenyataan bahwa Sooyoung adalah salah satu hobae-nya, namun disisi lain ia berdoa agar Choi Sooyoung yang dimaksud disini bukanlah Sooyoung’nya’ karena berita ini mengatakan ia berpacaran dengan changmin. Ia sangat tak setuju, Sooyoung hanyalah miliknya, hanya untuknya.

“kau tau dia kelas berapa hyung?” tanya Kyuhyun antusias selagikus gelisah melandanya di waktu yang bersamaan. Ia sama sekali tak tahu bagaimana perasaan gembira ini bisa muncul,  mungkin dengan bermodalkan status sebagai hobae-sunbae bisa mendekatkan mereka kembali. Itu lah kesimpulan yang dibuat Kyuhyun, iamasih tak berani menarik kesimpulan yang lebih jauh walaupun ia tahu itu mungkin menjadi kenyataan. Kyuhyun pun juga tak tahu bagaimana perasaan gelisah dan takut melandanya dengan sangat deras sehingga membuat jantung Kyuhyun berdetak pada kecepatan di atas normal. Donghae menatap aneh Kyuhyun lalu memberikan informasi dan melihat Kyuhyun yang sudah melesat jauh dan hilang di balik dinding. Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun yang aneh. Kyuhyun akhirnya sampai di depan kelas Sooyoung  kepalanya sedikit masuk ke dalam ruang kelas itu yang sudah ramai dengan parah siswa dan siswi, mata Kyuhyun berkosentrasi mencari yeoja berkaki jenjang itu. Kehadiran Kyuhyun yang notabene-nya adalah seorang sunbae dan icon nomor satu disekolah menjadi sangat aneh  jika ia mengunjungi kelas hobae. ‘’Kyuhyun oppa? Kenapa kau bisaberada disini?” tanya seorang yeoja tinggi tak  dikenal, begitulah mereka semua yang nge-fans dengan Kyuhyun jika memanggilnya akan di beri embel- embel ‘oppa’ biasalah SKSD (Sok Kenal Sok Deket).

Kyuhyun hanya memandang sekilah yeoja yang menannyai-nya tadi. Ya, ia adalah Im YoonA hobae yang sangat terkenal dikalangan sunbae karena pesona kecantikan yang ia miliki, bayangkan saja sudah beberapa sunbae yang kesemsem (?) sama dia, ada Siwon, Taecyeon, Chansung, Nickkhun, dan masih banyak lagi mugkin jika di teruskan akan menghabiskan 3 lembar Ms. Word  *author ngaco* bahkan Donghae saja pernah menyukainya tapi kecantikan yang dimiliki YoonA sama sekali tak bisa menyilaukan mata Kyuhyun, Kyuhyun malah risih jika berada di dekat YoonA karna menurutnya YoonA seperti piala bergilir * #pllakk.. mianhe buat YoonAddict.. ini kan Cuma fanfic* untuk namja, bagaimana tidak? Orang setiap bulan ia akan berganti pasangan kok. Kyuhyun sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan YoonA membuat yeoja itu mendengus kesal lalu pergi meninggalkannya sambil menghentakkan kakinya menunjukan ia sedang kesal, YoonA memang menyukai Kyuhyun. Mata Kyuhyun tertuju pada seorang yeoja berkulit coklat dan bertubuh sempurna rambutnya panjang lurus. “Yuri-ssi!” panggil Kyuhyun membuat yeoja yang dipanggil Yuri itu menoleh dan ia celingukan mencari namja yang tadi memanggilnya.

“Yuri-ssi! Aku yang memanggilmu!” teriak Kyuhyun sekali lagi yang membuat semua yeoja berbisik- bisik tentang peristiwa jangagal ini. “nde, waeyo Kyuhyun-ssi?” tanya Yuri langsung to the point ia risih dipandangi  sebegitu rupanya dengan teman satu kelasnya dan juga ia juga telat jika ada berita busuk menghampirinya lagi. “apakah kau melihat Choi Sooyoung?” tanya Kyuhyun yang masih celingukan mencari Sooyoung, Yuri heran kenapa sunbae-nya yang terkenal itu mencari Sooyoung sahabatnya? Setelah lama berfikir ia memutuskan untuk memberitahu keberadaan Sooyoung, “nde. Dia tadi berpamitan ke toko buku di seberang sekolah.” Jawab Yuri. Kyuhyun melirik sekilas ke arah jam tangannya dan masih banyak waktu sebelum bel tanda masuk berbunyi, “gomapseumnida, Yuri-ssi. Nae Cho Kyuhyun imnida.” Teriak Kyuhyun karna ia sudah berlari meninggalkan Yuri yang masih berada di ambang pintu. Yuri hanya menatap datar kepergian Kyuhyun lalu memutuskan untuk kembali ketempat duduknya, namun baru beberapa langkah ia sudah berhenti matanya membulat sempurna seperti telah mengingat sesuatu yang penting, ‘itu kan Kyuhyun sunbae? Cho Kyuhyun? Marganya Cho? Mulai kapan? Cho Kyuhyun kayaknya pernah dengar! Cinta pertama Sooyoung, Cho Kyuhyun.’ . “MWO??!! IA ADALAH CHO KYUHYUN!!!!” histeris Yuri lalu berlari menyusul Kyuhyun ke toko buku. Sedangkan semua orang yang berada disitu hanya memandang Yuri dengan tatapan aneh, semua orang tahu bahwa ia adalah Cho Kyuhyun! Kenapa ia sampai histeris begitu?? Dasar yeoja aneh! Begitulah kira- kira pemikiran orang- orang yang melihat reaksi Yuri.

!!!!!!!!!!!###############!!!!!!!!!!!!!!###############!!!!!!!!!!!!!!!#############!!!!!!!!!!

Sooyoung keluar dari toko buku yang ada tepat berada di depan SMA-nya persis. Setelah menghabiskan waktu selama setengah jam untuk memilih- milih buku yang kiranya seru untuk dibaca dan akhirnya ia menemukan buku yang sesuai dengan  keinginannya atau mungkin perasaannya. Sebelum menyeberang Sooyoung mengeluarkan kembali novel yang sudah ia beli ia membaca judul bukunya, ‘Please See My Love’. Sooyoung tersenyum melihat judulnya sama seperti dengan perasaannya yang tak pernah dilihat sedikit pun oleh Kyuhyun. Ia membalikkan bukunya sambil berjalan untuk menyeberang. Entah untuk keberapa kalinya Sooyoung membaca abstrak cerita novel itu atau sering kita kenal dengan Summary  atau mungkin sinopsis  tapi itu sama sekali tak bisa dianggap Sinopsis karna itu terlalu pendek dan terlalu abstrak  namun itulah yang membuat Sooyoung makin penasaran dengan novel buatan Hwang Soo Eun.

 

NB: Anggap saja yang dimaksud Yuri dan Minho bukan yang ada dicerita ini! Tapi ini adalah abstrak cerita dari fanfic terbaru author dan juga mianhe nama penulisnya pakai nama Author karna memang yang membuat jelmaan novel itu (?) kan Author. Hehehe… sekalian promosi, mungkin aja ada yang tertarik sehingga bisa cepet di post.

 

Kwon Yuri, yeoja sempurna, cantik, baik hati, dan dewasa. Namun bagaimanapun dan sesempurna apapun ia tetaplah seorang manusia yang mempunyai kelemahan. Karna kelemahan itu pula ia hampir kehilangan segalanya….

Choi Minho, ia adalah seorang namja kutu buku, dan pendiam. Ia sukar untuk bergaul tapi ia dapat berubah sedikit demi sedikit setelah mengenal seseorang….

Kim Yesung, namja keren nan tampan yang selalu dikagumi semua yeoja. Semua keinginannya harus dituruti dan selalu mengandalkan kekayaan orang tuanya untuk mendapatkan segala keinginannya…

 

“SOOOYYOOUUNNGGG-AAHH!!!!! AWAAAASSSS!!!!” teriakan seorang yeoja dan namja terdengar samar berpadu menjadi satu, sooyoung yang merasa namanya di panggil walaupun itu samar- samar melepaskan pandangannya dari sinopsis buku sambil terus berjalan dengan santainya. Ia melihat Yuri  sahabatnya dan Kyuhyun namja yang sangat ia cintai. Ia senang ketika tau dua manusia itu akan menjemputnya untuk kembali ke sekolah. Namun anehnya kenapa mereka berdua terlihat berteriak- teriak ya? Dan juga mereka mengangkat kedua tangannya dan melambaikannya tinggi- tinggi. Sooyoung bertanya pada tinggi, ‘apakah mereka begitu senang bertemu dengan ku? Sampai- sampai melakukan tindakan yang mirip orang aneh, mungkin? Tapi bukankah Yuri baru bertemunya tadi pagi? Apa mungkin ia tahu bahwa Kyuhyun sunbae adalah cinta pertamaku? Sampai seperti itu??’ Sooyoung tambah heran lagi, ia mempertajam pengelihatannya, ia bisa menangkap kesedihan yang tersirat di wajah Kyuhyun dan Yuri. Segera Sooyoung membuka headset yang ternyata dari tadi nongkrong di telinganya. “SOOYOOUNNGG-AAHH!!!! AWAS!!!” Sooyoung heran dengan teriakan Yuri dan Kyuhyun, spontan ia menolehkan kepalanya dan mendapati sebuahtruk besar berjalan ke arahnya. Tubuhnya kaku, ia sangat ketakutan jika mati sehingga ia tidak bisa menggerakan kakinya untuk berlari ia bagaikan patung yang berada di tengah jalan. Keringat dingin makin turun dengan derasnya seiring semakin dekatnya truk itu dengan Sooyoung. Di dalam hati Sooyoung hanya bisa berdoa dan pasrah dengan apa yang terjadi.

“AAAAAAAAAAHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!”

 

TBC~

Omo! Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Sooyoung?

Jangan- jangan ia……

Atau malah selamat? Tunggu Part selanjutnya ya!

Siapa ya yang jadi ‘orang’ untuk menyatukan KyuYoung lagi? Nanti akan banyak Other Cast bermunculan di part selanjutnya.. jadi silahkan bergalau- galau ria.

Terus~  bagaimana abstrak ceritanya Please see my Love?? Jelek ya?? Hehehe,, aslinya itu mau aku kasih cast-nya KyuYoung. Tapi masak namanya double- double? Readers + Author nya nanti bingung donk. Mau aku kasih cast selain KyuYoung sama MinYul takut ga dapet respon kayak di fanfic. ‘Mianhe Jeongmal Mianhe Oppa’

eotteohkae?? Jelek ya?? Banyak typo?? Apa kurang panjang?? Jangan donk, ini udah 15 lembar ms. Word. Mian lama banget post-nya, soalnya tugas n PR author numpuk kayak gunung, kejam banget gurunya ngasih author banyak PR T_T.. ini aja author post mepet-mepet karna author ga punya banyak waktu apalagi sebentar lagi author UAS jadi harus bener-bener konsentrasi dan jangan sampai ketinggalan maklum author baru kelas 1 SMP jadi ga isa ngatur waktu..

mungkin author akan mengambil hiatus dekat-dekat ini.. tapi ga tau kapan, author janji ga bakal ngilang tanpa jejak kayak gini lagi..

mianheyo jeongmal mianhada readers.. gomawo for read ^o^

jangan lupa RCL ya! Comment, Kritik, dan Pujian readers sangat berpengaruh pada fanfic dan Author!

Seperti biasanya DON’T COPAS MY FANFIC!! DON’T BE PLAGIATOR!! Author ga bakal segan-segan menindak lanjuti jika sampai-sampai ada yang berani plagiator ff ku! walaupun ff ku ini adalah ff amatiran!

mianhe karna ngga ada cover soalnya author malas banget buat cover.. terus,, author juga mau nge-check para readers nih! kalian tau kan kalau aku adalah Fanytastic sejati…. *yg kedua baru Sooyoungster kalau yang ke-3 Gorjeszz Spasser*

mianhe kalau covernya jelek karna author ga bisa edit foto.. sekarang author yang satu ini lagi kena EXOFany SYINDROME jadi author ada project ff baru EXOFany dan cast-nya tak bisa diubah-ubah lagi..

ada yang EXOFany Shipper ga disini??

Love You My Cho Kyuhyun (Part 3)

Tittle: Love You My Cho Kyuhyun (part 3)

Author: Hwang Soo Eun a.k.a Eyinzz

Main Cast: KyuYoung donk!!

Other Cast: Shin Changmin

Kwon Yuri

Lee Donghae

Choi Minho

Genre: Romantic, Fantasy, Mysteri

New Cast: Seo Joo Hyun

_________________________________________________________________________________

 

Sinar matahari memaksa masuk ke dalam kamar bercat biru muda yg menyejukan mata membuat yg mempunyai kamar (?) memindahkan tangannya yg awalnya berada disampingnya menjadi tepat di depan matanya. Ia sangat- sangat lelah karna kejadian kemarin malam yg cukup sudah membuat kekuatan mental dan fisik sooyoung terkuras habis,ditambah kemarin malam ia tak bisa tidur memikirkan betapa mesranya kyuhyun dan yeojachingu sialannya itu!

KRINGG…. KRRIINNGG….. KRIINNGG….

Kenyamanan tidur Sooyoung tak berlangsung lama setelah awalnya diganggu oleh sinar sang surya yg menyilaukan mata. Sekarang jam beker sialnya yg berbentuk bulat lalu ada telinganya di atas berbentuk jamur berwarna merah dan ada bulat-  bulat bewarna putih. Tangan sooyoung mencoba menggapai jam bekernya itu setelah ketemu tanpa pikir panjang langsung ia matikan dan melanjutkan mimpi indahnya yg sempat terputus tadi.

“YA!! CHOI SOOYOUNG!!! IREONA!!! PPALI!! APAKAH KAU TAK MAU SEKOLAH??!!” teriak Soo Jin eonni

Yups! Ini adalah alarm yg paling susah untuk dimatikan bahkan tak bisa dimatikan, dan selalu sukses membuat sooyoung depresi dengan suaranya yg terlalu cempreng dan nyaring, yg dapat merusak gendang telinga dalam sekejap. Lagi pula jika ia tak bangun- bangun suara alarm yg satu ini takkan bisa berhenti seperti burung beo. Sooyoung kembali mengubah posisinya menjadi bantal di atas kepalanya untuk menutup telinganya agar suara Soo  Jin tak terlalu keras

“YA!! IREONA CHOI SOOYOUNG!! KAU AKAN TERLAMBAT KE SEKOLAH JIKA TAK BANGUN SEKARANG!! DAN INGAT!! INI ADALAH HARI SENIN, GURU PELAJARAN PERTAMAMU ADALAH SOO MAN SONSAENGNIM!!!”

Sooyoung yg masih enak- enak’an tidur dan tak menggubris perkataan Soo Jin eonninya, sekarang ia sudah bangun dari tidurnya, “MWO??!! SOO MAN SONSAENGNIM??!! ANDWEE!!!!” teriak sooyoung histeris saat mengingat bahwa pelajaran pertamanya adalah pelajaran matematika yg di ajar langsung dan khusus oleh kepala sekolahna sendiri. Katanya sih biar tambah pintar murid- muridnya, namun kenyataannya? Semua muridnya malah stress semua kena sonsaengnim yg satu itu.

__(((___)))__

“hosshh.. hosshh.. hosshh..” nafas sooyounh ngos- ngos’an karna ia habis berlari dari parkiran menuju ke kelas X-B yg terletak  di lantai 3 dan berada paling ujung lantai itu. Bisa bayangkan luasnya sekolah Sment High School? Sekolah elit dan termasuk sekolah kebanggan Korea yg luasnya beribu- ribu hektar. Lapangannya aja lengkap! Dan di falisitasi oleh lift, tapi sayangnya saat sooyoung datang lift sedang penuh tadi dan juga karna sooyoung takut terlambat ia mau tak mau harus menaiki tangga darurat yg jumlahnya ratusan. Tapi semua usaha sooyoung tak sia- sia karna ia sama sekali belum terlambat karna masih tersisa waktu 5 menit sebelum bel tanda jam pelajaran berbunyi.

“Ya! Choi Sooyoung! Sudah datang?? Bagaimana sudah belajar belum?” tanya Yuri saat melihat sahabatnya itu akhirnya datang dengan penampilan agak berantakan karna habis berlari, seperti rok sekolah yg pendeknya sekitar 10cm di atas lutut, karna kaki sooyoung yg panjang saja berarti sama saja memperpendek roknya dan sekarang karna habis berlari roknya itu sekarang terlipat lagi. Bisa bayangkan seberapa pendeknya rok Sooyoung saat itu?

“belajar?? Belajar apa?? Emangnya ada ulangan??” heran sooyoung. Setaunya hari ini tuh hari free atau berarti hari tanpa ulangan dan PR- PR plus tugas-  tugas yg membuat kepala sakit. Yuri menatap heran yeoja dihadapannya, biasanya ia yg selalu mengingat segala tugas, dan semacamnya pertanyaannya sekarang adalah, kenapa sekarang ia tak ingat? Ada yg salah dengan otaknya? Molla. Lagi pula kenapa ia kemarin tak datang ke rumah ku? Bukannya eomma sudah mau memasakannya kimchi pedas kesukaannya? Biasanya juga ia yg paling semangat sama makanan. Aneh! “bukankah kita disuruh mempelajari bab 3 oleh Soo Man sonsaengnim?” jawab yuri, sedangkan yg di ajak berbicara hanya ber ‘oh’ ria sambil mengeluarkan permen karetnya dari saku roknya lalu mengulumnya sambil sekali- kali membuat balon dari mulutnya.

“aisshh.. kenapa sih yeoja ii?? Biasanya ia selalu bersemangat dan paling rajin belajar kalau disuruh belajar dengan alasan tak mau mendapatkan nilai jelek sekalipun. Tapi sekarang malah acuh tak acuh! Aish, molla! Aku tak mau tau jika ada apa- apa nantinya karna ini bersangkutan dengan pelajaran Soo Man sonsaengnim!” gerutu yuri kesal melihat tingkah Sooyoung lalu kembali berkutat pada buku yg berisikan ribuan angka dan rumus- rumus matematika itu.

@@@@

Sooyoung mengetuk- ngetukan jari telunjuknya dengan tempo pelan namun penuh penekanan menandakan bahwa ia sedang berfikir keras menghadapi dua lembar kertas yg ada di hadapannya sekarang. Satu kertas penuh dengan berderet- deret kalimat dan angka, satunya lagi kertas yg masih bersih dan polos hanya terlihat sederetan garis hitam di setiap jangka 2cm. ‘sial! Kenapa harus ada ulangan mendadak sih?? Mana pelajaran matematika lagi! Dan ulangannya kan bab 3! Aku belum sempat belajar!! Dasar guru sialan!’

Berulang kali sooyoung menoleh dan melempar kertas gulungan atau bahkan penghapus yg di potongnya kecil- kecil ke arah Yuri yg duduk di serong kanan depan untuk meminta bantuan jawaban. (ceritanya disana kalau duduk sendiri- sendiri ya!) namun yg diminta bantuan jawaban -Yuri- hanya menyunggingkan senyum evil tanpa menoleh namun dapat tertangkap oleh mata Sooyoung.

“YA! Senyuman itu milikku Yuri-ssi!” geram Sooyoung penuh penekanan namun pelan agar tak terdengar oleh yg lainnya. Ia sama sekali tak bisa berfikir untuk mengerjakan berderet- deret angka yg begitu rumit yg tertulis jelas pada kertas tersebut. Di otaknya hanya ada kejadian kemarin yg masih terekam rapi di otaknya dan satu nama yg terus berputar – putar di otaknya, CHO KYUHYUN.

“APA YG KAU MAKSUD DENGAN SENYUMAN MILIKMU??!! DAN KAU TAU?! KAU SUDAH MENGGANGGU BAHKAN MEMINTA CONTEKAN DARI MURID LAIN!!!!” Sooyoung tersentak ketika mendengar suara berat namja tua, ternyata ia tak sadar bahwa disampingnya sudah ada namja tua menyebalkan yg terus memerhatikan Sooyoung melempar kertas ke arah Yuri. Perlahan tapi pasti Sooyoung menoleh ke sebelah kiri dan mendapati Lee Soo Man sonsaengnim yg memasang muka masam berada di sebelahnya lalu mengeluarkan cengiran khasnya jika ia ketahuan berbuat salah, “heehehehe… Soo man sonsaengnim”

@@@@@

“sonsaengnim!! Mianhada, jeongmal mianhada. Saya berjanji takkan mengulanginya lagi!! Jeongmal! Aisshh.. appo” rengek Sooyoung sambil berusaha membujuk Soo Man sonsaengnim untuk melepaskan tangan kirinya yg menarik telinga kanan Sooyoung alias menjewer. ”Kau ini anak nakal!! Berani- beraninya kau meminta contekan??!! Walaupun satu sekolah tau kalau Yuri adalah chingu mu tapi tetap saja tak bisa seperti itu! Ini melanggar peraturan tau! Kau bisa saja di kenakan sanksi yg lebih berat dari pada ini! Kau besar nanti mau jadi apa, huh??!! Apakah kau kalau.. bla.. bla.. bla..” omel Soo Man sonsaengnim mulai dari lantai 3 sampai lantai satu tanpa titik koma tanpa memedulikan rengekan yg Sooyoung keluarkan dari tadi.

Mereka sekarang sedang berjalan menyusuri lorong sekolah lantai satu yg sepi karna memang ini masih dalam hitungan waktu pelajaran dan belum pergantian jam, namun sangat menguntungkan bagi Sooyoung karna ia tak perlu takut jika dilihat Sunbaenya di lorong ini. Posisi sooyoung agak menunduk untuk mengurangi rasa sakit pada telinganya, sambil di tangannya membawa buku matematika kaki sooyoung kewalahan mengikuti langkah Soo man sonsaengnim yg jalan seperti di kejar setan itu, sedangkan Soo man sonsaengnim berjalan cepat sambil membawa sebuah tongkat kecil  yg biasanya digunakan untuk menunjuk papan tulis.

Akhirnya mereka sampai pada depan gerbang sekolah SM ent, sooyoung menutupi mukanya dengan yg ia bawa tadi karna ia terlalu malu jika dilihat sunbaenya bahwa seorang Choi Sooyoung terkena hukuman dengan alasan berusaha mendapat menyonek temannya sendiri dan ketahuan oleh Soo man Sonsaengnim?? Mau ditaruh dimana nih muka?? Sooyoung yg terkenal pemberani, dan tak takut dengan sunbaenya sendiri, lumayan tomboy, jago dance, aigo~ yg benar saja! Tapi untung saja sepi, coba kalau ramai?! Lamunan Sooyoung pecah ketika mendengar suara namja paruh baya yg menyebalkan itu berbicara lagi, haiss…

“YA! Sebagai hukuman dan pelajaran karna kamu telah berusaha menyontek! Dan juga saya dengar kau tak mau belajar! Sekarang kau belajar disini! Saya tak mengharuskanmu! Terserah jika kau mau jongkok, mau duduk, mau berdiri, terserah! Yg penting kau harus tetap disini sampai bel istirahat berbunyi!” titah Soo Man Sonsaengnim sambil menunjuk- nunjukan tongkatnya itu tepat di depan muka Sooyoung sehingga mau tak mau sooyoung harus memundurkan kepalanya agar tak terkena tongkat itu, sambil sekali- kali menunjuk tanah, “nde” jawab Sooyoung lemas

Namun hati Sooyoung tidak sama seperti yg ia tampakkan tadi, lemas dan pasrah. Beribu- ribu kali Sooyoung mengumpat di dalam hati karna harus dihukum belajar di depan gerbang sekolah siang- siang bolong begini?? Bagaimana jika nanti ia gosong (?) ani, maksudnya kulitnya jadi hitam? Masak wakil ketua Cherrleaders di SM ent High School hitam (ketuanya Yuri)? Yg benar saja! Oke! Ga usah bahas hal- hal yg jauh- jauh dulu, sekarang bahas yg paling terdekat! Gerbang sekolah bersebrangan dengan lapangan basket! Dan parahnya lagi lapangan basket sedang dipakai anak kelas IX  untuk mengisi jam olahraganya! Sial!

Sooyoung menutupi sebagian wajahnya agar tak terlihat dan terkenali oleh para sunbaenya itu. Tatapan Sooyoung yg awalnya memerhatikan siapa saja sunbae yg ia kenali di kelas itu, berhenti seketika ketika melihat sesosok namja yg menjadi sunbaenya namun sangat ia kenali sedang duduk termenung menundukan kepalanya. Namja yg baru saja kemarin malam ia temui! Namja yg memuat hatinya panas terbakar cemburu. Namja yg menyebabkannya hampir telat dan lupa untuk belajar hingga sekarang ia di hukum seperti ini, CHO KYUHYUN. Kejadian kemarin malam saat makan malam pun terlintas di otak Sooyoung

FlashBack ON

“perkenalkan ini yeojachinguku” kata kyuhyun sambil menunjuk yeoja yg duduk di sebelahnya. “nde, perkenalkan Naneun Seo Joo Hyun imnida, kalian bisa memanggilku SeoHyun.” Ucap seohyun sopan sambil tersenyum semanis- manisnya untuk melelehkan hati orang tua kyuhyun namun semuanya hanya di balas anggukan malas dari eomma appa Kyuhyun maupun Sooyoung. Sooyoung yg melihat itu hanya bisa terdiam menatap yeoja disamping Kyuhyun penuh dengan penilaian. Ya, Sooyoung akui yeoja disamping Kyuhyun ini benar- benar cantik dengan pipi chubby-nya ia juga terlihat sangat imut dan manis, ‘apakah tipe yeoja Kyuhyun seperti yaoja itu? Ia memang jauh lebih sempurna daripada ku, ia berkulit putih sedangkan aku? Kulitku bewarna coklat, ia terlihat sangat manis dan cantik dengan pipi chubby-nya, tidak sepertiku, yg kurasa tambah aneh dengan pipi Chubby-ku. Ia juga terlihat sangat sopan. Hufftt… Tuhan benar- benar adil.’

Sooyoung yg sedang sibuk memikirkan lebih tepatnya menafsirkan bagaimana tipe yeoja yg Kyuhyun sukai. Namun semua pemikiran Sooyoung lenyap sudah saat mendengar seorang yeoja lembut tapi sayangnya di telinganya terdengar manja membuat Sooyoung bergidik mendengarnya. “oppa~ makanlah perlahan, lihatlah! Ada noda di ujung bibir mu! Aisshh,, dasar kebiasaan dari dulumu tak pernah berubah!” Omel Seohyun melihat kelakuan namjachigunya itu, membuat semua orang yg ada di ruangan itu menatapnya.

“jinjja??!! Eodiya??” tanya Kyuhyun, tangannya mengusap- usap pinggir bibinya sekalian bibirnya, muka Kyuhyun saat itu sangat khawatir sebenarnya ia malu dengan kebiasaanya dari kecil karena jika makan selalu belepotan. “hahaha… bukan disitu oppa!! Tapi disini!!” Seohyun tertawa renyah saat tangan kyuhyun selalu tak tepat menghapus noda dibibirnya, lalu tangannya mengusap noda di pinggir bibir Kyuhyun lalu tersenyum manis, sangat manis. Kyuhyun terpaku ketika ia merasakan kulit tangan Seohyun mendarat di pinggir bibirnya begitu juga Sooyoung kaget melihat kelakuan Seohyun lalu mengalihkan pandangannya.

Mereka sama sekali takmerasa di perhatikan oleh seluruh keluarga di ruangan itu, eomma dan appa Sooyoung memandanginya dengan heran bercampur kaget, sedangkan eomma dan appa Kyuhyun memandangi mereka seperti marah, kesal, malu, entahlah, sepertinya eomma dan appa kyuhyun tak begitu menyetujui hubungan mereka.

‘apakah kyuhyun mempunyai kebiasaan makan belepotan?? Kenapa aku tak tau?? Bukankah aku yg lebih lama mengenal kyuhyun?? Tapi kurasa saat kecil ia makan begitu bersih. Entahlah! Ia sangat sempurna untuk menja Yeojachingu Kyuhyun’

Sedetik kemudian Kyuhyun tersadar karna ia sempat terpaku karena perbuatan Seohyun. Dengan cepat Kyuhyun mencium bibirnya di bibir Seohyun sekilas, lalu tersenyum manis sekali dan berkata, “Gomawo Chagiya.” Sekarang ganti Seohyun yg dibuatnya terpaku karna ciuman kilat dari Kyuhyun. ‘Omo! Hatiku panas Tuhan!! Aku cemburu!! Rasanya aku lebih baik ditelan bumi saja dari pada harus disini! Ini terlalu menyakitkan untuk dirasa!! Aku benci ini Tuhan!! Aku muak dengan semua adegan yg ada di depanku ini Tuhan!!’ Jerit Sooyoung tertahan dalam hati. Sooyoung mengeratkan genggamannya pada garpu dan pisau yg harusnya ia buat makan untuk menahan amarahnya agar tak meledak sekarang juga. Sooyoung mengalihkan pemandangan ke namja di sebelahnya –Changmin- yg hanya memasang tampang datar sambil melanjutkan acara makannya.

FlashBack Off

Sooyoung meremas buku matematika yg berada di tangannya saat mengingat kejadian kemarin, namun tak lama ia sadar dari pikirannya dan kembali ke dunia nyata. Sooyoung menebarkan pandangannya pada lapangan basket yg tepat berada di seberangnya. Sooyoung mempertajam tatapnnya saat melihat seorang namja sedang sibuk men-dribble bola basketnya di depan lapangan. ‘namja itu seperti Kyuhyun! Apakah ia benar- benar Kyuhyun? Mal andwe! Tapi terlihat dari belakang dan juga gaya rambutnya, gaya berjalannya semuanya sama! Mungkinkah Kyuhyun masuk SMA sini?’ Sooyoung tetap terdiam memandangi namja yg sangat mirip dengan Kyuhyun namun segera di tepiskannya pikirannya itu, mungkin ia hanya terlalu lelah sampai- sampai berhalusinasi namja itu Kyuhyun yg kemungkinannya hanya 0,00001%.

“aissh.. jinjja!! Ternyata suka melamun ya!!”

“Huuuwwaaa!!!!” Teriak sooyoung mau mau jatuh ke depan saking kagetnya ketika merasakan sebuah tangan menyentuh pundaknya.

“MWO??!! Changmin-ssi!! Kenapa kau bisa ada disini?” Sooyoung menatap penuh selidik pada changmin yg memakai seragam yg sama dengan yg di pakai Sooyoung.

(((*****)))

“Kyuhyun-ah!! Ayo kita main basket!! Mumpung jam olahraga kita lagi free, kan jarang- jarang toh?!” ajak Donghae sahabat Kyuhyun sambil memutar- mutar bola basket dengan jari telunjuknya yg kanan. Kyuhyun hanya menatap sekilas ke arah donghae dan bolanya itu lalu kembali menundukkan kepalannya lagi. Merasa tak dapat respon dari Kyuhyun, donghae mengambil posisi duduk tepat di samping Kyuhyun.

“Ya! Kyuhyun-ah! Kau kenapa sih hari ini?? Hobi basketmu berubah melamun ya?? Dari tadi kok kerjannya Cuma melamun di pinggir lapangan” tegur Donghae sambil menatap sinis pada sahabat karibnya yg tiba- tiba berubah hanya dalam satu malam! Karena kemsrin sore saat mereka nongkrong di tempat billiard semuanya biasa saja.  Akhirnya Kyuhyun pun mengangkat kepalanya dan menatap sendu ke-arah Donghae yg mampu membuat Donghae melongo,

“Kyuhyun-ah, waeyo?? Appaseo?? Wae Gurae??” tanya Donghae khawatir menatap dalam manik coklat mata Kyuhyun yg dapat membuat semua yeoja klepek- klepek (?) dibuatnya tak hanya yeoja seenarnya pun Donghae sangat mengagumi mata indah namja itu, tapi semua itu tak terlihat pada mata Kyuhyun hari ini. Mata Kyuhyun memancarkan bahwa dirinya sedang kebingungan. Kyuhyun hari ini sangat tak semangat, lebih pendiam, dan seperti orang kehilangan ingatan atau bahasa gaulnya o’on *digampar Kyu*

Kyuhyun terdiam sama sekali tak memberi jawaban atau hanya sekedar petunjuk pada sahabat baiknya tentang keadaanya yg sebenarnya. Pikirannya terlalu penuh dan ia sedang malas meladeni pertanyaan Donghae, karna Donghae adalah tipe namja yg bila di jawab sekali ia akan terus bertanya sampai ia pun puas dengan jawaban walaupun bisa sampai 100 pertanyaan sekalipun. Kyuhyun menatap manik mata milik Donghae dan tiba- tiba saja sebuah kalimat pertanyaan meluncur secara spontan, “Donghae-ah jika kita marah terhadap seorang yeoja dengan alasan ia bersama namja lain, itu namanya apa?” Donnghae yg mendengar pertanyaan yg meluncur dari mulut Kyuhyun ingin sekali tertawa terbahak- bahak mendengarnya karna seorang Cho Kyuhyun yg sudah bergonta- ganti pasangan sebanyak 5 kali dalam awal bulan ini bisa menanyakan hal seperti itu? Namun di urungkan niatnya menertawai chingunya setelah melihat Kyuhyun yg memasang wajah Innocent.

“itu namanya kau mencintainya Kyuhyun-ah. Karna kau tak mau ia menjadi milik orang lain, kamu hanya mau ia menjadi milikmu saja hanya dirimu yg ada dihatinya, hanya dirimu yg ada disisinya, hanya dirimu yg menghibur yeoja itu tak boleh ada siapapun!”

Kyuhyun termenung mendengar jawaban donghae, otaknya sedang mencoba mengartikan kata demi kata yg Donghae ucapkan. Memang perkataan donghae tak terlalu abstrak (?) atau susah dimengerti namun untuk saat ini Otak kyuhyun sama sekali tak bisa bekerja dengan lancar, odalam otaknya hanya wajah Sooyoung berterbangan memutarinya, dan beberapa kepingan- kepingan memori kemarin malam yg mampu membuatnya marah.

“tapi menurutku ini sama sekali tak bisa diartikan mencintai. Ini terlalu sulit untuk diartikan mencintai.  Apakah kau tak bisa menyimpulkan yg lain Donghae-ah? Jeongmalyo, ini tak mungkin! Apakah ada alasan lain seorang namja cemburu pada seorang yeoja yg tak ber status sebagai yeojachingu, tunangan, istri, saudara, pertemanan pun tak bisa dikatakan ada antara mereka. Apakah ada alasan lain selain mencintai?” desak Kyuhyun yg masih tak menerima kenyataan, apakah ia benar- benar mencintai Sooyoung? Yeoja yg baru ia temui kemarin malam? Yeoja yg sempat ia lupakan untuk beberapa tahun dapat membuat kehidupannya berjungkir balik seperti ini dalam waktu semalam? Kyuhyun rasa Sooyoung sangat keterlaluan telah memanas- manasi Kyuhyun dengan kemsreaann

“ani, kurasa tak ada Kyuhyun-ah” jawab Donghae putus asa lalu ikut menunduk bersama Kyuhyun, sepertinya Donghae sudah menyerah mencari jawaban dari pertanyaan ke-2 Kyuhyun. Memang diarasa tak ada alasan lain yg tepat untuk mengartikan perasaan apa yg menggambarkan seorang namja cemburu pada seorang yeoja tak dikenal dekat dengan namja lain, bukankah itu cinta? Kyuhyun tau bahwa ia terlalu mendesak Donghae sampai- sampai namja itu sama sekali tak berbicara, karena Donghae akan berhenti bicara ketika ia sedang bingung untuk mengatakan apa, malu, gugup, selain itu ia jarang sekali terdiam seperti ini. “Donghae-ah, kajja! Kita main basket” ajak Kyuhyun merebut bola basket yg sejak tadi ada di pelukan Donghae lalu memutar- mutarnya dan berjalan menuju tengah lapangan. Donghae makin merasa aneh dengan sikap Kyuhyun yg sebentar- bentar berubah tapi semua kebingungan Donghae terbayar ketika menatap dalam manik mata Kyuhyun yg masih menyimpan berbagai rahasia, donghae tau bahwa sahabatnya kini sedang berusaha untuk menghilangkan keanehan yg barusan terjadi tapi Donghae lebih mengenal Kyuhyun lebih daripada Kyuhyun mengenal dirinya sendiri waktu 6 tahun cukup untuk mengerti sifat asli Kyuhyun.

———–………………………….———————–

Di suatu cafe terlihat seorang namja dan seorang yeoja menyesap minumannya masing- masing yg baru saja di antar oleh pelayan tadi. Yeoja itu menatap namja di depannya dengan tatapan intens dan penuh selidik seakan- akan namja di depannya adalah seorang buronan yg telah dicari selama 3 tahun namun baru ditangkap sekarang. Namja itu risih ditatap sedemikian rupa oleh yeoja di depannya, “ya! Kenapa kau menatapku seperti itu?” protes changmin kesal. “ani, aku hanya saja heran kenapa kau selalu muncul tiba- tiba. Kenapa kau sekarang ada disekolah yg sama denganku? aku saja tak berani menganggap kamu sebagai seorang manusia. Apa kau jin? Atau kau setan? Makhluk astral?” tanya Sooyoung bertubi- tubi tetap tak merubah tatapan intensnya pada changmin.

“apa kau tak bisa melihat, huh?lihatlah! aku disini untuk bersekolah! Dan aku tegaskan, aku bukan jin, makhluk astral atau semacamnya seperti yg kau tuduhkan tadi aku itu 100% asli manusia. Kurasa pertemuan kita akan selalu di warnai dengan kata ‘tiba- tiba’” protes Changmin tak terima jika ia dibilang sebagai makhluk astral sambil menunjukkkan logo SMEnt High Scholl di seragamnya. Sooyoung memicingkan matanya setelah mendengar kata terakhir yg diucapkan namja di depannya, “Mwo? Mworagu? ‘tiba- tiba’? kau tau dari mana kita akan selalu bertemu secara ‘tiba- tiba’ apa kau seorang peramal?” tanya Sooyoung yg masih memincingkan sebelah matanya, “haisshh.. neon jinjja!!”  ujar Changmin sambil mengacak- acak rambutnya frustasi karna tak bisa meyakinkan Sooyoung.

“sudahlah, ini semua tak perlu dibahas. Sekarang kau harusnya berterima kasih lah padaku! Karna aku kau tak bakal mati kepanasan di depan gerbang sekolah. Hitung- hitung disini lebih nyaman daripada di depan gerbang sekolah. Dan aku yakin Soo Man sonsaengnim takkan menemukanmu disini” tuntut Changmin dengan senyuman penuh arti, Sooyoung yg menatap itu hanya bisa mendengus kesal lalu menjawab, “shireo! Tanpa kau pun aku bisa kesini Changmin-ssi! Jadi jangan berpikir ka adalah pahlawanku! Dan juga bagaimana bisa kau begitu yakin jika Soo Man sonsaengnim takkan mengetahui bahwa aku berada disini dan juga misi kaburku dari hukumannya?” Changmin menyeringai, seringaian yg sangat lebar.

“kureom! Sebelum bel isirahat kau harus kembali berdiri di depan gerbang sekolah dan saat Soo Man sonsaengnim datang ia akan menganggap bahwa kamu takkan kabur kemana- mana., bereskan?”

Sooyoung hanya mangut- mangut mendegar rencana dari Changmin, encer juga otaknya orang ini. Changmin tersenyum bangga melihat Sooyoung setuju dengan ide cemerlangnya, membanggakan kecerdikannya dalam menyusun rencana mungkinkah dikehidupan selanjutnya ia berbakat dalam menjadi detektif? Atau Mafia saja!

#################————————–##################

 

Pukul  00.00 PM

Di suatu tempat yg sangat amat rahasia

 

Terlihat seorang namja tinggi menjulang berjubah putih berjalan di sebuah lorong panjang dan bercat putih lalu memasuki sebuah pintu kayu tua bercat coklat yg berukuran raksasa. Ia masuk dalam sebuah ruangan yg bernuansa putih mulai dari lantai keramik, cat dinding, sampai dengan miniatur- miniatur kecil yg juga bewarna putih atau kadang ada yg bening. Terlihat sebuah tempat duduk mewah yg lebih pantas disebut singgahsana yg berada di tengah tapi di ujung ruangan, terdapat seorang namja paruh baya tak dikenal yg sudah berjenggot panjang duduk disitu. Namja yg tadi menyusuri lorong itupun membungkukkan badannya sopan, “ada apa tuan memanggilku?”

“hai Max! Kau sudah ada disini rupanya?” sambut namja paruh baya itu ramah dan tak lupa dengan senyumannya, “ehm… oh ya! Aku mau memberimu sebuah misi khusus” Lanjut namja itu beurbah menjadi serius. Raut wajah namja muda itu pun berubah dalam sekejap, yg awalnya biasa saja sekarang sudah menjadi raut muka takut, khawatir, dan bingung. Sepertinya namja paruh baya itu dapat menyadari perubahan drastis mimik wajah namja di depannya langsung tertawa pelan dan berkata, “tenang saja! Aku sudah memilikanmu misi yg khusus tak terlalu sulit dan takkan membuatmu terluka lagi.”

Raut muka khawatir, bingung, dan takut berubah seketika setelah mendengar penjelasan dari tuannya itu, “nde, keundae, apa misi yg akan kau berikan padaku?” tanya namja itu bersemangat, sebenarnya ia sangat menginginkan sebuah misi namun kejadian 3 tahun lalu saat ia menjalani misi ia terluka dan begitu kesakitan sehingga harus hidup selama 3 tahun tanpa ada misi yg menunggunya. Semua itu meembuatnya kesepian dan kadang- kadang ia rindu saat masa- masa ia menjalani misi yg begitu seru.

“baiklah, aku tak membuatkan misi yg susah untukmu. Misinya adalah aku ingin kau menyatukan kembali kedua insan yg telah bepisah jauh selama 10 tahun lebih tuk kembali bersatu dan kau harus menumbuhkan rasa cinta pada keduanya di dunia. Eotteoh? Shireoyo? Jika tak mau tak apa- apa aku hanya ingin membantumu menyarikan misi yg sesuai untukmu.” Jelas namja paruhbaya itu sambil mengelus- elus jenggotnya yg sudah memutih itu sambil menyeringai.

“apakah tak ada misi yg lain?” tanya namja berjubah putih itu hati- hati sebenarnya ia sedikit aneh dan mencurigakan mendengar misi cinta yg satu ini tapi ia sama sekali tak mau kehilangan kesempatan tuk kembali aktif untuk mengerjakan misi yg sudah disiapkan untuknya. “ani, ini adalah misi paling mudah yg pernah kutemui, lagipula kau disana tak di tugaskan untuk membunuh seseorang kau disana untuk membantu mereka menemukan perasaan mereka sampai mereka sendiri bersatu. Jika tak mau aku akan menyuruh orang lain saja karna misi ini begitu penting dan harus segera diselesaikan secpatnya” jelas namja paruh baya itu lagi sambil menatap malas pada namja di depannya.

“aniyo, biar aku saja yg mengambil misi ini Tuan.”

“jeongmalyo? Baiklah, berisap- siaplah kau akan segera menjalankan tugasmu”

“nde, saya permisi dulu” pamit namja itu lalu menjalankan kakinya untuk keluar dari ruangan aneh yang serbah putih itu. Namja misterius itu keluar dengan membawa sebuah amplop bewarna coklat berukuran besar yang sempat diberikan namja paruh baya tadi padanya. Namja itu masih terus  berjalan melewat lorong itu sembari berusaha membuka amplop coklat yang ternyata berisikan target manusia yang harus ia satukan. “Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun?? Ehmm.. Pasangan yang menyedihkan.” Gumam namja itu melihat nama dan foto di biodata targetnya dan setelah itu ia memasukkan kembali biodata itu ke amplopnya dan melanjutkan jalannya sambil tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia sangat yakin jika ia akan berhasil dalam misi kali ini.

 

***

 

1 minggu berlalu dengan cepat, dimasa- masa itu pula seorang Choi Sooyoung mulai dekat dengan Changmin, bahkan karna mereka saking dekatnya tersebarlah rumor tentang mereka berdua saling menjalin hubungan, karena mereka selalu bersama- sama bahkan pemandangan Sooyoung berjalan ke kantin bersama Yuri pun sudah mulai langkah dengan keberadaan Changmin, dan karena itu semua rumor tak mengenakan pun juga tersebar tentang Sooyoung seorang yg tak setia kawan yg meninggalkan sahabatnya karna ia sudah mempunyai namjachingu. Yuri sahabat Sooyoung saat ditanyai tentang berita ini pun hanya acuh tak acuh, begitu pula Sooyoung, benar- benar sahabat yg cocok, sama- sama cuek dan acuh tak acuh menanggapi berita- berita yg mampu membuat telinga panas. Sebenarnya itu semua tidak benar, Sooyoung dan Yuri masih sering berhubungan lewat sms atau pun telfon, bahkan mereka shopping bersama hampir 1 minggu 5 kali dan mereka pernah menadakan ‘double date’ sebenarnya tak bisa di sebut begitu sih, karena Changmin sama sekali tidak berstatus sebagai namjachingu Sooyoung, tapi mereka –Yuri, Sooyoung, Changmin, Minho- menganggap semuanya tak masalah. Hanya saja saat disekolah mereka terlihat saling menjauhin dan sibuk dengan namjachingunya masing- masing.

“sooyoung-ah, aku muak dengan berita- berita palsu yg sudah tersebar, aku lelah.” Keluh Yuri menghampiri Sooyoung ke mejanya, Yuri memang yeoja yg kuat jika ia disakiti tapi bagaimanapun yg sekarang menjadi kambing hitam bukanlah dirinya melainkan Sooyoung sahabat terbaiknya, padahal Sooyoung tak patut disalahkan apa- apa, hanya saja Yuri yg menyuruh Sooyoung untuk menjauhinya disekolah karena ia sedang ada masalah dengan Minho yg membuat hubungan mereka di ambang kehancuran semiminggu lalu, Sooyoung yg mengerti dan ia juga tak setuju bila Yuri harus melepaskan namja yg ia cintai hanya karna Yuri terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Sooyoung akhirnya menyetujui usulan Yuri untuk menjauhinya, dan selama itu pula Yuri menghabiskan waktu bersama Minho agar hubungan mereka membaik sedangkan Sooyoung yg tak mempunyai teman semakin dekat dengan Changmin.

“kau kira kamu saja yg lelah? Nado, telingaku panas mendengar ini semua.” Ujar Sooyoung lemas sembari menopangkan dagunya pada kedua punggung tangannya. Yuri menatap Sooyoung dengan tatapan bersalah, ia memang patut disalahkan atas penderitaan Sooyoung, dan semua tuduhan negatif pada Sooyoung. “Sooyoung-ah, mian, jeongmal mianhada.” Kata Yuri pelan, ia benar- benar merasa sebagai sumber penderitaan baru bagi Sooyoung. Sooyoung tersenyum lebar mendengar permintaan maaf  Yuri, “aniya, nae Gwechanasseyo, jinjja!” kata Sooyoung ia berusaha tersenyum selebar mungkin walaupun hatinya benar- benar lelah, ia mencoba untuk tak menggubris berita- berita konyol itu namun dimana ia berada, ia selalu mendengar bisik- bisik siswa lain yg menngatakan bahwa dirinya lah yg ada di berita itu. Minho dan Changmin sudah tau tentang semua kenyataannya.

 

————-++++++++————–

 

Disaat bersamaan di lain tepat berjalanlah seorang namja santai menyusuri lorong panjang yg ramai sambil bersenandung kecil mengikuti iringan musik yg terdengar dari ‘headphone’ yg menempel apik pada telinganya. Semua mata yeoja mengarah padanya begitulah suasana pagi hari di Sment High School ketika Kyuhyun lewat, tak hanya mata yeoja saja semua namja pun melihatnya dengan tatapan iri, bagaimana ada seorang namja sempurna seperti dia? Mereka semua akan kehilangan akal sehatnya saat melihat Kyuhyun, yaitu ia lupa bahwa semua manusia itu tidak ada yg sempurna begitu juga Kyuhyun yg masih mempunyai kekurangan namun itu tak bisa dilihat kasat mata melainkan harus mengenalinya lebih dalam.

“Kyuhyun-ah! ada berita baru!” teriak Donghae dari kejauhan sambil belari- lari menerobos kerumunan siswa untuk menggapa Kyuhyun, namun sayangnya orang yg dipanggil malah asyik berjalan santai, ya maklum dia kan  lagi budeg (?) karna telinganya di pakaikan headphone. Donghae berhasil menembus kerumunan itu dan sekarang tepat berada disamping Kyuhyun, namun saking asiknya Kyuhyun pun tak menyadari bahwa Donghae sudah berada di sebelahnya, karena kesal dengan satu tarikan pun headphone Kyuhyun langsung lepas dari telinganya, “YA! Pagi- pagi sudah mengganggu saja.” Kesal Kyuhyun lalu mencoba memakai kembali headphone-nya namun tangan Donghae segera menghentikannya,

“eits,.. dengerin aku dulu donk!” kata Donghae sambil nyengir- nyengir gaje, Kyuhyun hanya mengangguk malas lalu kembali melihat ke depan sama sekali tak menggubris perkataan Donghae, “ada berita baru nih! Kamu tau kan yeoja hobae kita yg terkenal cantik tapi cueknya minta ampun? Yg itu low! Wakil ketua cheerleaders!” kata Donghae memulai pembicaraan, tangannya dengan cekatan membuka- buka majalah bulanan yg dikeluarkan oleh Sment High School setiap bulannya, tentu saja edisi bulan ini yg baru di dapatkannya tadi pagi, yg membahas semua berita menggemparkan di sekolah ini. “ani, aku tak tau.” Jawab Kyuhyun cuek sama sekali tak mau tau dengan berita ini, sebentar lagi pati Donghae akan meng-gossip yg biasanya dilakukan para yeoja. “aissh… dia terkenal dengan kecantikannya tau! Kamu tau? Hampir semua namja disekolah ini telah menembaknya namun ia menolak dengan alasan ‘aku masih menunggu cinta pertamaku’ konyol bukan? Dan hanya kau saja namja terkenal yg sama sekali tak tertarik dengannya.”

“memangnya cinta pertamanya tuh seperti apa sih? Apakah ia mempunyai wajah tampan sepertimu? Apakah ia memiliki latar belakang yg sangat kaya seperti dirimu? Apakah ia ber ke-pribadian baik? Sampai- sampai menolak beribu- ribu namja hanya untuk cinta pertamanya. Apakah ia sesempurna dirimu?” cerocos Donghae tanpa henti, telinga Kyuhyun serasa capek di perdengarkan cerocosan Donghae yg sama sekali tak berbobot untuknya, ingin sekali ia memakai kembali headphonenya atau pun pergi meninggalkan donghae yg menyerocos sendirian, namun ia masing menghormati temannya itu. “lalu? Beritanya apa?” tanya Kyuhyun To the point ia takut telinganya akan meledak bila mendengar cerocosan Donghae lebih lama lagi. “kau tau? Ia sekarang dikabarkan memiliki namjachingu low! Namanya tuh Shim Changmin!” kata Donghae bersemangat, Kyuhyun tetap memasang muka datar, dan tak tertarik. Namun dipikirannya nama itu begitu familiar

“ini chinguku, perkenalkan dirimu changmin-ah.”

“ehm… Naneun Changmin imnida, bangapseumnida”

Kata- kata itu melayang- layang di otak Kyuhyun, apakah Shim Changmin yg dimaksud Donghae adalah Changmin yg ku kenal dua hari yg lalu? Namja yg telah merebut Sooyoung dari ku? Pikiran ini membuat Kyuhyun terlempar lagi pada kejadian yg mengesalkan 2 hari yg lalu, yg sebenarnya ingin Kyuhyun lupakan namun ia malah teringat setiap malam.

 

FlashBack ON

 

“Changmin-ah… eotteoh?? Apakah enak? Ini aku loh yg masak!” tanya Sooyoung manja sembari menopang dagu menghadap ke ara Changmin yg lagi asyik makan, dengan mulut penuh dengan daging steak changmin menjawab, “ehm.. mashita! Jeongmal mashita! Kau memang benar- benar pintar memasak Sooyoung-ah.” senyum lebar langsung mengembang di bibir Sooyoung setelah mendapatkan pujian sedemikian rupa dari Changmin. Kyuhyun risih melihat mata Sooyoung yg menatap Changmin dengan mata yg berbinar- binar dan ekspresi yg sangat amat senang. Emangnya apa sih spesialnya bilang ‘mashita! Jeongmal mashita! Kau memang benar- benar pintar memasak Sooyoung-ah.’? aku jika bisa berkata seperti itu pada Sooyoung kok.

“jinjjayo?? Huuaaa…. Gomawo..” seru Sooyoung lalu langsung memeluk erat lengan Changmin. Changmin sedikit tersentak dengan perlakuan Sooyoung sampai acara makannya ia lupakan namun ia tahu arah jalan cerita ini kemana ia pun langsung tersenyum manis ke arah Sooyoung. Kyuhyun meremas garpu dan pisau yg ada di masing- masing tangannya dengan sangat erat, matanya hampir saja mau keluar karna melihat adegan ini semua. Rupanya tak hanya Kyuhyun yg kaget terlihat semuanya juga kaget dengan perlakuan Sooyoung terhadap changmin yg sepertinya sudah melewati status sebagai sahabat disini. Kepala kyuhyun serasa mendidih segera ia mengambil segelas air lalu menegaknya tanpa jeda membuat Seohyun yg kaget melihat itu, “oppa, minumnya pelan- pelan” saran Seohyun yg tak di gubris sama sekali oleh Kyuhyun. Usaha Kyuhyun gagal untuk mendinginkan kepalanya dengan segelas air putih buktinya ia tetap merasa gerah dan hatinya panas.

Kyuhyun mencoba meraih teko untuk menuangkan air lagi, namun saat tangannya hampir menggapainya ide nakal muncul di benak Kyuhyun segera ia mendorong teko itu hingga tumpah dengan jari tengahnya yg panjang. Tumpahan air itu mengalir panjang dan seperti tujuan asli Kyuhyun, tumpahan itu mengenai baju Changmin dan membuatnya basah. ‘yess!!’ teriak Kyuhyun tertahan dalam hati melihat Sooyoung kaget dan melepaskan pelukannya pada lengan Changmin. Sooyoung pun segera berlari ke arah dapur dan menghilang. “mission sucsses”  bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri. Misinya agar Sooyoung melepaskan  pelukannya pada Changmin selesai, ‘kau benar- benar pintar Cho Kyuhyun’ puji Kyuhyun sembari mengulum senyum. Sesaat setelah menghilang di dapur, kembalilah Sooyoung dengan membawa sebuah kain lap di tangannya. “Changmin-ah.. eotteohkae?? Bajumu jadi basah.. mainhe, jeongmal mianhada.” Kata Sooyoung sambil mengelapi air yang tumpah di baju Changmin. Disaat yang bersamaan senyuman Kyuhyun hilang seketika tanpa sisa sedikitpun. Lihatlah! Sooyoung sekarang berada dalam jarak dekat dengan Changmin. ‘aishh.. pabo Kyuhyun.!’ Rutuk Kyuhyun dalam hati, wajahnya pun ikut keruh melihat pemandangan itu.

FlashBack Off

“begitulah ceritanya!” kata Donghae mengakhiri ceramahnya yang panjang sedangkan Kyuhyun sama sekali tak mendengar ceramah Donghae tadi karena seperuh jiwanya pergi menyusuri lorong waktu kembali pada kejadian tepat 2 hari yang lalu. “YA! Kau mendengarkan ceritaku tidak?!” sembur Donghae yang mulai merasa bahwa ia sama sekali tak didengar oleh Kyuhyun, di anggap saja mungkin tidak ia merasa seperti orang gila yang berbicara sendiri. Kyuhyun yang baru saja kembali kedunianya hanya bisa gelagapan mendengar pertanyaan Donghae, ia sama tak mendengar perkataan Donghae tadi bahkan 1 kalimat, ani satu kata, ani mungkin satu huruf pun juga tak ia dengar. Namun Kyuhyun kembali teringat dengan seseorang misterius

“siapa nama yeoja yang menjadi wakil ketua cheerleaders?? Jebal.. marheyo..” paksa Kyuhyun sambil menatap Donghae dengan tatapan memohon, sangat- sangat memohon. Donghae tak bisa berbicara apapun ataupun komentar dengan ketidaksetiaan Kyuhyun yg tak mendengar ceramahnya hanya karena tatapan memohon dari Kyuhyun. Bagi Donghae moment- moment beginilah yang sangat sulit dicari, rasanya ia ingin sekali mengambil mengabadikan momen ini dengan kamera HP. Menurutnya Kyuhyun adalah seorang yang sangat pantang memohon karna ia memiliki gengsi yang cukup tinggi. Ia akan memohon jika ia memang sangat- sangat terdesak dan menyangkut tentang harga dirinya yang akan jatuh jika ia tak memohon. Biasanya semua orang yang memohon- mohon padanya sedangkan sekarang seorang Cho Kyuhyun memohon pada seorang Lee Donghae?

“Cho…. Cho..I… Soo…Yoo..ung.. Choi.. Sooyoung” jawab Donghae tergagap. Ia sangat takut dengan hal- hal yang berbau dengan mistik atau bahasa kasarnya yang berhubungan dengan makhluk halus, karena ia pernah sekali dihantui seorang hantu wanita cantik yang mengaku dirinya sebagai jessica, sampai sekarang pun ia tak bisa membuka hatinya untuk yeoja lain mungkin hatinya sudah tertutup dengan jessica walaupun itu sangat idak mungkin untuk mereka bersatu, namun bagaimana lagi? Ia terlanjur mencintainya lebih dari ia mencintai dirinya sendiri, karena mereka sudah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengenal satu sama lain bahkan mereka hidup bersama. Kyuhyun yang mendengar nama itu disebut semakin bertanya- tanya dalam hatiya disisi pertama ia akan sangat senang jika menemukan kenyataan bahwa Sooyoung adalah salah satu hobae-nya, namun disisi lain ia berdoa agar Choi Sooyoung yang dimaksud disini bukanlah Sooyoung’nya’ karena berita ini mengatakan ia berpacaran dengan changmin. Ia sangat tak setuju, Sooyoung hanyalah miliknya, hanya untuknya.

“kau tau dia kelas berapa hyung?” tanya Kyuhyun antusias selagikus gelisah melandanya di waktu yang bersamaan. Ia sama sekali tak tahu bagaimana perasaan gembira ini bisa muncul,  mungkin dengan bermodalkan status sebagai hobae-sunbae bisa mendekatkan mereka kembali. Itu lah kesimpulan yang dibuat Kyuhyun, iamasih tak berani menarik kesimpulan yang lebih jauh walaupun ia tahu itu mungkin menjadi kenyataan. Kyuhyun pun juga tak tahu bagaimana perasaan gelisah dan takut melandanya dengan sangat deras sehingga membuat jantung Kyuhyun berdetak pada kecepatan di atas normal. Donghae menatap aneh Kyuhyun lalu memberikan informasi dan melihat Kyuhyun yang sudah melesat jauh dan hilang di balik dinding. Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun yang aneh. Kyuhyun akhirnya sampai di depan kelas Sooyoung  kepalanya sedikit masuk ke dalam ruang kelas itu yang sudah ramai dengan parah siswa dan siswi, mata Kyuhyun berkosentrasi mencari yeoja berkaki jenjang itu. Kehadiran Kyuhyun yang notabene-nya adalah seorang sunbae dan icon nomor satu disekolah menjadi sangat aneh  jika ia mengunjungi kelas hobae. ‘’Kyuhyun oppa? Kenapa kau bisaberada disini?” tanya seorang yeoja tinggi tak  dikenal, begitulah mereka semua yang nge-fans dengan Kyuhyun jika memanggilnya akan di beri embel- embel ‘oppa’ biasalah SKSD (Sok Kenal Sok Deket).

Kyuhyun hanya memandang sekilah yeoja yang menannyai-nya tadi. Ya, ia adalah Im YoonA hobae yang sangat terkenal dikalangan sunbae karena pesona kecantikan yang ia miliki, bayangkan saja sudah beberapa sunbae yang kesemsem (?) sama dia, ada Siwon, Taecyeon, Chansung, Nickkhun, dan masih banyak lagi mugkin jika di teruskan akan menghabiskan 3 lembar Ms. Word  *author ngaco* bahkan Donghae saja pernah menyukainya tapi kecantikan yang dimiliki YoonA sama sekali tak bisa menyilaukan mata Kyuhyun, Kyuhyun malah risih jika berada di dekat YoonA karna menurutnya YoonA seperti piala bergilir * #pllakk.. mianhe buat YoonAddict.. ini kan Cuma fanfic* untuk namja, bagaimana tidak? Orang setiap bulan ia akan berganti pasangan kok. Kyuhyun sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan YoonA membuat yeoja itu mendengus kesal lalu pergi meninggalkannya sambil menghentakkan kakinya menunjukan ia sedang kesal, YoonA memang menyukai Kyuhyun. Mata Kyuhyun tertuju pada seorang yeoja berkulit coklat dan bertubuh sempurna rambutnya panjang lurus. “Yuri-ssi!” panggil Kyuhyun membuat yeoja yang dipanggil Yuri itu menoleh dan ia celingukan mencari namja yang tadi memanggilnya.

“Yuri-ssi! Aku yang memanggilmu!” teriak Kyuhyun sekali lagi yang membuat semua yeoja berbisik- bisik tentang peristiwa jangagal ini. “nde, waeyo Kyuhyun-ssi?” tanya Yuri langsung to the point ia risih dipandangi  sebegitu rupanya dengan teman satu kelasnya dan juga ia juga telat jika ada berita busuk menghampirinya lagi. “apakah kau melihat Choi Sooyoung?” tanya Kyuhyun yang masih celingukan mencari Sooyoung, Yuri heran kenapa sunbae-nya yang terkenal itu mencari Sooyoung sahabatnya? Setelah lama berfikir ia memutuskan untuk memberitahu keberadaan Sooyoung, “nde. Dia tadi berpamitan ke toko buku di seberang sekolah.” Jawab Yuri. Kyuhyun melirik sekilas ke arah jam tangannya dan masih banyak waktu sebelum bel tanda masuk berbunyi, “gomapseumnida, Yuri-ssi. Nae Cho Kyuhyun imnida.” Teriak Kyuhyun karna ia sudah berlari meninggalkan Yuri yang masih berada di ambang pintu. Yuri hanya menatap datar kepergian Kyuhyun lalu memutuskan untuk kembali ketempat duduknya, namun baru beberapa langkah ia sudah berhenti matanya membulat sempurna seperti telah mengingat sesuatu yang penting, ‘itu kan Kyuhyun sunbae? Cho Kyuhyun? Marganya Cho? Mulai kapan? Cho Kyuhyun kayaknya pernah dengar! Cinta pertama Sooyoung, Cho Kyuhyun.’ . “MWO??!! IA ADALAH CHO KYUHYUN!!!!” histeris Yuri lalu berlari menyusul Kyuhyun ke toko buku. Sedangkan semua orang yang berada disitu hanya memandang Yuri dengan tatapan aneh, semua orang tahu bahwa ia adalah Cho Kyuhyun! Kenapa ia sampai histeris begitu?? Dasar yeoja aneh! Begitulah kira- kira pemikiran orang- orang yang melihat reaksi Yuri.

!!!!!!!!!!!###############!!!!!!!!!!!!!!###############!!!!!!!!!!!!!!!#############!!!!!!!!!!

Sooyoung keluar dari toko buku yang ada tepat berada di depan SMA-nya persis. Setelah menghabiskan waktu selama setengah jam untuk memilih- milih buku yang kiranya seru untuk dibaca dan akhirnya ia menemukan buku yang sesuai dengan  keinginannya atau mungkin perasaannya. Sebelum menyeberang Sooyoung mengeluarkan kembali novel yang sudah ia beli ia membaca judul bukunya, ‘Please See My Love’. Sooyoung tersenyum melihat judulnya sama seperti dengan perasaannya yang tak pernah dilihat sedikit pun oleh Kyuhyun. Ia membalikkan bukunya sambil berjalan untuk menyeberang. Entah untuk keberapa kalinya Sooyoung membaca abstrak cerita novel itu atau sering kita kenal dengan Summary  atau mungkin sinopsis  tapi itu sama sekali tak bisa dianggap Sinopsis karna itu terlalu pendek dan terlalu abstrak  namun itulah yang membuat Sooyoung makin penasaran dengan novel buatan Hwang Soo Eun.

 

NB: Anggap saja yang dimaksud Yuri dan Minho bukan yang ada dicerita ini! Tapi ini adalah abstrak cerita dari fanfic terbaru author dan juga mianhe nama penulisnya pakai nama Author karna memang yang membuat jelmaan novel itu (?) kan Author. Hehehe… sekalian promosi, mungkin aja ada yang tertarik sehingga bisa cepet di post.

 

Kwon Yuri, yeoja sempurna, cantik, baik hati, dan dewasa. Namun bagaimanapun dan sesempurna apapun ia tetaplah seorang manusia yang mempunyai kelemahan. Karna kelemahan itu pula ia hampir kehilangan segalanya….

Choi Minho, ia adalah seorang namja kutu buku, dan pendiam. Ia sukar untuk bergaul tapi ia dapat berubah sedikit demi sedikit setelah mengenal seseorang….

Kim Yesung, namja keren nan tampan yang selalu dikagumi semua yeoja. Semua keinginannya harus dituruti dan selalu mengandalkan kekayaan orang tuanya untuk mendapatkan segala keinginannya…

 

“SOOOYYOOUUNNGGG-AAHH!!!!! AWAAAASSSS!!!!” teriakan seorang yeoja dan namja terdengar samar berpadu menjadi satu, sooyoung yang merasa namanya di panggil walaupun itu samar- samar melepaskan pandangannya dari sinopsis buku sambil terus berjalan dengan santainya. Ia melihat Yuri  sahabatnya dan Kyuhyun namja yang sangat ia cintai. Ia senang ketika tau dua manusia itu akan menjemputnya untuk kembali ke sekolah. Namun anehnya kenapa mereka berdua terlihat berteriak- teriak ya? Dan juga mereka mengangkat kedua tangannya dan melambaikannya tinggi- tinggi. Sooyoung bertanya pada tinggi, ‘apakah mereka begitu senang bertemu dengan ku? Sampai- sampai melakukan tindakan yang mirip orang aneh, mungkin? Tapi bukankah Yuri baru bertemunya tadi pagi? Apa mungkin ia tahu bahwa Kyuhyun sunbae adalah cinta pertamaku? Sampai seperti itu??’ Sooyoung tambah heran lagi, ia mempertajam pengelihatannya, ia bisa menangkap kesedihan yang tersirat di wajah Kyuhyun dan Yuri. Segera Sooyoung membuka headset yang ternyata dari tadi nongkrong di telinganya. “SOOYOOUNNGG-AAHH!!!! AWAS!!!” Sooyoung heran dengan teriakan Yuri dan Kyuhyun, spontan ia menolehkan kepalanya dan mendapati sebuahtruk besar berjalan ke arahnya. Tubuhnya kaku, ia sangat ketakutan jika mati sehingga ia tidak bisa menggerakan kakinya untuk berlari ia bagaikan patung yang berada di tengah jalan. Keringat dingin makin turun dengan derasnya seiring semakin dekatnya truk itu dengan Sooyoung. Di dalam hati Sooyoung hanya bisa berdoa dan pasrah dengan apa yang terjadi.

“AAAAAAAAAAHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!”

 

TBC~

Omo! Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Sooyoung?

Jangan- jangan ia……

Atau malah selamat? Tunggu Part selanjutnya ya!

Siapa ya yang jadi ‘orang’ untuk menyatukan KyuYoung lagi? Nanti akan banyak Other Cast bermunculan di part selanjutnya.. jadi silahkan bergalau- galau ria.

Terus~  bagaimana abstrak ceritanya Please see my Love?? Jelek ya?? Hehehe,, aslinya itu mau aku kasih cast-nya KyuYoung. Tapi masak namanya double- double? Readers + Author nya nanti bingung donk. Mau aku kasih cast selain KyuYoung sama MinYul takut ga dapet respon kayak di fanfic. ‘Mianhe Jeongmal Mianhe Oppa’

eotteohkae?? Jelek ya?? Banyak typo?? Apa kurang panjang?? Jangan donk, ini udah 15 lembar ms. Word. Mian lama banget post-nya, soalnya tugas n PR author numpuk kayak gunung, kejam banget gurunya ngasih author banyak PR T_T.. ini aja author post mepet-mepet karna author ga punya banyak waktu apalagi sebentar lagi author UAS jadi harus bener-bener konsentrasi dan jangan sampai ketinggalan maklum author baru kelas 1 SMP jadi ga isa ngatur waktu..

mungkin author akan mengambil hiatus dekat-dekat ini.. tapi ga tau kapan, author janji ga bakal ngilang tanpa jejak kayak gini lagi..

mianheyo jeongmal mianhada readers.. gomawo for read ^o^

jangan lupa RCL ya! Comment, Kritik, dan Pujian readers sangat berpengaruh pada fanfic dan Author!

Seperti biasanya DON’T COPAS MY FANFIC!! DON’T BE PLAGIATOR!! Author ga bakal segan-segan menindak lanjuti jika sampai-sampai ada yang berani plagiator ff ku!

Mianhe belum ada covernya karna author lagi males bikin cover nih.. heheh

Love You My Cho Kyuhyun (part 2)

Tittle: Love You My Cho Kyuhyun (Chapter 2)

Author: Hwang Soo Eun a.k.a Eyinzz

Main Cast: Kyuyoung donk!!!

Other Cast: Minho, Yuri, DLL..

New Cast: Changmin

Genre: Romamce, tragedy, friendship *maybe

Leght: Chapter

Rating: PG16+ (aku naikin deh.. karna sooyoung sedikit nakal n nekad disini)

NB: anneyeong haseyo!!! Ketemu lagi deh sama saya author terimut sepanjang masa *digampar author lain* karna kemaren ada yg bilang kalo fanfic author kurang panjang, jadi sekarang author mencoba panjangin, tapi ga tau lagi kalau masih kurang panjang…

Dan author benar- benar kagum dengan para readers di blognya Rima Eonni, bener- bener semua hebat!! Mau ninggalin jejak, coment, and kritik!! Author bener- bener senang banyak sekali respons dari para readers, aku kira gara- gara fanfic author jelek jadi ga ada yg mau RCL n jadi pajangan doank aja disana ga ada lanjutannya… oke,, mian karna NB di chapter ini kepanjangan jadi kita langsung aja!

Baca lebih lanjut